Daftar Isi:
TogglePenelitian sejarah adalah salah satu metode ilmiah yang digunakan untuk mempelajari, memahami, dan menafsirkan peristiwa-peristiwa masa lalu. Penelitian sejarah bertujuan untuk mencapai wawasan atau kesimpulan yang valid dan objektif tentang orang, tempat, atau kejadian yang bersejarah. Penelitian sejarah juga bermanfaat untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap historis yang dapat membantu kita menghadapi tantangan masa kini dan masa depan.
Penelitian sejarah memiliki beberapa langkah atau tahapan yang harus dilakukan secara sistematis dan kritis. Langkah-langkah tersebut adalah heuristik, kritik atau verifikasi, interpretasi atau eksplanasi, dan penulisan sejarah. Berikut ini adalah penjelasan singkat tentang masing-masing langkah tersebut.
Heuristik
Heuristik adalah langkah pertama dalam penelitian sejarah yang meliputi proses pengumpulan sumber-sumber sejarah yang relevan dengan topik yang diteliti. Sumber sejarah adalah segala sesuatu yang memberikan informasi atau bukti tentang peristiwa masa lalu, baik berupa benda, tulisan, gambar, suara, maupun kesaksian.
umber sejarah dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer adalah sumber sejarah yang berasal dari orang atau kelompok yang terlibat langsung atau menyaksikan peristiwa sejarah. Sumber sekunder adalah sumber sejarah yang berasal dari orang atau kelompok yang tidak terlibat langsung atau menyaksikan peristiwa sejarah, tetapi mengolah atau menafsirkan sumber primer.
Dalam melakukan heuristik, peneliti sejarah harus menentukan topik penelitian yang jelas, spesifik, dan menarik. Topik penelitian harus mencakup aspek 5W+1H (What, Where, When, Why, Who, dan How) agar dapat dijawab secara lengkap dan mendalam. Selain itu, peneliti sejarah harus mencari sumber-sumber sejarah yang berkualitas, yaitu sumber-sumber yang otentik, lengkap, akurat, dan relevan dengan topik penelitian. Sumber-sumber sejarah dapat ditemukan di berbagai tempat, seperti perpustakaan, museum, arsip, situs web, media massa, atau wawancara dengan narasumber.
Kritik atau Verifikasi
Kritik atau verifikasi adalah langkah kedua dalam penelitian sejarah yang meliputi proses penilaian dan pengujian keabsahan dan keandalan sumber-sumber sejarah yang telah dikumpulkan. Kritik atau verifikasi bertujuan untuk membedakan antara fakta dan opini dalam sumber-sumber sejarah, serta untuk menghindari kesalahan atau kebohongan yang dapat merusak kebenaran sejarah. Kritik atau verifikasi dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu kritik luar dan kritik dalam.
Kritik luar adalah kritik yang dilakukan terhadap aspek fisik atau bentuk dari sumber sejarah, seperti tanggal pembuatan, asal-usul, kondisi fisik, keaslian, dan lain-lain. Kritik dalam adalah kritik yang dilakukan terhadap aspek isi atau makna dari sumber sejarah, seperti tujuan pembuatan, kesesuaian dengan fakta lainnya, konsistensi logis, objektivitas penulis atau pembuatnya, dan lain-lain.
Dalam melakukan kritik atau verifikasi, peneliti sejarah harus bersikap skeptis dan objektif terhadap sumber-sumber sejarah yang telah dikumpulkan. Peneliti sejarah harus memeriksa sumber-sumber sejarah dengan teliti dan cermat menggunakan berbagai alat bantu seperti kamus, ensiklopedia, atlas, peta, kronologi, dan lain-lain. Peneliti sejarah juga harus membandingkan sumber-sumber sejarah yang berbeda untuk menemukan persamaan dan perbedaan, serta untuk menyelesaikan kontradiksi atau kontroversi yang ada.
Interpretasi atau Eksplanasi
Interpretasi atau eksplanasi adalah langkah ketiga dalam penelitian sejarah yang meliputi proses penarikan kesimpulan atau makna dari sumber-sumber sejarah yang telah dikritik atau diverifikasi. Interpretasi atau eksplanasi bertujuan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian yang telah ditentukan sebelumnya, serta untuk memberikan pemahaman yang mendalam dan komprehensif tentang peristiwa sejarah yang diteliti.
Interpretasi atau eksplanasi dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu interpretasi individual dan interpretasi kolektif. Interpretasi individual adalah interpretasi yang dilakukan oleh peneliti sejarah sendiri berdasarkan analisis dan penilaian pribadinya terhadap sumber-sumber sejarah. Interpretasi kolektif adalah interpretasi yang dilakukan oleh peneliti sejarah bersama-sama dengan peneliti sejarah lainnya yang memiliki minat atau spesialisasi yang sama.
Dalam melakukan interpretasi atau eksplanasi, peneliti sejarah harus bersikap kreatif dan kritis terhadap sumber-sumber sejarah yang telah dikritik atau diverifikasi. Peneliti sejarah harus mampu menghubungkan fakta-fakta sejarah dengan konteks sosial, politik, ekonomi, budaya, dan lain-lain yang ada pada masa itu.
Peneliti sejarah juga harus mampu mengidentifikasi faktor-faktor penyebab dan akibat dari peristiwa sejarah, serta mengungkapkan nilai-nilai atau pelajaran yang dapat dipetik dari peristiwa sejarah tersebut. Peneliti sejarah harus menggunakan berbagai metode atau pendekatan dalam melakukan interpretasi atau eksplanasi, seperti metode kausalitas, komparatif, statistik, biografis, psikologis, sosiologis, antropologis, dan lain-lain.
Penulisan Sejarah
Penulisan sejarah adalah langkah keempat dan terakhir dalam penelitian sejarah yang meliputi proses penyajian hasil penelitian sejarah dalam bentuk tulisan yang sistematis, logis, dan menarik. Penulisan sejarah bertujuan untuk menyampaikan hasil penelitian sejarah kepada pembaca atau khalayak luas dengan cara yang mudah dipahami dan diapresiasi. Penulisan sejarah juga bermanfaat untuk memberikan kontribusi ilmiah kepada perkembangan ilmu sejarah dan ilmu pengetahuan lainnya.
Dalam melakukan penulisan sejarah, peneliti sejarah harus mengikuti kaidah-kaidah penulisan ilmiah yang berlaku, seperti penggunaan bahasa yang baku, jelas, dan tepat; penggunaan tanda baca dan ejaan yang benar; penggunaan kutipan dan catatan kaki untuk menghormati hak cipta; penggunaan daftar pustaka untuk menyebutkan sumber-sumber rujukan; dan penggunaan sistematika penulisan yang sesuai dengan jenis karya tulis ilmiah yang dipilih. Jenis karya tulis ilmiah dalam bidang sejarah dapat berupa makalah seminar, skripsi, tesis, disertasi, artikel jurnal, buku teks, monograf, biografi, ensiklopedia, dan lain-lain.