Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, dengan luas wilayah mencapai 8,3 juta kilometer persegi, yang terdiri dari 6,4 juta kilometer persegi perairan laut dan 1,9 juta kilometer persegi daratan. Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau, yang sebagian besar dikelilingi oleh perairan pedalaman dan perairan kepulauan.
Perairan pedalaman adalah perairan yang terletak di dalam garis pangkal kepulauan Indonesia, sedangkan perairan kepulauan adalah perairan yang terletak di antara garis pangkal dan garis pantai pulau-pulau Indonesia. Luas perairan pedalaman dan perairan kepulauan Indonesia adalah 3.110.000 kilometer persegi1.
Karakteristik Air Laut Kepulauan Indonesia
Air laut kepulauan Indonesia memiliki karakteristik yang berbeda-beda, tergantung pada faktor-faktor seperti iklim, arus laut, pasang surut, topografi dasar laut, dan aktivitas manusia. Secara umum, air laut kepulauan Indonesia memiliki suhu yang relatif tinggi, yaitu antara 25-30 derajat Celcius, karena berada di daerah tropis.
Air laut kepulauan Indonesia juga memiliki salinitas yang bervariasi, yaitu antara 32-35 permil, tergantung pada ketersediaan air tawar dari sungai-sungai dan curah hujan. Air laut kepulauan Indonesia juga memiliki oksigen terlarut yang cukup tinggi, yaitu antara 4-6 miligram per liter, karena adanya proses fotosintesis oleh fitoplankton dan tumbuhan laut lainnya.
Air laut kepulauan Indonesia juga dipengaruhi oleh arus laut yang berasal dari Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Arus laut ini membawa massa air yang berbeda-beda dalam hal suhu, salinitas, oksigen terlarut, dan nutrien. Arus laut ini juga mempengaruhi pola sirkulasi air laut di dalam perairan pedalaman dan perairan kepulauan Indonesia.
Salah satu arus laut yang penting adalah Arus Lintas Indonesia (Indonesian Throughflow), yaitu arus laut yang mengalir dari Samudra Pasifik ke Samudra Hindia melalui Selat Makassar, Selat Lombok, Selat Bali, Selat Alas, Selat Sape, Selat Ombai, Selat Timor, dan Selat Lifamatola2. Arus Lintas Indonesia ini berperan penting dalam mengatur iklim global dan regional.
Potensi dan Tantangan Air Laut Kepulauan Indonesia
Air laut kepulauan Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam bidang kelautan dan perikanan. Air laut kepulauan Indonesia merupakan habitat bagi berbagai macam biota laut, seperti ikan, udang, kerang, rumput laut, terumbu karang, mangrove, lamun, dan lain-lain. Biota laut ini dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pangan, industri, obat-obatan, kosmetik, dan lain-lain.
Air laut kepulauan Indonesia juga memiliki potensi untuk pengembangan wisata bahari, seperti snorkeling, diving, surfing, sailing, dan lain-lain. Air laut kepulauan Indonesia juga memiliki potensi untuk pengembangan energi alternatif, seperti energi gelombang laut, energi pasang surut, energi arus laut, dan lain-lain.
Namun demikian, air laut kepulauan Indonesia juga menghadapi berbagai tantangan yang harus diatasi. Salah satu tantangan utama adalah degradasi kualitas air laut akibat pencemaran dari berbagai sumber. Pencemaran air laut dapat berasal dari aktivitas darat maupun aktivitas maritim.
Aktivitas darat yang dapat mencemari air laut antara lain adalah pembuangan limbah domestik dan industri ke sungai-sungai atau langsung ke laut tanpa pengolahan yang memadai; penggunaan pupuk kimia dan pestisida yang berlebihan di lahan pertanian; erosi tanah akibat pembalakan liar dan perambahan hutan; dan penambangan mineral dan batubara yang menghasilkan limbah padat dan cair.
Aktivitas maritim yang dapat mencemari air laut antara lain adalah pembuangan limbah kapal, tumpahan minyak, pengerukan dasar laut, penangkapan ikan dengan alat yang merusak, dan pengeboman ikan.
Pencemaran air laut dapat menyebabkan berbagai dampak negatif bagi ekosistem laut dan kesejahteraan manusia. Pencemaran air laut dapat menurunkan kandungan oksigen terlarut, meningkatkan kandungan bahan organik, logam berat, senyawa kimia beracun, dan mikroorganisme patogen di air laut. Pencemaran air laut dapat mengganggu keseimbangan biokimia dan biologi air laut, sehingga mengurangi produktivitas primer dan sekunder.
Pencemaran air laut dapat merusak habitat biota laut, seperti terumbu karang, mangrove, lamun, dan lain-lain. Pencemaran air laut dapat mengancam keberadaan biota laut, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pencemaran air laut dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi manusia yang mengkonsumsi produk perikanan yang terkontaminasi atau terpapar langsung oleh air laut yang tercemar.
Upaya Pelestarian dan Pemanfaatan Air Laut Kepulauan Indonesia
Mengingat pentingnya air laut kepulauan Indonesia bagi kehidupan dan pembangunan bangsa, maka perlu dilakukan upaya pelestarian dan pemanfaatan yang berkelanjutan. Upaya pelestarian dan pemanfaatan air laut kepulauan Indonesia harus didasarkan pada prinsip-prinsip pengelolaan sumber daya alam yang baik, yaitu prinsip ekologis, ekonomis, sosial, budaya, hukum, politik, dan etika.
Upaya pelestarian dan pemanfaatan air laut kepulauan Indonesia harus melibatkan semua pemangku kepentingan, yaitu pemerintah pusat dan daerah, masyarakat sipil, sektor swasta, akademisi, peneliti, media massa, dan komunitas internasional. Upaya pelestarian dan pemanfaatan air laut kepulauan Indonesia harus dilakukan secara terpadu, holistik, partisipatif, adaptif, dan berkelanjutan.
Salah satu upaya pelestarian dan pemanfaatan air laut kepulauan Indonesia yang sedang dilakukan oleh pemerintah adalah program tol laut. Program tol laut adalah konsep pengangkutan logistik kelautan yang dicetuskan oleh Presiden Joko Widodo sejak tahun 20153.
Program ini bertujuan untuk menghubungkan pelabuhan-pelabuhan besar yang ada di Indonesia melalui jalur pelayaran bebas hambatan. Dengan adanya hubungan antara pelabuhan-pelabuhan laut ini, pemerintah berharap kelancaran distribusi barang dapat tercipta hingga ke pelosok negeri, juga mewujudkan pemerataan harga logistik setiap barang di seluruh wilayah Indonesia4.
Manfaat dan Tantangan Program Tol Laut
Program tol laut memiliki manfaat yang besar bagi pembangunan nasional. Manfaat program tol laut antara lain adalah:
- Mewujudkan Nawacita, yaitu agenda prioritas Presiden Joko Widodo untuk memperkuat jati diri Indonesia sebagai negara maritim4.
- Meningkatkan kesejahteraan semua lapisan masyarakat, dengan menurunkan harga kebutuhan pokok di seluruh wilayah Indonesia sebab jalur dan harga distribusi barang yang lebih murah4.
- Mendorong pertumbuhan ekonomi daerah-daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), dengan membuka akses pasar bagi produk-produk lokal4.
- Meningkatkan kemandirian dan jumlah pendapatan nelayan serta petani rumput laut dengan memberikan fasilitas angkutan gratis bagi hasil tangkapan atau panen mereka4.
- Meningkatkan konektivitas antarwilayah di Indonesia melalui optimalisasi pemanfaatan pelabuhan-pelabuhan laut yang ada.
- Meningkatkan daya saing produk-produk Indonesia di pasar internasional, dengan menurunkan biaya logistik dan meningkatkan kualitas barang.
- Meningkatkan kedaulatan dan keamanan maritim Indonesia, dengan meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum di wilayah perairan Indonesia.
Namun demikian, program tol laut juga menghadapi berbagai tantangan yang harus diatasi. Tantangan program tol laut antara lain adalah:
- Kurangnya infrastruktur pelabuhan yang memadai, seperti dermaga, gudang, alat bongkar muat, dan fasilitas pendukung lainnya.
- Kurangnya armada kapal yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi perairan Indonesia, seperti kapal berukuran besar, kapal cepat, kapal ramah lingkungan, dan kapal multifungsi.
- Kurangnya sumber daya manusia yang kompeten dan profesional di bidang kelautan dan perikanan, seperti nakhoda, awak kapal, petugas pelabuhan, pengusaha perikanan, dan peneliti kelautan.
- Kurangnya koordinasi dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta antara instansi terkait dalam pengelolaan program tol laut.
- Kurangnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mendukung dan memanfaatkan program tol laut.
Kesimpulan
Air laut kepulauan Indonesia adalah sumber daya alam yang sangat berharga bagi kehidupan dan pembangunan bangsa. Air laut kepulauan Indonesia memiliki potensi yang besar dalam bidang kelautan dan perikanan, namun juga menghadapi berbagai tantangan yang harus diatasi. Salah satu upaya pelestarian dan pemanfaatan air laut kepulauan Indonesia yang sedang dilakukan oleh pemerintah adalah program tol laut. Program tol laut bertujuan untuk menghubungkan pelabuhan-pelabuhan besar yang ada di Indonesia melalui jalur pelayaran bebas hambatan. Program tol laut memiliki manfaat yang besar bagi kesejahteraan masyarakat, pertumbuhan ekonomi, konektivitas antarwilayah, daya saing produk, serta kedaulatan dan keamanan maritim. Namun demikian, program tol laut juga menghadapi berbagai tantangan yang harus diatasi dengan melibatkan semua pemangku kepentingan secara terpadu, holistik, partisipatif, adaptif, dan berkelanjutan.