Flora adalah istilah yang digunakan untuk menyebut keseluruhan tumbuhan yang hidup di suatu wilayah atau zaman tertentu. Indonesia merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman flora, karena memiliki berbagai macam faktor yang mempengaruhi persebarannya, seperti iklim, relief, tanah, dan biogeografi. Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang persebaran flora di Indonesia berdasarkan beberapa kriteria, yaitu:
- Zona iklim
- Ketinggian
- Pulau
- Endemisme
Persebaran Flora Berdasarkan Zona Iklim
Zona iklim adalah pembagian wilayah berdasarkan karakteristik iklimnya, seperti suhu, curah hujan, dan musim. Di Indonesia, terdapat tiga zona iklim utama, yaitu:
- Zona iklim tropis basah (Af), yang mencakup sebagian besar wilayah Indonesia. Flora yang hidup di zona ini memiliki ciri-ciri seperti daun lebar dan hijau sepanjang tahun, batang berkayu atau berbuku-buku, dan bunga berwarna-warni. Contoh flora di zona ini adalah pohon meranti, pohon damar, pohon rotan, anggrek, dan bunga bangkai.
- Zona iklim tropis kering (Aw), yang mencakup sebagian wilayah Nusa Tenggara dan Maluku. Flora yang hidup di zona ini memiliki ciri-ciri seperti daun sempit dan berduri, batang berlapis lilin atau berdaging, dan bunga kecil atau tidak berwarna. Contoh flora di zona ini adalah pohon cemara udang, pohon kemiri, pohon lontar, pohon enau, dan rumput alang-alang.
- Zona iklim subtropis (Cw), yang mencakup sebagian wilayah pegunungan di Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Papua. Flora yang hidup di zona ini memiliki ciri-ciri seperti daun gugur pada musim kemarau atau dingin, batang berkayu atau berbatang tunggal, dan bunga berukuran sedang atau besar. Contoh flora di zona ini adalah pohon pinus, pohon jati, pohon kayu manis, pohon edelweis, dan bunga kantong semar.
Persebaran Flora Berdasarkan Ketinggian
Ketinggian adalah jarak vertikal dari permukaan laut ke permukaan tanah. Di Indonesia, terdapat empat tingkat ketinggian utama, yaitu:
- Tingkat ketinggian rendah (0-500 m dpl), yang mencakup sebagian besar wilayah dataran rendah dan pantai di Indonesia. Flora yang hidup di tingkat ini memiliki ciri-ciri seperti daun lebar dan hijau sepanjang tahun, batang berkayu atau berbuku-buku, dan bunga berwarna-warni. Contoh flora di tingkat ini adalah pohon kelapa, pohon mangga, pohon pisang, padi, dan tebu.
- Tingkat ketinggian sedang (500-1500 m dpl), yang mencakup sebagian wilayah dataran tinggi dan lereng gunung di Indonesia. Flora yang hidup di tingkat ini memiliki ciri-ciri seperti daun gugur pada musim kemarau atau dingin, batang berkayu atau berbatang tunggal, dan bunga berukuran sedang atau besar. Contoh flora di tingkat ini adalah pohon kopi, pohon teh, pohon cengkeh, pohon salak, dan sayuran.
- Tingkat ketinggian tinggi (1500-3000 m dpl), yang mencakup sebagian wilayah pegunungan dan dataran tinggi di Indonesia. Flora yang hidup di tingkat ini memiliki ciri-ciri seperti daun sempit dan berduri, batang berlapis lilin atau berdaging, dan bunga kecil atau tidak berwarna. Contoh flora di tingkat ini adalah pohon tusam, pohon erika, pohon pakis haji, bunga edelweis, dan lumut.
- Tingkat ketinggian sangat tinggi (>3000 m dpl), yang mencakup sebagian wilayah puncak gunung dan dataran tinggi di Indonesia. Flora yang hidup di tingkat ini memiliki ciri-ciri seperti daun sangat kecil atau tidak ada, batang sangat pendek atau tidak ada, dan bunga sangat jarang atau tidak ada. Contoh flora di tingkat ini adalah rumput alpine, bunga anemon, dan liken.
Persebaran Flora Berdasarkan Pulau
Pulau adalah daratan yang dikelilingi oleh air. Di Indonesia, terdapat lima pulau besar, yaitu:
- Pulau Sumatera, yang memiliki luas sekitar 473.481 km2 dan terletak di sebelah barat Indonesia. Flora yang hidup di pulau ini memiliki ciri-ciri seperti daun lebar dan hijau sepanjang tahun, batang berkayu atau berbuku-buku, dan bunga berwarna-warni. Contoh flora di pulau ini adalah pohon ramin, pohon merbau, pohon rafflesia, pohon durian, dan bunga melati.
- Pulau Jawa, yang memiliki luas sekitar 132.107 km2 dan terletak di tengah Indonesia. Flora yang hidup di pulau ini memiliki ciri-ciri seperti daun gugur pada musim kemarau atau dingin, batang berkayu atau berbatang tunggal, dan bunga berukuran sedang atau besar. Contoh flora di pulau ini adalah pohon mahoni, pohon sengon, pohon bunga kertas, pohon manggis, dan bunga kenanga.
- Pulau Kalimantan, yang memiliki luas sekitar 743.330 km2 dan terletak di sebelah timur Indonesia. Flora yang hidup di pulau ini memiliki ciri-ciri seperti daun lebar dan hijau sepanjang tahun, batang berkayu atau berbuku-buku, dan bunga berwarna-warni. Contoh flora di pulau ini adalah pohon ulin, pohon belian, pohon nepenthes, pohon engkabang, dan bunga anggrek.
- Pulau Sulawesi, yang memiliki luas sekitar 189.216 km2 dan terletak di sebelah timur Indonesia. Flora yang hidup di pulau ini memiliki ciri-ciri seperti daun sempit dan berduri, batang berlapis lilin atau berdaging, dan bunga kecil atau tidak berwarna. Contoh flora di pulau ini adalah pohon eboni, pohon cendana, pohon binongko, pohon langsat, dan bunga wijaya kusuma.
- Pulau Papua, yang memiliki luas sekitar 786.000 km2 dan terletak di sebelah timur Indonesia. Flora yang hidup di pulau ini memiliki ciri-ciri seperti daun lebar dan hijau sepanjang tahun, batang berkayu atau berbuku-buku, dan bunga berwarna-warni. Contoh flora di pulau ini adalah pohon sagu, pohon nipa, pohon pandanus, pohon nangka, dan bunga kasuari.
Persebaran Flora Berdasarkan Endemisme
Endemisme adalah keadaan dimana suatu spesies hanya hidup di suatu wilayah tertentu dan tidak ditemukan di tempat lain. Di Indonesia, terdapat banyak spesies flora yang endemik, yaitu:
- Pohon rafflesia (Rafflesia arnoldii), yang merupakan bunga terbesar di dunia dengan diameter mencapai 1 meter. Pohon ini hanya ditemukan di hutan hujan tropis Sumatera dan Kalimantan.
- Pohon nepenthes (Nepenthes spp.), yang merupakan tumbuhan karnivora yang memiliki kantong untuk menangkap serangga. Pohon ini hanya ditemukan di hutan hujan tropis Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
- Pohon edelweis (Anaphalis javanica), yang merupakan tumbuhan abadi yang tumbuh di pegunungan tinggi Jawa. Bunga ini memiliki warna putih keperakan dan dapat bertahan lama tanpa air.
- Pohon binongko (Diospyros celebica), yang merupakan tumbuhan langka yang tumbuh di hutan Sulawesi. Kayu dari pohon ini digunakan untuk membuat ukiran dan alat musik tradisional seperti kolintang dan sasando.
- Pohon sagu (Metroxylon sagu), yang merupakan tumbuhan penting bagi masyarakat Papua. Batang dari pohon ini menghasilkan tepung sagu yang menjadi makanan pokok sehari-hari.
- Pohon nipa (Nypa fruticans), yang merupakan tumbuhan khas dari hutan bakau di Indonesia. Daun dari pohon ini digunakan untuk membuat atap rumah, tikar, dan kipas. Buah dari pohon ini menghasilkan gula aren yang manis.