Menu Tutup

Ciri Kebahasaan Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi adalah teks yang menjelaskan tentang proses, fenomena, atau kejadian tertentu dengan menggunakan fakta dan logika. Teks eksplanasi bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pembaca atau pendengar tentang bagaimana dan mengapa sesuatu terjadi. Teks eksplanasi biasanya memiliki struktur sebagai berikut:

  • Orientasi: bagian yang memperkenalkan topik atau latar belakang dari teks.
  • Pernyataan umum: bagian yang memberikan gambaran umum atau definisi tentang topik.
  • Eksplanasi: bagian yang menjelaskan secara rinci tentang proses, fenomena, atau kejadian yang berkaitan dengan topik.
  • Reorientasi: bagian yang memberikan kesimpulan atau penegasan kembali tentang topik.

Selain struktur teks, teks eksplanasi juga memiliki ciri kebahasaan yang khas, yaitu:

  • Menggunakan kalimat-kalimat yang bersifat objektif, logis, dan ilmiah.
  • Menggunakan kata-kata yang baku, tepat, dan jelas.
  • Menggunakan kata penghubung atau konjungsi untuk menghubungkan antara kalimat-kalimat dalam teks, seperti karena, akibatnya, sehingga, oleh karena itu, dll.
  • Menggunakan kata depan untuk menunjukkan hubungan sebab-akibat, waktu, tempat, dll, seperti pada, di, dari, ke, untuk, dll.
  • Menggunakan kata keterangan untuk menjelaskan kapan, di mana, bagaimana, dll, seperti kemudian, selanjutnya, lalu, setelah itu, dll.
  • Menggunakan kata tanya untuk memunculkan pertanyaan atau masalah yang akan dijelaskan dalam teks, seperti apa, mengapa, bagaimana, dll.
  • Menggunakan modalitas untuk menunjukkan tingkat kepastian atau kemungkinan dari pernyataan dalam teks, seperti pasti, mungkin, bisa jadi, dll.

Contoh teks eksplanasi dengan ciri kebahasaan yang telah disebutkan di atas adalah sebagai berikut:

Bagaimana Terjadinya Pelangi?

Orientasi: Pelangi adalah fenomena alam yang indah dan menarik. Pelangi terlihat sebagai lengkungan berwarna-warni di langit. Pelangi biasanya muncul setelah hujan atau ketika ada kabut.

Pernyataan umum: Pelangi terjadi karena adanya pembiasan dan pemantulan cahaya matahari oleh tetesan air di udara.

Eksplanasi: Ketika cahaya matahari mengenai tetesan air di udara, sebagian cahaya akan dipantulkan kembali ke arah matahari. Sebagian lainnya akan masuk ke dalam tetesan air dan mengalami pembiasan. Pembiasan adalah perubahan arah cahaya ketika melewati medium yang berbeda. Cahaya matahari terdiri dari berbagai warna yang memiliki panjang gelombang dan indeks bias yang berbeda-beda. Indeks bias adalah ukuran kemampuan suatu medium untuk membiaskan cahaya. Semakin besar indeks bias suatu medium, semakin besar sudut pembiasannya. Warna-warna cahaya memiliki indeks bias yang berbeda-beda ketika melewati tetesan air. Warna merah memiliki indeks bias terkecil dan warna ungu memiliki indeks bias terbesar. Oleh karena itu, warna merah akan dibias lebih sedikit daripada warna ungu. Hal ini menyebabkan warna-warna cahaya menjadi terpisah atau terurai ketika melewati tetesan air. Setelah keluar dari tetesan air, cahaya akan mengalami pembiasan lagi. Cahaya yang telah terurai ini kemudian akan dipantulkan oleh permukaan dalam tetesan air dan keluar lagi dengan sudut tertentu. Cahaya ini kemudian akan dilihat oleh mata kita sebagai pelangi. Pelangi memiliki tujuh warna yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Warna merah berada di bagian luar pelangi dan warna ungu berada di bagian dalam pelangi.

Reorientasi: Pelangi adalah fenomena alam yang indah dan menarik yang terjadi karena adanya pembiasan dan pemantulan cahaya matahari oleh tetesan air di udara. Pelangi memiliki tujuh warna yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya