Menu Tutup

Unsur-Unsur Pembangun Cerita Pendek: Tema, Alur, Tokoh, Latar, Sudut Pandang, dan Gaya Bahasa

Cerita pendek adalah salah satu bentuk karya sastra yang memiliki ciri khas tersendiri. Cerita pendek biasanya memiliki panjang yang tidak lebih dari 10.000 kata, dan mengisahkan satu peristiwa atau konflik utama yang dialami oleh tokoh-tokoh dalam cerita. Cerita pendek juga memiliki struktur yang sederhana, yaitu terdiri dari tiga bagian utama, yaitu orientasi, komplikasi, dan resolusi.

Untuk menulis cerita pendek yang menarik dan bermakna, kita perlu memperhatikan unsur-unsur pembangun cerita pendek. Unsur-unsur tersebut adalah sebagai berikut:

Tema

Tema adalah gagasan pokok atau pesan yang ingin disampaikan oleh penulis melalui cerita pendeknya. Tema bisa berupa nilai-nilai moral, sosial, budaya, agama, atau pandangan hidup penulis. Tema juga bisa berupa pertanyaan-pertanyaan filosofis, seperti tentang kehidupan, kematian, cinta, keadilan, atau kebenaran. Tema harus ditentukan sejak awal penulisan cerita pendek, agar cerita pendek memiliki fokus dan tujuan yang jelas.

Alur

Alur adalah rangkaian peristiwa atau kejadian yang membentuk cerita pendek. Alur harus memiliki keterkaitan dan keseimbangan antara bagian-bagiannya. Alur juga harus memiliki ketegangan dan konflik yang memuncak pada klimaks, yaitu titik balik atau puncak permasalahan dalam cerita.

Alur bisa dibedakan menjadi dua jenis, yaitu alur maju dan alur mundur. Alur maju adalah alur yang mengikuti urutan kronologis peristiwa dari awal hingga akhir cerita. Alur mundur adalah alur yang memulai cerita dari akhir atau tengah, kemudian beralih ke masa lalu untuk menjelaskan latar belakang atau penyebab peristiwa.

Tokoh dan Penokohan

Tokoh adalah orang-orang yang terlibat dalam cerita pendek. Tokoh bisa dibedakan menjadi dua jenis, yaitu tokoh utama dan tokoh tambahan. Tokoh utama adalah tokoh yang menjadi pusat perhatian dan penggerak cerita. Tokoh tambahan adalah tokoh yang membantu atau menghalangi tokoh utama dalam mencapai tujuannya. Penokohan adalah cara penulis menggambarkan sifat, karakter, latar belakang, penampilan, dan hubungan antara tokoh-tokoh dalam cerita. Penokohan bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu secara langsung dan tidak langsung. Penokohan secara langsung adalah penokohan yang dilakukan dengan menyatakan secara eksplisit ciri-ciri tokoh dalam cerita. Penokohan secara tidak langsung adalah penokohan yang dilakukan dengan menunjukkan ciri-ciri tokoh melalui perilaku, ucapan, pikiran, atau reaksi tokoh terhadap situasi dalam cerita.

Latar

Latar adalah tempat dan waktu terjadinya cerita pendek. Latar bisa berupa latar nyata atau latar khayal. Latar nyata adalah latar yang mengacu pada tempat dan waktu yang benar-benar ada di dunia nyata. Latar khayal adalah latar yang diciptakan oleh penulis sesuai dengan imajinasinya. Latar berfungsi untuk memberikan suasana, suasana hati, dan konteks bagi cerita pendek. Latar juga bisa mempengaruhi alur, tokoh, dan tema dalam cerita pendek.

Sudut Pandang

Sudut pandang adalah posisi atau perspektif dari mana cerita pendek diceritakan. Sudut pandang bisa dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu sudut pandang orang pertama, sudut pandang orang ketiga serba tahu, dan sudut pandang orang ketiga terbatas.

Sudut pandang orang pertama adalah sudut pandang yang menggunakan kata ganti orang pertama (aku, saya, kami) untuk menceritakan cerita dari sudut pandang tokoh utama atau tokoh sampingan. Sudut pandang orang ketiga serba tahu adalah sudut pandang yang menggunakan kata ganti orang ketiga (dia, mereka) untuk menceritakan cerita dari sudut pandang penulis yang mengetahui segala hal tentang tokoh, peristiwa, dan latar dalam cerita.

Sudut pandang orang ketiga terbatas adalah sudut pandang yang menggunakan kata ganti orang ketiga (dia, mereka) untuk menceritakan cerita dari sudut pandang penulis yang hanya mengetahui hal-hal yang diketahui oleh satu tokoh tertentu dalam cerita. Sudut pandang berpengaruh terhadap cara pembaca memahami dan menilai cerita pendek.

Gaya Bahasa

Gaya bahasa adalah cara penulis menggunakan bahasa untuk menyampaikan cerita pendeknya. Gaya bahasa meliputi pilihan kata, kalimat, paragraf, dan tanda baca yang digunakan oleh penulis. Gaya bahasa juga meliputi penggunaan majas, yaitu gaya bahasa yang menyimpang dari makna sebenarnya untuk memberikan kesan tertentu pada pembaca.

Beberapa contoh majas adalah metafora, simile, personifikasi, hiperbola, ironi, dan sindiran. Gaya bahasa harus disesuaikan dengan tema, alur, tokoh, latar, dan sudut pandang dalam cerita pendek. Gaya bahasa juga harus memperhatikan kaidah-kaidah tata bahasa dan ejaan yang berlaku.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya