Phrases adalah kelompok kata yang berfungsi sebagai satu kesatuan dalam sebuah kalimat. Phrases dapat terdiri dari satu kata atau lebih, tetapi tidak memiliki subjek dan predikat yang lengkap. Phrases sangat penting untuk dipelajari karena dapat membantu kita untuk berkomunikasi dengan lebih baik, baik secara lisan maupun tertulis.
Dengan menggunakan phrases, kita dapat menyampaikan informasi lebih detail dan spesifik, meningkatkan variasi dan kreativitas dalam menulis dan berbicara, menghindari pengulangan kata atau ide yang monoton, dan menyesuaikan gaya bahasa dengan situasi dan konteks yang berbeda.
Jenis-jenis Phrases
Ada lima jenis phrases yang umum digunakan dalam bahasa Inggris, yaitu noun phrases, verb phrases, adjective phrases, adverb phrases, dan prepositional phrases. Berikut adalah penjelasan singkat tentang masing-masing jenis phrases tersebut:
- Noun phrases adalah phrases yang berfungsi sebagai noun atau kata benda dalam sebuah kalimat. Noun phrases dapat terdiri dari satu kata atau lebih, seperti nama orang, tempat, benda, atau konsep. Contoh noun phrases adalah: the girl, a red car, my best friend, the theory of relativity, dll.
- Verb phrases adalah phrases yang berfungsi sebagai verb atau kata kerja dalam sebuah kalimat. Verb phrases dapat terdiri dari satu kata atau lebih, seperti kata kerja utama, kata kerja bantu, modal verb, atau participle. Contoh verb phrases adalah: is sleeping, can swim, have been studying, was broken, dll.
- Adjective phrases adalah phrases yang berfungsi sebagai adjective atau kata sifat dalam sebuah kalimat. Adjective phrases dapat terdiri dari satu kata atau lebih, seperti kata sifat sendiri, prepositional phrase, atau adverb phrase. Contoh adjective phrases adalah: beautiful, very happy, in love with him, more than enough, dll.
- Adverb phrases adalah phrases yang berfungsi sebagai adverb atau kata keterangan dalam sebuah kalimat. Adverb phrases dapat terdiri dari satu kata atau lebih, seperti kata keterangan sendiri, prepositional phrase, atau adjective phrase. Contoh adverb phrases adalah: quickly, very well, in a hurry, too late, dll.
- Prepositional phrases adalah phrases yang berfungsi sebagai preposition atau kata depan dalam sebuah kalimat. Prepositional phrases terdiri dari preposition dan noun phrase yang mengikutinya. Contoh prepositional phrases adalah: on the table, with her friends, from the airport, to the moon, dll.
Untuk mengidentifikasi dan membentuk phrases yang benar dan efektif, kita perlu memperhatikan beberapa hal berikut:
- Phrases harus sesuai dengan fungsi dan posisi mereka dalam sebuah kalimat. Misalnya, noun phrase harus digunakan sebagai subjek, objek, atau pelengkap; verb phrase harus digunakan sebagai predikat; adjective phrase harus digunakan untuk menerangkan noun; adverb phrase harus digunakan untuk menerangkan verb, adjective, atau adverb lain; dan prepositional phrase harus digunakan untuk menunjukkan hubungan antara dua elemen dalam sebuah kalimat.
- Phrases harus sesuai dengan tata bahasa dan ejaan yang benar. Misalnya, noun phrase harus sesuai dengan jumlah (singular atau plural) dan jenis (countable atau uncountable); verb phrase harus sesuai dengan waktu (tense) dan aspek (aspect); adjective phrase dan adverb phrase harus sesuai dengan derajat (degree) perbandingan (comparison); dan prepositional phrase harus sesuai dengan makna (meaning) preposition yang digunakan.
- Phrases harus sesuai dengan gaya bahasa dan tujuan komunikasi yang diinginkan. Misalnya, kita dapat menggunakan noun phrase yang panjang dan kompleks untuk menunjukkan keilmuan dan profesionalisme; kita dapat menggunakan verb phrase yang sederhana dan langsung untuk menunjukkan kejelasan dan efisiensi; kita dapat menggunakan adjective phrase dan adverb phrase yang kaya dan bervariasi untuk menunjukkan keindahan dan kreativitas; dan kita dapat menggunakan prepositional phrase yang tepat dan relevan untuk menunjukkan keterkaitan dan kohesi.
Fungsi-fungsi Phrases
Phrases dapat digunakan untuk berbagai tujuan dalam berkomunikasi, tergantung pada jenis dan konteksnya. Berikut adalah beberapa fungsi phrases yang dapat kita manfaatkan:
Menyampaikan informasi lebih detail dan spesifik. Dengan menggunakan phrases, kita dapat memberikan informasi tambahan yang berkaitan dengan elemen-elemen dalam sebuah kalimat, seperti subjek, objek, predikat, atau pelengkap. Contoh:
- She is my sister. (tanpa phrase)
- She who lives in Jakarta is my sister. (dengan noun phrase)
- She is studying medicine at the university. (dengan verb phrase)
- She is very smart and kind. (dengan adjective phrase)
- She studies every day. (dengan adverb phrase)
Meningkatkan variasi dan kreativitas dalam menulis dan berbicara. Dengan menggunakan phrases, kita dapat menghindari penggunaan kata-kata yang sama atau monoton dalam sebuah kalimat, paragraf, atau teks. Kita dapat menggunakan phrases yang sinonim, antonim, atau berbeda makna untuk menciptakan nuansa yang berbeda pula. Contoh:
- He is a good person. (tanpa phrase)
- He is a man of integrity. (dengan noun phrase)
- He is doing well in his life. (dengan verb phrase)
- He is kind and generous. (dengan adjective phrase)
- He acts with honesty and sincerity. (dengan adverb phrase)
Menghindari pengulangan kata atau ide yang monoton. Dengan menggunakan phrases, kita dapat mengganti kata-kata atau ide yang telah disebutkan sebelumnya dengan cara yang lebih ringkas dan elegan. Kita dapat menggunakan phrases yang merujuk, menyimpulkan, atau menggabungkan informasi yang telah disampaikan sebelumnya. Contoh:
- I like chocolate cake. Chocolate cake is my favorite dessert. (tanpa phrase)
- I like chocolate cake. It is my favorite dessert. (dengan noun phrase)
- I like chocolate cake. That’s why I always order it at the cafe. (dengan verb phrase)
- I like chocolate cake. The one with whipped cream and cherries on top. (dengan adjective phrase)
- I like chocolate cake. Especially when it’s warm and moist. (dengan adverb phrase)
Menyesuaikan gaya bahasa dengan situasi dan konteks yang berbeda. Dengan menggunakan phrases, kita dapat menyesuaikan tingkat formalitas, kesopanan, atau kesantunan bahasa kita dengan situasi dan konteks komunikasi yang berbeda. Kita dapat menggunakan phrases yang lebih formal, sopan, atau santun untuk situasi-situasi yang resmi, serius, atau penting; dan kita dapat menggunakan phrases yang lebih informal, santai, atau humoris untuk situasi-situasi yang tidak resmi, santai, atau menyenangkan. Contoh:
- I’m sorry for being late. (tanpa phrase)
- I’m sorry for being late. Please accept my sincere apology. (dengan noun phrase; lebih formal)
- I’m sorry for being late. I had some trouble with the traffic. (dengan verb phrase; lebih informatif)
- I’m sorry for being late. It’s totally my fault. (dengan adjective phrase; lebih menyesal)
- I’m sorry for being late. How can I make it up to you? (dengan adverb phrase; lebih sopan)