Michelangelo adalah salah satu seniman terbesar dalam sejarah seni Barat. Ia lahir pada tahun 1475 di Firenze, Italia, dan meninggal pada tahun 1564 di Roma. Ia dikenal sebagai seorang pematung, pelukis, dan arsitek yang menghasilkan karya-karya yang mengagumkan dan mempengaruhi perkembangan seni selama berabad-abad. Beberapa karya terkenalnya adalah Pietà, David, langit-langit Kapel Sistina, dan Kubah Basilika Santo Petrus. Dalam artikel ini, kita akan mengulas kehidupan, gaya, dan pengaruh Michelangelo sebagai perwujudan manusia Renaisans.
Kehidupan Michelangelo
Michelangelo berasal dari keluarga bankir kecil di Firenze. Ayahnya bernama Ludovico Buonarroti, sedangkan ibunya bernama Francesca di Neri del Miniato. Michelangelo memiliki empat saudara laki-laki. Ia kehilangan ibunya ketika ia berusia enam tahun dan dibesarkan oleh seorang pengasuh yang merupakan istri seorang tukang batu.
Michelangelo mulai tertarik pada seni sejak usia muda. Ia belajar melukis dari Domenico Ghirlandaio, salah satu pelukis terkenal di Firenze. Ia juga belajar memahat dari Bertoldo di Giovanni, seorang murid Donatello. Pada tahun 1489, ia masuk ke sekolah seni yang didirikan oleh Lorenzo de’ Medici, penguasa de facto Firenze dan mecenat seni yang terkenal.
Michelangelo menghabiskan waktu empat tahun di sekolah seni Medici dan berteman dengan beberapa seniman dan cendekiawan terkemuka pada masa itu, seperti Sandro Botticelli, Leonardo da Vinci, Pico della Mirandola, dan Angelo Poliziano. Ia juga mendapat kesempatan untuk mengamati koleksi patung kuno milik Medici dan belajar tentang budaya Yunani-Romawi.
Setelah kematian Lorenzo de’ Medici pada tahun 1492, Michelangelo meninggalkan Firenze dan bepergian ke berbagai kota di Italia, seperti Bologna, Venesia, dan Roma. Ia mendapat dukungan dari para mecenat yang berpengaruh, seperti keluarga Medici lainnya, Paus Julius II, Paus Leo X, Paus Clement VII, dan Paus Paulus III. Ia juga bersaing dengan beberapa seniman besar lainnya, seperti Raphael dan Bramante.
Michelangelo memiliki karier yang panjang dan produktif. Ia menciptakan lebih dari 300 karya seni dalam hidupnya. Ia juga mendapat penghargaan dan kehormatan dari para paus, raja-raja, dan bangsawan. Ia dijuluki sebagai “Il Divino” (Yang Ilahi) oleh para pengagumnya.
Michelangelo adalah orang yang keras kepala, perfeksionis, dan religius. Ia sering berselisih dengan para mecenatnya karena ia ingin bekerja sesuai dengan visi dan standarnya sendiri. Ia juga mengalami kesulitan finansial, kesehatan, dan pribadi sepanjang hidupnya. Ia tidak pernah menikah atau memiliki anak. Ia mengabdikan dirinya sepenuhnya pada seni sebagai cara untuk mengungkapkan imannya kepada Tuhan.
Gaya dan Karya Michelangelo
Gaya dan karya Michelangelo dapat dibagi menjadi tiga periode kreatif: periode awal (1490-1505), periode matang (1505-1534), dan periode akhir (1534-1564).
Periode Awal
Periode awal Michelangelo ditandai oleh pengaruh kuat dari patung kuno Yunani-Romawi dan gaya Renaisans awal Firenze. Dalam periode ini, Michelangelo menunjukkan kemampuan luar biasa dalam mengolah batu menjadi bentuk-bentuk yang hidup dan realistis. Ia juga mengeksplorasi tema-tema humanisme, seperti keindahan, kekuatan, dan martabat manusia.
Beberapa karya terkenal Michelangelo dalam periode ini adalah:
- Pietà (1498-1499): Patung marmer yang menggambarkan Bunda Maria yang memeluk tubuh Yesus yang mati setelah disalibkan. Patung ini menunjukkan ekspresi kesedihan, kasih sayang, dan ketenangan Maria. Patung ini juga menunjukkan proporsi dan detail anatomi yang sempurna dari tubuh Yesus. Patung ini merupakan salah satu karya paling terkenal dan dihormati dalam sejarah seni Kristen.
- David (1501-1504): Patung marmer yang menggambarkan sosok David, pahlawan Alkitab yang mengalahkan raksasa Goliat dengan ketapel. Patung ini menunjukkan David sebelum pertempuran, dengan sikap tenang dan percaya diri. Patung ini juga menunjukkan proporsi dan detail anatomi yang luar biasa dari tubuh David. Patung ini merupakan simbol kebebasan dan republikanisme Firenze.
- Madonna of the Stairs (1490-1492) dan Battle of the Centaurs (1491-1492): Dua relief marmer yang dibuat oleh Michelangelo ketika ia masih berusia 15 tahun. Relief-relief ini menunjukkan pengaruh dari patung kuno Yunani-Romawi dan gaya Renaisans awal Firenze. Relief-relief ini juga menunjukkan kemampuan Michelangelo dalam menciptakan ilusi kedalaman dan gerakan dalam bidang datar.
Periode Matang
Periode matang Michelangelo ditandai oleh pengaruh kuat dari gaya Renaisans tinggi Roma dan gaya Mannerisme. Dalam periode ini, Michelangelo menunjukkan kemampuan luar biasa dalam melukis dinding dan langit-langit dengan warna-warna cerah dan komposisi-komposisi dramatis. Ia juga mengeksplorasi tema-tema agama, seperti kisah-kisah Alkitab, penghakiman akhir, dan keselamatan jiwa.
Beberapa karya terkenal Michelangelo dalam periode ini adalah:
- Langit-langit Kapel Sistina (1508-1512): Lukisan dinding yang menghiasi langit-langit kapel pribadi Paus Julius II di Vatikan. Lukisan ini menampilkan lebih dari 300 sosok manusia dalam berbagai ukuran dan pose. Lukisan ini juga menampilkan sembilan adegan dari Kitab Kejadian, mulai dari penciptaan dunia hingga banjir besar. Lukisan ini merupakan salah satu karya seni paling monumental dan mengesankan dalam sejarah seni Barat.
- Patung Musa (1513-1515): Patung marmer yang menggambarkan sosok Musa, nabi Alkitab yang menerima Sepuluh Perintah Allah dari Tuhan di Gunung Sinai. Patung ini menunjukkan Musa dengan sikap marah dan berwibawa, karena ia melihat umatnya menyembah patung sapi emas. Patung ini juga menunjukkan detail anatomi yang luar biasa dari tubuh Musa, termasuk tanduk-tanduk kecil di kepalanya yang merupakan hasil salah terjemahan dari kata “kemilau” dalam bahasa Ibrani.
- Makam Paus Julius II (1505-1545): Proyek ambisius yang diminta oleh Paus Julius II untuk membuat makamnya sendiri di Basilika Santo Petrus. Proyek ini mengalami banyak kendala dan perubahan desain selama 40 tahun. Proyek ini akhirnya diselesaikan oleh murid-murid Michelangelo dengan skala yang lebih kecil dan lokasi yang berbeda. Proyek ini mencakup beberapa patung marmer yang dibuat oleh Michelangelo sendiri, seperti Musa, Leah, Rachel, dan dua budak.
Periode Akhir
Periode akhir Michelangelo ditandai oleh pengaruh kuat dari gaya Mannerisme akhir dan gaya Barok awal. Dalam periode ini, Michelangelo menunjukkan kemampuan luar biasa dalam merancang bangunan-bangunan dengan bentuk-bentuk geometris dan harmonis. Ia juga mengeksplorasi tema-tema spiritualitas dan tragedi, seperti penderitaan, kematian, dan harapan.
Beberapa karya terkenal Michelangelo dalam periode ini adalah:
- Kubah Basilika Santo Petrus (1546-1564): Bangunan yang menghiasi atap gereja utama Katolik di Vatikan. Bangunan ini menampilkan bentuk kubah yang besar dan elegan, dengan diameter sekitar 42 meter. Bangunan ini juga menampilkan desain interior yang indah, dengan lukisan-lukisan dan mozaik-mozaik yang menggambarkan adegan-adegan agama. Bangunan ini merupakan salah satu karya arsitektur paling megah dan berpengaruh dalam sejarah seni Barat.
- Penghakiman Terakhir (1536-1541): Lukisan dinding yang menghiasi dinding altar Kapel Sistina di Vatikan. Lukisan ini menampilkan lebih dari 400 sosok manusia dalam berbagai ukuran dan pose. Lukisan ini juga menampilkan adegan penghakiman akhir, ketika Yesus memisahkan orang-orang benar dari orang-orang berdosa. Lukisan ini merupakan salah satu karya seni paling kontroversial dan menakutkan dalam sejarah seni Kristen.
- Rondanini Pietà (1552-1564): Patung marmer yang menggambarkan Bunda Maria yang memeluk tubuh Yesus yang mati setelah disalibkan. Patung ini merupakan karya terakhir Michelangelo sebelum ia meninggal. Patung ini menunjukkan gaya yang berbeda dari Pietà sebelumnya, dengan bentuk-bentuk yang lebih kurus, kasar, dan tidak selesai. Patung ini juga menunjukkan ekspresi kesedihan, keputusasaan, dan pengampunan Maria. Patung ini merupakan salah satu karya seni paling menyentuh dan mendalam dalam sejarah seni Kristen.
Pengaruh Michelangelo
Michelangelo memiliki pengaruh yang luar biasa pada perkembangan seni Barat, baik pada masa hidupnya maupun sesudahnya. Ia dianggap sebagai salah satu seniman terbesar dan terpenting dalam sejarah seni Barat. Ia juga dianggap sebagai salah satu manusia Renaisans yang paling sempurna karena kemampuan dan penguasaannya dalam berbagai bidang seni.
Beberapa aspek pengaruh Michelangelo adalah:
- Ia menginspirasi atau meniru banyak seniman lain yang datang setelahnya, baik dalam gaya maupun tema. Beberapa contoh seniman yang terpengaruh oleh Michelangelo adalah Raphael, Leonardo da Vinci, Caravaggio, Bernini, Rodin, dan Picasso.
- Ia mencerminkan nilai-nilai dan pandangan dunia Renaisans, seperti humanisme, individualisme, realisme, naturalisme, klasisme, dan agama. Ia juga mencerminkan perubahan-perubahan sosial, politik, dan budaya yang terjadi pada masa itu, seperti reformasi agama, perang-perang Italia, dan konflik-konflik antara Firenze dan Roma.
- Ia menciptakan karya-karya yang menjadi ikon-ikon budaya dan simbol-simbol universal. Beberapa contoh karya-karya Michelangelo yang menjadi bagian dari warisan budaya dunia adalah Pietà, David, langit-langit Kapel Sistina, Kubah Basilika Santo Petrus, dan Penghakiman Terakhir.
Sumber:
(1) Michelangelo | Biography, Sculptures, David, Pieta, Paintings, Facts …. https://www.britannica.com/biography/Michelangelo.
(2) Michelangelo – Wikipedia. https://en.wikipedia.org/wiki/Michelangelo.
(3) Miguel Ángel – Wikipedia, la enciclopedia libre. https://es.wikipedia.org/wiki/Miguel_%C3%81ngel.
(4) Biografia de Michelangelo – eBiografia. https://www.ebiografia.com/michelangelo/.
(5) Michelangelo – Toda Matéria. https://www.todamateria.com.br/michelangelo/.