Menu Tutup

Siapa yang membuat Kurikulum Merdeka?

Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang memberikan keleluasaan kepada pendidik untuk menciptakapembelajaran berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar peserta didik1. Kurikulum ini pertama kali diluncurkan pada tahun 2022 dan bersifat opsional2. Lalu, siapa sebenarnya yang membuat Kurikulum Merdeka ini? Artikel ini akan membahas tentang latar belakang, tujuan, dan proses pembuatan Kurikulum Merdeka.

Latar Belakang Kurikulum Merdeka

Kurikulum Merdeka merupakan salah satu program dari Merdeka Belajar, yaitu kebijakan pendidikan yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim pada tahun 20203. Merdeka Belajar bertujuan untuk memberikan otonomi kepada satuan pendidikan, pendidik, dan peserta didik untuk mengembangkan potensi mereka secara optimal3.

Salah satu masalah yang menjadi latar belakang lahirnya Kurikulum Merdeka adalah rendahnya kualitas pembelajaran di Indonesia. Berdasarkan hasil Program for International Student Assessment (PISA) tahun 2018, Indonesia berada di peringkat 72 dari 79 negara dalam hal literasi membaca, peringkat 64 dari 78 negara dalam hal literasi matematika, dan peringkat 65 dari 78 negara dalam hal literasi sains4. Selain itu, berdasarkan hasil Survei Karakter Bangsa tahun 2019, Indonesia juga memiliki masalah dalam hal pengembangan karakter peserta didik, seperti rendahnya nilai-nilai Pancasila, toleransi, kewarganegaraan, dan kesehatan mental.

Salah satu faktor penyebab rendahnya kualitas pembelajaran adalah kurangnya fleksibilitas kurikulum yang berlaku. Kurikulum yang berlaku saat ini, yaitu Kurikulum 2013 (K-13), dianggap terlalu padat, rigid, dan tidak relevan dengan kebutuhan zaman. K-13 juga dianggap memberikan beban yang berat kepada guru dan siswa, sehingga mengurangi ruang untuk kreativitas, inovasi, dan eksplorasi. Oleh karena itu, diperlukan sebuah kurikulum baru yang dapat memberikan keleluasaan kepada guru dan siswa untuk melakukan pembelajaran yang sesuai dengan konteks dan minat mereka.

Tujuan Kurikulum Merdeka

Kurikulum Merdeka memiliki tujuan utama untuk meningkatkan kualitas kompetensi peserta didik dalam hal literasi, numerasi, soft skills, dan karakter1. Kurikulum ini juga bertujuan untuk memberdayakan guru sebagai profesional pembelajaran yang dapat merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran secara mandiri dan kolaboratif1. Selain itu, kurikulum ini juga bertujuan untuk mendorong peserta didik untuk menjadi pelajar seumur hidup yang dapat belajar secara aktif, kritis, kreatif, dan inovatif1.

Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, Kurikulum Merdeka memiliki beberapa karakteristik utama, yaitu:

  • Fokus pada materi esensial. Kurikulum ini mengurangi beban materi yang harus dipelajari oleh peserta didik sehingga mereka dapat mempelajari konsep-konsep penting secara mendalam dan mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata1.
  • Pembelajaran yang fleksibel. Kurikulum ini memberikan keleluasaan kepada guru untuk menyesuaikan pembelajaran dengan tahap capaian dan perkembangan masing-masing peserta didik serta dengan konteks dan muatan lokal1.
  • Pengembangan soft skills dan karakter. Kurikulum ini mengintegrasikan pengembangan soft skills dan karakter dalam pembelajaran intrakurikuler maupun kokurikuler melalui projek penguatan profil pelajar Pancasila1.

Proses Pembuatan Kurikulum Merdeka

Kurikulum Merdeka dibuat oleh tim ahli yang terdiri dari para akademisi, praktisi, dan stakeholder pendidikan yang berasal dari berbagai latar belakang dan disiplin ilmu. Tim ahli ini dibentuk oleh Mendikbudristek pada tahun 2020 untuk melakukan kajian akademik mengenai kurikulum untuk pemulihan pembelajaran. Kajian akademik ini dilakukan dengan menggunakan metode literature review, analisis data sekunder, studi banding, dan konsultasi publik.

Hasil kajian akademik ini kemudian disusun menjadi sebuah dokumen yang berisi garis besar Kurikulum Merdeka. Dokumen ini kemudian disosialisasikan kepada masyarakat melalui berbagai media, seperti website, webinar, podcast, dan media sosial. Selain itu, dokumen ini juga diserahkan kepada satuan pendidikan yang tertarik untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara sukarela.

Pada tahun 2022, sebanyak 1.000 satuan pendidikan dari berbagai jenjang dan wilayah di Indonesia mulai mengimplementasikan Kurikulum Merdeka sebagai program percontohan. Satuan pendidikan ini mendapatkan bimbingan dan dukungan dari tim ahli dan Kemendikbudristek dalam hal pengembangan kurikulum operasional, pembelajaran, asesmen, dan projek penguatan profil pelajar Pancasila. Selain itu, satuan pendidikan ini juga berbagi pengalaman dan praktik baiknya kepada satuan pendidikan lain yang ingin mengadopsi Kurikulum Merdeka.

Pada tahun 2023, Kurikulum Merdeka diharapkan dapat diterapkan oleh lebih banyak satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Kurikulum ini juga akan terus dievaluasi dan dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.

Kesimpulan

Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang dibuat oleh tim ahli yang dipimpin oleh Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim. Kurikulum ini merupakan bagian dari program Merdeka Belajar yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kompetensi peserta didik dalam hal literasi, numerasi, soft skills, dan karakter. Kurikulum ini juga memberikan keleluasaan kepada guru dan siswa untuk melakukan pembelajaran yang sesuai dengan konteks dan minat mereka. Kurikulum ini pertama kali diluncurkan pada tahun 2022 dan bersifat opsional. Kurikulum ini terus dievaluasi dan dikembangkan berdasarkan hasil implementasi di lapangan.

Sumber:
(1) Kurikulum Merdeka – Kemendikbudristek. https://kurikulum.kemdikbud.go.id/kurikulum-merdeka/.
(2) Apa Itu Kurikulum Merdeka? Ini Pengertian & Prinsip … – detikcom. https://www.detik.com/edu/sekolah/d-6818335/apa-itu-kurikulum-merdeka-ini-pengertian–prinsip-pembelajarannya.
(3) Kurikulum Merdeka Belajar: Pengertian, Tujuan, Karakteristik, hingga …. https://www.detik.com/sulsel/berita/d-6823183/kurikulum-merdeka-belajar-pengertian-tujuan-karakteristik-hingga-keunggulannya.
(4) Kurikulum Merdeka – Direktorat Sekolah Dasar. https://ditpsd.kemdikbud.go.id/hal/kurikulum-merdeka.
(5) Merdeka Mengajar. https://guru.kemdikbud.go.id/.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya