Menu Tutup

Musim di Indonesia: Pengaruh Angin Muson, Faktor Geografis, dan Fenomena El Nino dan La Nina

Indonesia adalah negara yang terletak di daerah tropis, yaitu antara 6° LU-11° LS dan 95° BT-141° BT. Daerah tropis memiliki iklim yang hangat sepanjang tahun, dengan suhu rata-rata sekitar 25-27°C. Daerah tropis juga memiliki perbedaan siang dan malam yang hampir sama, yaitu sekitar 12 jam1.

Karena berada di daerah tropis, Indonesia tidak mengalami empat musim seperti di negara-negara subtropis atau beriklim sedang, yaitu musim dingin, musim semi, musim panas, dan musim gugur. Indonesia hanya memiliki dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau12.

Musim hujan dan musim kemarau di Indonesia dipengaruhi oleh angin muson, yaitu angin yang bertiup secara periodik dari arah tertentu. Angin muson terbentuk karena adanya perbedaan tekanan udara antara benua dan samudra. Ada dua jenis angin muson yang mempengaruhi Indonesia, yaitu angin muson barat dan angin muson timur3.

Angin muson barat bertiup dari Benua Asia ke Benua Australia melewati Laut China Selatan dan Samudra Hindia. Angin muson barat membawa banyak uap air yang menyebabkan hujan di Indonesia. Angin muson barat berlangsung antara bulan Oktober sampai Maret, dengan puncaknya pada bulan Januari dan Februari. Ini adalah periode musim hujan di Indonesia34.

Angin muson timur bertiup dari Benua Australia ke Benua Asia melewati Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Angin muson timur membawa sedikit uap air yang menyebabkan kemarau di Indonesia. Angin muson timur berlangsung antara bulan April sampai September, dengan puncaknya pada bulan Juli dan Agustus. Ini adalah periode musim kemarau di Indonesia34.

Meskipun Indonesia hanya memiliki dua musim, namun ada variasi curah hujan dan suhu di berbagai wilayah Indonesia. Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor lain seperti letak geografis, ketinggian, relief, dan arus laut. Misalnya, daerah pegunungan biasanya lebih dingin dan lebih basah daripada daerah dataran rendah. Daerah pantai biasanya lebih hangat dan lebih lembab daripada daerah pedalaman. Daerah yang terkena arus laut hangat biasanya lebih kering daripada daerah yang terkena arus laut dingin5.

Selain itu, ada juga fenomena alam yang dapat mempengaruhi musim di Indonesia, seperti El Nino dan La Nina. El Nino adalah kondisi di mana suhu permukaan air laut di Samudra Pasifik bagian timur meningkat secara signifikan. Hal ini dapat menyebabkan musim kemarau lebih panjang dan lebih kering di Indonesia. La Nina adalah kondisi kebalikannya, yaitu suhu permukaan air laut di Samudra Pasifik bagian timur menurun secara signifikan. Hal ini dapat menyebabkan musim hujan lebih lama dan lebih basah di Indonesia6.

Sumber:
(1) Prakiraan Musim Hujan 2023 di Indonesia, Kapan Waktu Puncaknya? Ini Kata BMKG. https://www.kompas.com/
(2) Prakiraan Awal Musim Hujan di Wilayah Jabodetabek Mulai November 2023. https://www.kompas.com/
(3) Sambut Musim Hujan, Simak Tips Jaga Mobil Kesayangan dari Masalah. https://www.oto.com
(4) Mengenal 2 Jenis Musim di Indonesia, Musim Hujan dan Musim Kemarau. https://regional.kompas.com
(5) Pembagian Waktu dan Perubahan Musim di Indonesia – Ruangguru. https://www.ruangguru.com/
(6) Musim, Iklim dan Cuaca – Indonesia Travel. https://www.indonesia.travel/

Posted in Ragam

Artikel Lainnya