Fakta sosial adalah istilah yang digunakan oleh Emile Durkheim, salah satu bapak sosiologi, untuk menyebut gejala-gejala sosial yang memiliki karakteristik eksternal, umum, dan memaksa terhadap individu1. Fakta sosial dapat berbentuk material maupun non-material, dan dapat dilihat dalam struktur sosial dan pranata sosial2. Fakta sosial merupakan objek utama kajian sosiologi, karena menunjukkan adanya keteraturan, kesatuan, dan keterkaitan dalam masyarakat3.
Karakteristik fakta sosial
Durkheim mengemukakan tiga karakteristik utama dari fakta sosial, yaitu:
- Eksternal terhadap individu. Ini berarti bahwa fakta sosial bukan berasal dari kesadaran atau kehendak individu, melainkan dari luar diri individu. Fakta sosial sudah ada sebelum individu lahir dan terus berlangsung setelah individu meninggal. Fakta sosial juga tidak tergantung pada individu tertentu, melainkan bersifat kolektif dan umum4.
- Memiliki daya paksa (coercive). Ini berarti bahwa fakta sosial dapat mempengaruhi, mengendalikan, atau membatasi perilaku individu. Fakta sosial memiliki sanksi-sanksi baik formal maupun informal yang dapat diberlakukan kepada individu yang melanggar atau menyimpang dari fakta sosial tersebut. Fakta sosial juga dapat menimbulkan rasa kewajiban, kesesuaian, atau kepatuhan pada individu5.
- Memiliki kenyataan sendiri (sui generis). Ini berarti bahwa fakta sosial memiliki eksistensi yang nyata dan obyektif, yang berbeda dan terpisah dari individu. Fakta sosial tidak dapat direduksi atau dijelaskan hanya dengan mengacu pada karakteristik atau perilaku individu. Fakta sosial memiliki sifat-sifat, fungsi-fungsi, dan dampak-dampak yang spesifik dan khas6.
Contoh-contoh fakta sosial
Beberapa contoh fakta sosial yang dapat ditemukan dalam masyarakat adalah:
- Bahasa. Bahasa adalah sistem simbol yang digunakan untuk berkomunikasi antara individu. Bahasa merupakan fakta sosial karena bersifat eksternal, umum, dan memaksa terhadap individu. Bahasa sudah ada sebelum individu lahir dan dipelajari oleh individu melalui proses sosialisasi. Bahasa juga memiliki aturan-aturan yang harus dipatuhi oleh penuturnya, seperti tata bahasa, ejaan, dan makna. Bahasa juga memiliki kenyataan sendiri yang tidak dapat diubah oleh individu semaunya.
- Agama. Agama adalah sistem kepercayaan dan praktik yang berkaitan dengan hal-hal sakral atau transenden. Agama merupakan fakta sosial karena bersifat eksternal, umum, dan memaksa terhadap individu. Agama sudah ada sebelum individu lahir dan dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti tradisi, budaya, dan lingkungan. Agama juga memiliki doktrin-doktrin, ritual-ritual, dan norma-norma yang harus diikuti oleh pemeluknya. Agama juga memiliki kenyataan sendiri yang tidak dapat dibuktikan atau dibantah oleh akal sehat.
- Hukum. Hukum adalah kumpulan peraturan yang mengatur hak dan kewajiban antara anggota masyarakat. Hukum merupakan fakta sosial karena bersifat eksternal, umum, dan memaksa terhadap individu. Hukum sudah ada sebelum individu lahir dan dibentuk oleh lembaga-lembaga negara atau masyarakat. Hukum juga memiliki sanksi-sanksi yang dapat dikenakan kepada individu yang melanggar atau tidak taat pada hukum tersebut. Hukum juga memiliki kenyataan sendiri yang tidak dapat diubah atau ditafsirkan secara subjektif oleh individu.
Pentingnya mempelajari fakta sosial
Memahami fakta sosial adalah penting bagi individu maupun masyarakat, karena:
- Fakta sosial dapat membantu individu untuk mengetahui posisi, peran, dan fungsi mereka dalam masyarakat. Dengan demikian, individu dapat beradaptasi, berkontribusi, dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial.
- Fakta sosial dapat membantu masyarakat untuk menjaga keseimbangan, keteraturan, dan integrasi sosial. Dengan demikian, masyarakat dapat mengatasi masalah-masalah sosial, seperti anomie, konflik, atau deviasi.
- Fakta sosial dapat membantu ilmuwan sosial untuk menganalisis, menjelaskan, dan memprediksi fenomena-fenomena sosial. Dengan demikian, ilmuwan sosial dapat memberikan rekomendasi-rekomendasi yang bermanfaat bagi pembangunan dan kemajuan masyarakat.
Kesimpulan
Fakta sosial adalah gejala-gejala sosial yang memiliki karakteristik eksternal, umum, dan memaksa terhadap individu. Fakta sosial dapat berbentuk material maupun non-material, dan dapat dilihat dalam struktur sosial dan pranata sosial. Fakta sosial merupakan objek utama kajian sosiologi, karena menunjukkan adanya keteraturan, kesatuan, dan keterkaitan dalam masyarakat. Memahami fakta sosial adalah penting bagi individu maupun masyarakat, karena dapat membantu mereka untuk mengetahui posisi, peran, dan fungsi mereka dalam masyarakat; menjaga keseimbangan, keteraturan, dan integrasi sosial; serta menganalisis, menjelaskan, dan memprediksi fenomena-fenomena sosial.
Sumber:
- (1) Emile Durkheim: Teori Fungsionalisme dan Fakta Sosial 1 Link
- (2) Fakta Sosial [PPT] | Nur Alifauzi – Academia.edu Link
- (3) Makalah Teori Sosiologi Klasik (Emile Durkheim) – Academia.edu Link
- (4) Resensi; Sosiologi Ilmu Pengetahuan Berparadigma Ganda – Academia.edu Link
- (5) Teori Sosiologi [PDF] | Khairul Iksan – Academia.edu Link
- (6) Sosiologi Profetik Link