Menu Tutup

Arca-Arca Peninggalan Hindu di Indonesia

Arca-arca bercorak Hindu merupakan bagian integral dari warisan budaya Indonesia, mencerminkan pengaruh agama Hindu yang pernah dominan di Nusantara. Arca-arca ini tidak hanya berfungsi sebagai objek seni, tetapi juga sebagai sarana pemujaan dan simbol keagamaan. Berikut adalah beberapa arca bercorak Hindu yang signifikan di Indonesia:

1. Arca Ganesha

Ganesha, dewa berkepala gajah, dikenal sebagai dewa pengetahuan dan penghilang rintangan dalam agama Hindu. Arca Ganesha banyak ditemukan di berbagai situs arkeologi di Indonesia, seperti di Yogyakarta dan Prambanan. Salah satu arca Ganesha yang terkenal adalah peninggalan Kerajaan Kediri, yang menggambarkan Ganesha duduk di atas bantalan bulat dengan atribut khasnya, seperti gading dan mangkuk.

2. Arca Nandi

Nandi adalah lembu jantan yang menjadi wahana (kendaraan) Dewa Siwa. Arca Nandi sering ditempatkan di depan candi-candi Siwa sebagai simbol kesetiaan dan kekuatan. Salah satu arca Nandi yang terkenal berada di Museum Sri Baduga, Bandung, yang ditemukan di Subang, Jawa Barat. Arca ini mencerminkan pengaruh Hindu di wilayah tersebut pada masa lampau.

3. Arca Dwarapala

Dwarapala adalah arca penjaga gerbang yang biasanya ditempatkan di pintu masuk candi atau kompleks suci. Arca ini berwujud raksasa dengan ekspresi wajah yang garang, memegang gada atau senjata lainnya. Contoh arca Dwarapala yang monumental dapat ditemukan di kompleks Candi Singasari, Jawa Timur, yang berasal dari abad ke-13.

4. Arca Siwa Mahadewa

Dewa Siwa sering digambarkan dalam berbagai bentuk arca, salah satunya adalah Siwa Mahadewa. Arca ini biasanya menampilkan Siwa dengan atribut seperti trisula, damaru (gendang kecil), dan ular yang melilit di lehernya. Salah satu arca Siwa Mahadewa yang terkenal ditemukan di Candi Prambanan, Yogyakarta, yang merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia.

5. Arca Wisnu

Dewa Wisnu, sebagai dewa pemelihara dalam Trimurti Hindu, sering digambarkan dalam arca dengan atribut seperti cakra (cakram) dan sangkha (kerang). Arca Wisnu dapat ditemukan di berbagai situs candi, seperti di Candi Penataran, Blitar, yang merupakan salah satu kompleks candi terbesar di Jawa Timur.

6. Arca Durga Mahisasuramardini

Dewi Durga sering digambarkan dalam bentuk Mahisasuramardini, yaitu sebagai pembunuh raksasa kerbau Mahisasura. Arca ini menampilkan Durga dengan banyak tangan, masing-masing memegang senjata, sedang mengalahkan Mahisasura. Salah satu arca Durga Mahisasuramardini yang terkenal ditemukan di Candi Singasari, Jawa Timur.

7. Arca Agastya

Agastya adalah seorang resi (sage) dalam tradisi Hindu yang dihormati sebagai pembawa ajaran Weda ke wilayah selatan India dan Nusantara. Arca Agastya biasanya menampilkan seorang pria berjanggut dengan atribut seperti kendi dan tasbih. Salah satu arca Agastya yang terkenal berada di Candi Gupolo, dekat Prambanan, Yogyakarta.

8. Arca Brahma

Dewa Brahma, sebagai dewa pencipta dalam Trimurti, digambarkan dengan empat wajah yang menghadap ke empat arah mata angin. Arca Brahma dapat ditemukan di beberapa candi, seperti di Candi Prambanan, yang menampilkan arca Brahma dengan empat tangan memegang kitab Weda.

9. Arca Garuda Wisnu Kencana

Garuda adalah burung mitologis yang menjadi wahana Dewa Wisnu. Arca Garuda Wisnu Kencana yang monumental dapat ditemukan di Bali, meskipun merupakan karya modern, arca ini terinspirasi oleh mitologi Hindu dan menjadi simbol kebudayaan Bali.

10. Arca Yoni dan Lingga

Yoni dan Lingga adalah simbol kesuburan dalam tradisi Hindu, mewakili Dewi Parwati dan Dewa Siwa. Arca Yoni dan Lingga sering ditemukan di berbagai situs candi, seperti di Candi Gunung Wukir, Magelang, yang merupakan salah satu candi tertua di Jawa Tengah.

Arca-arca bercorak Hindu ini tidak hanya menjadi saksi bisu sejarah peradaban Hindu di Indonesia, tetapi juga menjadi bagian penting dari identitas budaya bangsa yang kaya dan beragam. Pelestarian dan penghormatan terhadap arca-arca ini merupakan upaya menjaga warisan leluhur yang tak ternilai harganya.

Posted in Sejarah

Artikel Lainnya