Pengertian Bekerja Sama dan Bergotong Royong
Bekerja sama dan bergotong royong adalah dua konsep yang saling berkaitan dan memiliki makna penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Bekerja sama adalah suatu bentuk tindakan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama dengan saling memberi dan menerima manfaat1. Bergotong royong adalah suatu bentuk kerja sama yang dilakukan secara bersama-sama dan bersifat suka rela agar kegiatan yang dikerjakan dapat berjalan dengan lancar, mudah, dan ringan2. Kedua konsep ini mencerminkan nilai-nilai sosial, kultural, dan moral yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.
Bekerja sama dan bergotong royong dapat dilakukan dalam berbagai bidang kehidupan, seperti pendidikan, ekonomi, sosial, budaya, politik, hukum, lingkungan, dan sebagainya. Dalam setiap bidang tersebut, bekerja sama dan bergotong royong memiliki manfaat yang beragam, baik bagi individu maupun kelompok.
Misalnya, dalam bidang pendidikan, bekerja sama dan bergotong royong dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas wawasan pengetahuan, mengembangkan keterampilan sosial, dan menumbuhkan rasa saling menghargai3.
Dalam bidang ekonomi, bekerja sama dan bergotong royong dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi, inovasi, kesejahteraan, dan daya saing4. Dalam bidang sosial, bekerja sama dan bergotong royong dapat mempererat hubungan antarmanusia, mewujudkan solidaritas, toleransi, keadilan, dan kedamaian5.
Nilai Penting Bekerja Sama dan Bergotong Royong
Bekerja sama dan bergotong royong memiliki nilai penting yang tidak dapat dipisahkan dari identitas bangsa Indonesia. Nilai-nilai ini telah menjadi bagian dari warisan leluhur yang terus dilestarikan hingga kini. Nilai-nilai ini juga telah diakui sebagai salah satu kekuatan bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan dan perubahan zaman. Berikut adalah beberapa nilai penting yang terkandung dalam bekerja sama dan bergotong royong:
- Nilai religius. Bekerja sama dan bergotong royong merupakan wujud dari ajaran agama yang mengajarkan untuk saling tolong menolong dalam kebaikan6. Bekerja sama dan bergotong royong juga merupakan bentuk ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa yang memberikan berkah dan pahala bagi pelakunya7.
- Nilai humanis. Bekerja sama dan bergotong royong merupakan wujud dari penghargaan terhadap martabat kemanusiaan yang adil dan beradab8. Bekerja sama dan bergotong royong juga merupakan bentuk empati dan simpati terhadap sesama manusia yang membutuhkan bantuan9.
- Nilai nasionalis. Bekerja sama dan bergotong royong merupakan wujud dari rasa cinta tanah air dan bangsa10. Bekerja sama dan bergotong royong juga merupakan bentuk pengamalan Pancasila sebagai dasar negara11.
- Nilai progresif. Bekerja sama dan bergotong royong merupakan wujud dari semangat berkembang dan maju bersama-sama12. Bekerja sama dan bergotong royong juga merupakan bentuk inisiatif dan kreativitas dalam mencari solusi atas permasalahan bersama13.
Landasan Bekerja Sama dan Bergotong Royong
Bekerja sama dan bergotong royong memiliki landasan filosofis, historis, sosiologis, psikologis, antropologis, politis, hukumis, ekonomis, budayais, agamais, etikis, moralis, estetis yang saling mendukung satu sama lain. Landasan-landasan ini menjelaskan asal-usul, alasan, dan tujuan dari bekerja sama dan bergotong royong. Berikut adalah beberapa contoh landasan bekerja sama dan bergotong royong:
- Landasan filosofis. Bekerja sama dan bergotong royong didasarkan pada pandangan hidup yang menganggap manusia sebagai mahluk sosial yang membutuhkan orang lain untuk bertahan hidup14. Bekerja sama dan bergotong royong juga didasarkan pada pandangan hidup yang menganggap manusia sebagai mahluk yang memiliki potensi dan tanggung jawab untuk mengembangkan diri dan lingkungannya15.
- Landasan historis. Bekerja sama dan bergotong royong didasarkan pada pengalaman sejarah bangsa Indonesia yang telah berhasil melawan penjajahan, mempertahankan kemerdekaan, dan membangun bangsa dengan semangat gotong royong16. Bekerja sama dan bergotong royong juga didasarkan pada pengalaman sejarah bangsa Indonesia yang telah menghadapi berbagai bencana, krisis, dan konflik dengan semangat kerja sama17.
- Landasan sosiologis. Bekerja sama dan bergotong royong didasarkan pada struktur sosial masyarakat Indonesia yang bersifat kolektif, komunal, dan egaliter18. Bekerja sama dan bergotong royong juga didasarkan pada fungsi sosial masyarakat Indonesia yang bersifat integratif, adaptif, regulatif, dan ekspresif19.
Revolusi Mental
Revolusi mental adalah suatu gerakan perubahan sikap, perilaku, dan cara berpikir masyarakat Indonesia agar lebih maju, mandiri, berdaya saing, berintegritas, dan berkepribadian20. Revolusi mental merupakan salah satu agenda prioritas pemerintah dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas 2045. Revolusi mental juga merupakan salah satu cara untuk mengimplementasikan nilai-nilai bekerja sama dan bergotong royong dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Revolusi mental memiliki tiga pilar utama, yaitu:
- Pilar pertama adalah penguatan karakter bangsa. Pilar ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar moral dan etika bangsa. Nilai-nilai Pancasila meliputi Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
- Pilar kedua adalah peningkatan kualitas SDM. Pilar ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi, keterampilan, kreativitas, inovasi, produktivitas, dan daya saing SDM Indonesia di era global. Pilar ini juga bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas, keterjangkauan, kesejahteraan, dan kesetaraan SDM Indonesia di semua bidang.
- Pilar ketiga adalah pembangunan budaya. Pilar ini bertujuan untuk melestarikan kekayaan budaya lokal sebagai identitas bangsa sekaligus mengembangkan budaya nasional yang inklusif, dinamis, toleran, dan harmonis. Pilar ini juga bertujuan untuk mempromosikan budaya Indonesia ke dunia internasional sebagai bagian dari diplomasi budaya.
Penerapan Bekerja Sama dan Bergotong Royong
Bekerja sama dan bergotong royong dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Berikut adalah beberapa contoh penerapan bekerja sama dan bergotong royong:
- Dalam keluarga. Bekerja sama dan bergotong royong dapat diterapkan dengan cara saling membantu antara anggota keluarga dalam melakukan pekerjaan rumah tangga, belajar bersama-sama, menyelesaikan masalah keluarga secara musyawarah, saling memberi dukungan moral maupun materiil dalam situasi suka maupun duka.
- Dalam sekolah. Bekerja sama dan bergotong royong dapat diterapkan dengan cara saling belajar antara siswa dalam kelompok belajar atau proyek, saling menghormati antara siswa dan guru, saling berbagi ilmu dan pengalaman antara sekolah, saling membantu dalam kegiatan ekstrakurikuler atau organisasi, saling menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah.
- Dalam masyarakat. Bekerja sama dan bergotong royong dapat diterapkan dengan cara saling mengenal dan menyapa antara tetangga, saling membantu dalam kegiatan sosial atau kemasyarakatan, saling berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur atau fasilitas umum, saling menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, saling menghargai keragaman budaya dan agama.
- Dalam negara. Bekerja sama dan bergotong royong dapat diterapkan dengan cara saling menghormati antara pemerintah dan rakyat, saling mengawasi dan mengkritisi dalam sistem demokrasi, saling berkontribusi dalam pembangunan nasional melalui pajak atau donasi, saling menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah negara, saling mempromosikan citra positif Indonesia di dunia internasional.