Kerajaan Pajang adalah salah satu kerajaan Islam yang pernah berjaya di Jawa Tengah pada abad ke-16. Meskipun eksistensinya relatif singkat, berbagai peninggalan sejarah menjadi bukti nyata keberadaan Kerajaan Pajang. Berikut adalah beberapa bukti tersebut:
1. Masjid Laweyan
Masjid Laweyan, yang terletak di Dusun Belukan, Kelurahan Pajang, Surakarta, dibangun pada tahun 1546 oleh Jaka Tingkir, pendiri Kerajaan Pajang. Masjid ini mencerminkan perpaduan arsitektur tradisional Jawa, Eropa, Cina, dan Islam. Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini juga menjadi pusat penyebaran Islam di wilayah Pajang.
2. Kampung Batik Laweyan
Kampung Batik Laweyan di Surakarta telah menjadi pusat produksi batik sejak masa Kerajaan Pajang. Tradisi membatik di kawasan ini dipelopori oleh Ki Ageng Henis, seorang penasihat Kerajaan Pajang. Hingga kini, Kampung Batik Laweyan tetap eksis sebagai sentra utama perdagangan batik di Kota Solo.
3. Makam Sultan Hadiwijaya
Sultan Hadiwijaya, atau Jaka Tingkir, dimakamkan di kompleks pemakaman di Dusun Butuh, Gedongan, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Makam ini menjadi bukti fisik keberadaan raja pertama Kerajaan Pajang dan sering dikunjungi sebagai situs ziarah.
4. Pasar Laweyan
Pasar Laweyan dulunya merupakan pusat kegiatan perdagangan masyarakat Kerajaan Pajang. Saat itu, daerah ini sudah menjadi pusat pengembangan seni batik, yang dipelopori oleh Ki Ageng Henis. Hingga kini, Laweyan masih eksis sebagai sentra utama perdagangan batik di Kota Solo.
5. Bandar Kabanaran
Bandar Kabanaran adalah pelabuhan sungai yang digunakan pada masa Kerajaan Pajang untuk distribusi barang, terutama hasil pertanian dan tekstil. Pelabuhan ini memanfaatkan aliran Sungai Bengawan Solo untuk transportasi menuju daerah lain, seperti Gresik. Keberadaan bandar ini menunjukkan pentingnya peran Kerajaan Pajang dalam perdagangan regional.
6. Keris Kyai Setan Kober
Keris Kyai Setan Kober adalah pusaka yang dibuat oleh Sunan Kalijaga dan diberikan kepada Sultan Hadiwijaya. Keris ini digunakan dalam pertempuran melawan Arya Penangsang, yang menandai berakhirnya konflik internal di Kesultanan Demak dan berdirinya Kerajaan Pajang. Keris ini menjadi simbol kekuasaan dan legitimasi Sultan Hadiwijaya sebagai raja.
Peninggalan-peninggalan tersebut menjadi bukti nyata keberadaan dan kejayaan Kerajaan Pajang dalam sejarah Indonesia. Meskipun kerajaan ini tidak bertahan lama, warisannya tetap hidup melalui situs-situs bersejarah dan tradisi budaya yang masih dilestarikan hingga kini.