Perilaku menyimpang adalah tindakan yang tidak sesuai dengan norma atau aturan yang diterima oleh masyarakat. Penyimpangan ini bisa terjadi di berbagai aspek kehidupan, mulai dari hubungan sosial hingga kegiatan ekonomi. Berikut adalah beberapa ciri-ciri umum dari perilaku menyimpang:
1. Melanggar Norma Sosial
Perilaku menyimpang terjadi ketika seseorang melanggar norma sosial yang berlaku di masyarakat. Norma ini bisa berupa aturan tertulis seperti undang-undang, atau norma tidak tertulis seperti adat istiadat dan kebiasaan sehari-hari. Misalnya, seseorang yang mengendarai motor tanpa menggunakan helm di jalan raya merupakan contoh perilaku yang melanggar norma lalu lintas.
2. Bersifat Adaptif
Ciri lain dari perilaku menyimpang adalah sifat adaptifnya. Penyimpangan seringkali muncul sebagai respon terhadap perubahan lingkungan atau tuntutan sosial yang berkembang. Misalnya, penggunaan teknologi baru bisa dianggap menyimpang jika belum diterima secara luas oleh masyarakat, namun seiring waktu, penggunaan tersebut bisa dianggap normal.
3. Relatif dan Mutlak
Penyimpangan bersifat relatif karena pandangan masyarakat tentang perilaku menyimpang dapat bervariasi tergantung pada konteks budaya atau situasi. Misalnya, perilaku yang dianggap menyimpang di satu masyarakat bisa diterima di masyarakat lain. Namun, ada juga penyimpangan yang bersifat mutlak, seperti tindakan kriminal serius (misalnya pembunuhan atau pemerkosaan), yang umumnya dianggap salah di berbagai masyarakat.
4. Bisa Diterima atau Ditolak
Tidak semua perilaku menyimpang ditolak oleh masyarakat. Beberapa perilaku menyimpang bisa diterima, bahkan dihormati jika memberikan manfaat atau membawa perubahan positif. Contohnya adalah inovasi teknologi yang pada awalnya dianggap menyimpang dari norma tradisional tetapi kemudian diterima karena memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Namun, penyimpangan yang merugikan orang lain atau merusak tatanan sosial biasanya akan ditolak.
5. Menimbulkan Dampak Negatif bagi Masyarakat
Ciri lain dari perilaku menyimpang adalah dampak negatif yang ditimbulkannya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Perilaku menyimpang seperti tindakan kriminal, penggunaan narkoba, atau alkoholisme dapat merusak hubungan sosial, menciptakan ketidakamanan, serta menurunkan kualitas hidup individu dan masyarakat.
6. Tidak Sesuai dengan Budaya Ideal
Perilaku menyimpang seringkali berhubungan dengan ketidaksesuaian antara budaya ideal dan budaya nyata dalam masyarakat. Budaya ideal mencerminkan aturan yang telah disepakati bersama, seperti peraturan hukum atau norma agama. Ketika individu tidak mematuhi budaya ideal ini, mereka dianggap melakukan perilaku menyimpang.
7. Sifat Penyimpangan Positif dan Negatif
Penyimpangan bisa bersifat positif atau negatif. Penyimpangan positif adalah tindakan yang berbeda dari norma sosial tetapi memberikan dampak positif, seperti kreativitas atau inovasi yang membantu masyarakat. Di sisi lain, penyimpangan negatif adalah tindakan yang merugikan masyarakat, seperti kriminalitas atau tindakan yang melanggar hukum.