Menu Tutup

Ciri Kebahasaan Teks Narasi, Apa Saja?

Teks narasi adalah teks yang menceritakan suatu peristiwa atau kisah yang terjadi dalam waktu tertentu, baik yang nyata maupun yang fiktif. Teks narasi bertujuan untuk menghibur, memberi informasi, atau memberi pengalaman estetis kepada pembaca. Teks narasi memiliki beberapa ciri khusus yang membedakannya dengan jenis teks lainnya. Ciri-ciri tersebut terkait dengan unsur-unsur kebahasaan yang digunakan dalam teks narasi, seperti kata, kalimat, dan paragraf. Berikut adalah penjelasan tentang ciri kebahasaan teks narasi.

Menggunakan Kata Kiasan

Salah satu ciri kebahasaan teks narasi adalah penggunaan kata kiasan atau metafora. Kata kiasan adalah kata atau ungkapan yang menyatakan makna lain dari makna sebenarnya, dengan tujuan untuk memberi kesan, perbandingan, atau penekanan. Contoh kata kiasan adalah “matahari terbenam”, “hati yang dingin”, “lautan api”, dan lain-lain. Kata kiasan dapat membuat teks narasi menjadi lebih hidup, menarik, dan bermakna. Contoh penggunaan kata kiasan dalam teks narasi adalah sebagai berikut:

“Dia adalah bintang di sekolahnya. Semua orang mengaguminya karena prestasi dan kepribadiannya yang bersinar.”1

“Aku merasa terjebak dalam labirin kehidupan. Aku tidak tahu harus kemana dan apa yang harus kulakukan.”2

Menggunakan Kata Kerja Transitif dan Intransitif

Ciri kebahasaan teks narasi yang kedua adalah penggunaan kata kerja transitif dan intransitif. Kata kerja transitif adalah kata kerja yang membutuhkan objek untuk melengkapi maknanya, sedangkan kata kerja intransitif adalah kata kerja yang tidak membutuhkan objek. Contoh kata kerja transitif adalah “membaca”, “menulis”, “memukul”, dan lain-lain. Contoh kata kerja intransitif adalah “berlari”, “tertawa”, “tidur”, dan lain-lain. Penggunaan kata kerja transitif dan intransitif dapat menunjukkan aksi, perubahan, atau keadaan yang dialami oleh tokoh dalam teks narasi. Contoh penggunaan kata kerja transitif dan intransitif dalam teks narasi adalah sebagai berikut:

“Rani membaca buku cerita sebelum tidur. Dia sangat menyukai kisah-kisah fantasi yang penuh petualangan.”3

“Andi tertawa terbahak-bahak saat melihat temannya terjatuh dari sepeda. Dia tidak menolong temannya, malah mengolok-oloknya.”4

Menggunakan Kata Benda, Sifat, Frasa, atau Klausa

Ciri kebahasaan teks narasi yang ketiga adalah penggunaan kata benda, sifat, frasa, atau klausa. Kata benda adalah kata yang menyatakan nama orang, benda, tempat, atau konsep. Kata sifat adalah kata yang menyatakan sifat atau kualitas dari kata benda. Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang membentuk satu kesatuan makna. Klausa adalah gabungan subjek dan predikat yang membentuk satu kesatuan makna. Penggunaan kata benda, sifat, frasa, atau klausa dapat memberi deskripsi, penjelasan, atau informasi tambahan tentang tokoh, latar, atau peristiwa dalam teks narasi. Contoh penggunaan kata benda, sifat, frasa, atau klausa dalam teks narasi adalah sebagai berikut:

“Dina adalah seorang gadis cantik yang cerdas dan rajin. Dia bercita-cita menjadi seorang dokter yang berdedikasi untuk membantu orang-orang yang sakit.”5

“Pak Budi adalah seorang guru matematika yang terkenal di sekolahnya. Dia selalu mengajar dengan sabar dan menyenangkan. Para siswa menghormati dan mencintai beliau.”

Menggunakan Kata Penghubung Penanda Urutan Waktu

Ciri kebahasaan teks narasi yang keempat adalah penggunaan kata penghubung penanda urutan waktu. Kata penghubung penanda urutan waktu adalah kata atau ungkapan yang menunjukkan kapan suatu peristiwa terjadi dalam teks narasi. Contoh kata penghubung penanda urutan waktu adalah “pertama”, “kemudian”, “lalu”, “setelah itu”, “akhirnya”, dan lain-lain. Penggunaan kata penghubung penanda urutan waktu dapat membuat teks narasi menjadi lebih teratur, logis, dan mudah dipahami. Contoh penggunaan kata penghubung penanda urutan waktu dalam teks narasi adalah sebagai berikut:

Pertama, Rama pergi ke pasar untuk membeli sayur dan buah. Kemudian, dia berkunjung ke rumah neneknya yang sakit. Lalu, dia pulang ke rumahnya dan memasak makan siang. Setelah itu, dia mengerjakan tugas sekolahnya. Akhirnya, dia bersantai di depan televisi sambil menonton acara kesukaannya.”

Kesimpulan

Teks narasi adalah teks yang menceritakan suatu peristiwa atau kisah yang terjadi dalam waktu tertentu, baik yang nyata maupun yang fiktif. Teks narasi memiliki beberapa ciri khusus yang membedakannya dengan jenis teks lainnya. Ciri-ciri tersebut terkait dengan unsur-unsur kebahasaan yang digunakan dalam teks narasi, seperti kata, kalimat, dan paragraf. Ciri kebahasaan teks narasi adalah sebagai berikut:

  • Menggunakan kata kiasan atau metafora
  • Menggunakan kata kerja transitif dan intransitif
  • Menggunakan kata benda, sifat, frasa, atau klausa
  • Menggunakan kata penghubung penanda urutan waktu

Sumber:

  1. Teks Narasi – Pengertian, Ciri, Struktur, Jenis, dan Unsur. zenius.net
  2. Teks Narasi: Ciri-ciri, Unsur, Jenis, Struktur, dan Cara … – detikcom. detik.com
  3. Teks Narasi Adalah: Pengertian, Struktur, Ciri, Jenis, Unsur … – detikcom. detik.com
  4. Pengertian, Ciri, Unsur, Kaidah Kebahasaan Teks / Paragraf Narasi. inirumahpintar.com
  5. Teks Narasi: Pengertian, Tujuan, Ciri-Ciri, Struktur, dan Contoh – Xerpihan. xerpihan.id
Posted in Ragam

Artikel Lainnya