Menu Tutup

Cultural Shock: Pengertian, Gejala, Tahapan, dan Cara Mengtasinya

Cultural shock adalah pengalaman yang dialami oleh seseorang ketika ia pindah ke lingkungan budaya yang berbeda dari yang biasa ia tempati. Hal ini dapat menimbulkan perasaan tidak nyaman, bingung, atau cemas karena harus menyesuaikan diri dengan cara hidup yang baru. Cultural shock adalah reaksi normal terhadap perubahan yang drastis dan tidak terduga. Cultural shock dapat terjadi ketika seseorang pindah ke kota atau negara lain, atau ketika ia mengunjungi atau tinggal di tempat yang memiliki budaya yang sangat berbeda dari miliknya.

Bagaimana Gejala dan Tahapan Cultural Shock?

Gejala dan tahapan cultural shock bervariasi untuk setiap individu, tergantung pada seberapa besar perbedaan antara budaya asal dan tujuan, seberapa lama durasi tinggal di tempat baru, seberapa banyak dukungan sosial yang dimiliki, dan seberapa terbuka sikapnya terhadap perbedaan budaya. Namun, secara umum, ada lima tahapan cultural shock yang dapat diidentifikasi, yaitu:

  • Tahap Bulan Madu: Tahap ini terjadi pada minggu-minggu pertama di tempat baru, di mana segala sesuatu tampak menarik, menantang, dan menyenangkan. Seseorang merasa antusias dan penasaran untuk menjelajahi budaya baru dan berinteraksi dengan orang-orang lokal. Seseorang cenderung melihat persamaan daripada perbedaan antara budaya asal dan tujuan.
  • Tahap Frustrasi: Tahap ini terjadi ketika seseorang mulai menghadapi kesulitan-kesulitan sehari-hari di tempat baru. Seseorang mungkin merasa kesal, marah, sedih, atau tidak kompeten karena tidak bisa berkomunikasi dengan baik, tidak mengerti aturan-aturan sosial, tidak menyukai makanan atau iklim lokal, atau merasa diskriminasi atau tidak diterima oleh orang-orang lokal. Seseorang cenderung melihat perbedaan daripada persamaan antara budaya asal dan tujuan. Rindu rumah juga sering muncul pada tahap ini.
  • Tahap Penyesuaian: Tahap ini terjadi ketika seseorang mulai merasa lebih baik karena sudah mulai memahami dan menerima budaya baru. Seseorang mungkin sudah bisa berbicara bahasa lokal dengan lebih lancar, mengenal teman-teman baru, menemukan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan, dan menyesuaikan diri dengan gaya hidup lokal. Seseorang cenderung melihat sisi positif daripada negatif dari budaya baru.
  • Tahap Kenikmatan: Tahap ini terjadi ketika seseorang sudah merasa nyaman dan bahagia di tempat baru. Seseorang mungkin sudah merasa memiliki ikatan dengan budaya baru dan orang-orang lokal. Seseorang mungkin sudah bisa menikmati humor, seni, musik, atau tradisi lokal. Seseorang cenderung melihat kekayaan dan keragaman daripada kesenjangan dan konflik antara budaya asal dan tujuan.
  • Tahap Kembali: Tahap ini hanya dialami oleh mereka yang kembali ke negara asal setelah tinggal lama di tempat baru. Seseorang mungkin merasa kaget atau tidak nyaman karena harus menyesuaikan diri lagi dengan budaya asal yang mungkin sudah berubah selama ia pergi. Seseorang mungkin merasa tidak cocok atau tidak dihargai oleh keluarga atau teman-teman lama. Seseorang cenderung merindukan budaya dan orang-orang di tempat tujuan.

Bagaimana Cara Mengatasi Cultural Shock?

Cara mengatasi cultural shock berbeda-beda untuk setiap individu, tergantung pada kepribadian, sikap, dan situasinya. Namun, secara umum, ada beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak negatif dari cultural shock, yaitu:

  • Mengakui bahwa cultural shock itu ada dan normal. Jangan menyalahkan diri sendiri atau orang lain karena merasakan hal tersebut. Sadari bahwa itu adalah bagian dari proses belajar dan tumbuh sebagai manusia.
  • Mencari informasi dan pengetahuan tentang budaya baru. Bacalah buku, majalah, koran, atau situs web yang membahas tentang sejarah, geografi, politik, ekonomi, agama, seni, atau budaya populer dari tempat tujuan. Tontonlah film, acara televisi, atau video yang menampilkan kehidupan sehari-hari di tempat tujuan. Dengarkanlah musik, radio, atau podcast yang menggunakan bahasa lokal. Ikutilah kursus bahasa atau budaya yang ditawarkan oleh lembaga pendidikan atau komunitas lokal.
  • Membangun jaringan sosial dan dukungan. Carilah teman-teman baru yang berasal dari budaya yang sama atau berbeda dengan Anda. Bergabunglah dengan klub, organisasi, atau kegiatan yang sesuai dengan minat atau hobi Anda. Berpartisipasilah dalam acara-acara sosial, budaya, atau religius yang diadakan oleh orang-orang lokal. Mintalah bantuan atau nasihat dari orang-orang yang sudah berpengalaman tinggal di tempat tujuan, seperti guru, konselor, mentor, atau sesama ekspatriat.
  • Menjaga kesehatan fisik dan mental. Istirahatlah yang cukup, makanlah makanan bergizi, minumlah air bersih, olahragalah secara teratur, dan hindarilah alkohol atau obat-obatan terlarang. Jaga kebersihan diri dan lingkungan Anda. Lakukanlah hal-hal yang membuat Anda rileks dan bahagia, seperti meditasi, yoga, membaca, menulis, menggambar, mendengarkan musik, atau bermain game. Curahkanlah perasaan Anda kepada orang-orang yang Anda percayai, seperti keluarga, teman, pasangan, atau terapis.
  • Membuka diri dan bersikap positif terhadap budaya baru. Jangan menilai atau membandingkan budaya baru dengan budaya asal Anda. Cobalah untuk memahami dan menghargai perbedaan-perbedaan yang ada. Bersikaplah sopan, ramah, dan hormat terhadap orang-orang lokal. Cobalah untuk beradaptasi dengan cara hidup lokal sebisa mungkin. Nikmatilah pengalaman-pengalaman baru yang Anda dapatkan.

Kesimpulan

Cultural shock adalah pengalaman yang wajar dialami oleh seseorang ketika ia pindah ke lingkungan budaya yang berbeda dari yang biasa ia tempati. Cultural shock dapat menimbulkan perasaan tidak nyaman, bingung, atau cemas karena harus menyesuaikan diri dengan cara hidup yang baru. Cultural shock dapat dibagi menjadi lima tahapan: bulan madu, frustrasi, penyesuaian, kenikmatan, dan kembali. Cara mengatasi cultural shock berbeda-beda untuk setiap individu, namun secara umum ada beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak negatif dari cultural shock, yaitu: mengakui bahwa cultural shock itu ada dan normal; mencari informasi dan pengetahuan tentang budaya baru; membangun jaringan sosial dan dukungan; menjaga kesehatan fisik dan mental; dan membuka diri dan bersikap positif terhadap budaya baru.

Sumber:
(1) Culture Shock Meaning, Stages, and How to Overcome – Investopedia. https://www.investopedia.com/terms/c/culture-shock.asp.
(2) Culture shock – Wikipedia. https://en.wikipedia.org/wiki/Culture_shock.
(3) Culture Shock | International Students and Scholars Office. https://isso.ucsf.edu/culture-shock.
(4) Biggest Examples of Culture Shock around the world – Saurise. https://saurise.com/other/biggest-culture-shock-examples/.
(5) 18 Culture Shock Examples (2023) – Helpful Professor. https://helpfulprofessor.com/culture-shock-examples/.
(6) Culture Shock Examples and Tips You Should Know – Sojournies. https://sojournies.com/culture-shock-examples/.
(7) Culture shock Definition & Meaning – Merriam-Webster. https://www.merriam-webster.com/dictionary/culture%20shock.
(8) How to manage culture shock while living abroad | Expatica. https://www.expatica.com/living/integration/culture-shock-108735/.
(9) Coping Strategies for Culture Shock – Binghamton University. https://anthrojournal.binghamton.edu/wp-contentuploads/2011/05/COPING-STRATEGIES-FOR-CULTURE-SHOCK.pdf.
(10) How to deal with culture shock and cultural differences. https://www.epfl.ch/education/studies/en/preparation-epfl/culture-shock/.
(11) Coping with culture shock – Travel.gc.ca. https://travel.gc.ca/travelling/living-abroad/culture-shock.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya