Menu Tutup

Daftar Sultan Kerajaan Perlak: Sejarah Kesultanan Islam Tertua di Nusantara

Kerajaan Perlak, yang juga dikenal sebagai Kesultanan Peureulak, merupakan salah satu kerajaan Islam tertua di Nusantara, berlokasi di wilayah yang kini dikenal sebagai Aceh Timur, Indonesia. Berdiri pada tahun 840 Masehi, kerajaan ini memainkan peran penting dalam penyebaran Islam di Asia Tenggara. Sepanjang sejarahnya, Kerajaan Perlak dipimpin oleh sejumlah sultan yang terbagi dalam dua dinasti utama: Dinasti Syed Maulana Abdul Azis Syah dan Dinasti Johan Berdaulat. Berikut adalah daftar sultan-sultan yang pernah memerintah Kerajaan Perlak:

1. Sultan Alaiddin Syed Maulana Abdul Azis Syah (840–864 M)

Sebagai pendiri dan sultan pertama Kerajaan Perlak, Sultan Alaiddin Syed Maulana Abdul Azis Syah memulai era baru dengan mengubah nama ibu kota dari Bandar Perlak menjadi Bandar Khalifah. Beliau dikenal sebagai pemimpin yang bijaksana dan berhasil meletakkan dasar-dasar pemerintahan Islam di wilayah tersebut.

2. Sultan Alaiddin Syed Maulana Abdurrahim Syah (864–888 M)

Melanjutkan kepemimpinan ayahnya, Sultan Abdurrahim Syah berupaya memperkuat struktur pemerintahan dan memperluas pengaruh Islam di kawasan sekitar. Masa pemerintahannya ditandai dengan stabilitas politik dan perkembangan ekonomi yang signifikan.

3. Sultan Alaiddin Syed Maulana Abbas Syah (888–913 M)

Pada masa Sultan Abbas Syah, aliran Sunni mulai masuk ke Perlak, yang sebelumnya didominasi oleh aliran Syiah. Hal ini memicu ketegangan internal yang kemudian berkembang menjadi konflik antara kedua aliran tersebut.

4. Sultan Alaiddin Syed Maulana Ali Mughayat Syah (915–918 M)

Setelah periode kekosongan kekuasaan akibat konflik internal, Sultan Ali Mughayat Syah naik tahta. Namun, masa pemerintahannya yang singkat tidak mampu meredam ketegangan antara aliran Sunni dan Syiah, yang terus berlanjut hingga akhir masa pemerintahannya.

5. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul Kadir Syah Johan Berdaulat (928–932 M)

Kemenangan aliran Sunni dalam konflik internal membawa Sultan Abdul Kadir Syah dari Dinasti Johan Berdaulat ke tampuk kekuasaan. Beliau berupaya menyatukan kembali kerajaan dan memulihkan stabilitas politik yang sempat terganggu.

6. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Amin Syah Johan Berdaulat (932–956 M)

Di bawah kepemimpinannya, Kerajaan Perlak mengalami perkembangan dalam bidang pendidikan Islam dan perluasan dakwah. Beliau juga menjalin hubungan diplomatik dengan kerajaan-kerajaan tetangga untuk memperkuat posisi Perlak di kawasan tersebut.

7. Sultan Makhdum Alaiddin Abdul Malik Syah Johan Berdaulat (956–983 M)

Masa pemerintahan Sultan Abdul Malik Syah ditandai dengan konflik internal yang kembali mencuat antara aliran Sunni dan Syiah. Setelah empat tahun konflik, tercapai kesepakatan damai yang membagi wilayah Perlak menjadi dua bagian: Perlak Pesisir yang dipimpin oleh aliran Syiah dan Perlak Pedalaman yang dipimpin oleh aliran Sunni.

8. Sultan Alaiddin Syed Maulana Mahmud Syah (976–988 M)

Sebagai pemimpin Perlak Pesisir, Sultan Mahmud Syah menghadapi tantangan besar dengan adanya serangan dari Kerajaan Sriwijaya. Beliau gugur dalam pertempuran tersebut, yang kemudian menyebabkan penyatuan kembali wilayah Perlak di bawah kepemimpinan Sultan Perlak Pedalaman.

9. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ibrahim Syah Johan Berdaulat (986–1023 M)

Setelah penyatuan kembali, Sultan Ibrahim Syah memimpin Perlak dengan fokus pada pemulihan dan pembangunan pasca-konflik. Beliau berhasil mempertahankan kedaulatan Perlak dari ancaman eksternal dan memperkuat struktur pemerintahan.

10. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Mahmud Syah Johan Berdaulat (1023–1059 M)

Di bawah kepemimpinannya, Perlak mengalami stabilitas politik dan kemajuan ekonomi. Beliau juga mendorong perkembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan Islam di wilayah kerajaan.

11. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Mansur Syah Johan Berdaulat (1059–1078 M)

Sultan Mansur Syah melanjutkan upaya pendahulunya dalam memperkuat kerajaan. Beliau dikenal sebagai pemimpin yang adil dan bijaksana, serta berhasil menjaga hubungan baik dengan kerajaan-kerajaan tetangga.

12. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdullah Syah Johan Berdaulat (1078–1109 M)

Masa pemerintahannya ditandai dengan perkembangan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Beliau juga mendorong perdagangan dan menjadikan Perlak sebagai pusat perdagangan yang penting di kawasan tersebut.

13. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ahmad Syah Johan Berdaulat (1109–1135 M)

Sultan Ahmad Syah fokus pada pengembangan pendidikan dan dakwah Islam. Beliau mendirikan beberapa lembaga pendidikan yang menjadi pusat pembelajaran Islam di wilayah tersebut.

14. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Mahmud Syah Johan Berdaulat

Kerajaan Perlak merupakan salah satu kerajaan Islam penting dalam sejarah Nusantara. Kepemimpinan dari para sultan yang bijaksana berperan besar dalam penyebaran Islam dan stabilitas politik di wilayah ini, serta memberikan kontribusi dalam perkembangan pendidikan dan diplomasi di Asia Tenggara.

Posted in Sejarah

Artikel Lainnya