Pengertian DI/TII
DI/TII (Darul Islam / Tentara Islam Indonesia) merupakan sebuah gerakan atau perkumpulan organisasi yang berjuang atas nama Umat Islam yang ada di seluruh Indonesia. Nama NII merupakan kependekan dari Negara Islam Indonesia dan kemudian banyak orang yang mengenalnya dengan nama Darul islam atau yang biasa dikenal dengan nama DI. Arti kata darul Islam itu sendiri ialah Rumah Islam. Jadi kesimpulan dari organisasi DI/TII adalah tempat atau wadah bagi umat islam yang ada di Indonesia untuk menyampaikan pendapat-pendapat mereka, supaya pendapat-pendapat tersebut bisa tertampung dan dapat terorganisir sehingga berguna bagi umat islam di Indonesia1.
Latar Belakang DI/TII
Latar belakang munculnya gerakan DI/TII dapat dilihat dari beberapa aspek, antara lain:
- Aspek sejarah: Gerakan DI/TII muncul pada masa awal kemerdekaan Indonesia, ketika negara masih menghadapi berbagai tantangan dan masalah, seperti penjajahan Belanda, pemberontakan komunis, perpecahan wilayah, dan krisis ekonomi. Dalam situasi yang tidak stabil ini, beberapa kelompok Islam merasa tidak puas dengan sistem pemerintahan yang dianut oleh Republik Indonesia, yaitu Pancasila. Mereka menginginkan agar negara berdasarkan pada syariat Islam dan hukum-hukum yang bersumber dari Al-Quran dan Hadits. Oleh karena itu, mereka membentuk gerakan politik yang bertujuan untuk mendirikan Negara Islam Indonesia2.
- Aspek ideologi: Gerakan DI/TII dipengaruhi oleh ideologi Islamisme, yaitu paham yang menganggap bahwa Islam adalah agama yang sempurna dan universal, yang harus diterapkan dalam semua aspek kehidupan, termasuk politik, sosial, ekonomi, dan budaya. Ideologi ini menolak segala bentuk pluralisme, demokrasi, nasionalisme, dan sekularisme, yang dianggap bertentangan dengan ajaran Islam. Ideologi ini juga mengutamakan jihad sebagai cara untuk menegakkan kebenaran dan keadilan2.
- Aspek sosial: Gerakan DI/TII mendapat dukungan dari sebagian masyarakat yang merasa terpinggirkan dan tertindas oleh pemerintah pusat. Mereka merasa bahwa pemerintah tidak memberikan perhatian dan perlindungan yang cukup kepada mereka, terutama dalam hal kesejahteraan, pendidikan, kesehatan, dan keamanan. Mereka juga merasa bahwa pemerintah tidak menghormati hak-hak mereka sebagai warga negara yang beragama Islam. Oleh karena itu, mereka bergabung dengan gerakan DI/TII sebagai bentuk protes dan perlawanan2.
Pemberontakan DI/TII
Gerakan DI/TII tidak hanya melakukan propaganda dan dakwah untuk menyebarkan ide-ide mereka, tetapi juga melakukan pemberontakan bersenjata terhadap pemerintah Republik Indonesia. Pemberontakan ini terjadi di beberapa wilayah di Indonesia, antara lain:
- Jawa Barat: Pemberontakan ini dipimpin oleh Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo, yang merupakan pendiri Negara Islam Indonesia. Pada tanggal 7 Agustus 1949, ia mendeklarasikan berdirinya Negara Islam Indonesia di Desa Cisampah, Tasikmalaya. Ia juga membentuk Tentara Islam Indonesia (TII) sebagai pasukan militer negaranya. Pemberontakan ini berlangsung hingga tahun 1962, ketika Kartosoewirjo ditangkap oleh TNI dan dieksekusi mati23.
- Sulawesi Selatan: Pemberontakan ini dipimpin oleh Abdul Kahar Muzakkar, yang merupakan salah satu tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia menolak pengakuan kedaulatan Republik Indonesia Serikat (RIS) oleh Belanda pada tahun 1949, dan memproklamasikan berdirinya Negara Islam Indonesia di Sulawesi Selatan pada tahun 1951. Ia juga membentuk Tentara Islam Indonesia (TII) sebagai pasukan militer negaranya. Pemberontakan ini berlangsung hingga tahun 1965, ketika Kahar Muzakkar tewas dalam pertempuran dengan TNI2.
- Aceh: Pemberontakan ini dipimpin oleh Daud Beureueh, yang merupakan salah satu tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia menolak penggabungan Aceh ke dalam Republik Indonesia Serikat (RIS) pada tahun 1949, dan memproklamasikan berdirinya Negara Islam Indonesia di Aceh pada tahun 1953. Ia juga membentuk Tentara Islam Indonesia (TII) sebagai pasukan militer negaranya. Pemberontakan ini berlangsung hingga tahun 1962, ketika Daud Beureueh menyerah kepada pemerintah Republik Indonesia2.
- Kalimantan Selatan: Pemberontakan ini dipimpin oleh Ibnu Hadjar, yang merupakan salah satu tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia menolak penggabungan Kalimantan Selatan ke dalam Republik Indonesia Serikat (RIS) pada tahun 1949, dan memproklamasikan berdirinya Negara Islam Indonesia di Kalimantan Selatan pada tahun 1950. Ia juga membentuk Tentara Islam Indonesia (TII) sebagai pasukan militer negaranya. Pemberontakan ini berlangsung hingga tahun 1957, ketika Ibnu Hadjar ditangkap oleh TNI2.
Dampak DI/TII
Gerakan DI/TII memiliki dampak yang cukup besar bagi sejarah dan perkembangan Indonesia, antara lain:
- Dampak politik: Gerakan DI/TII mengancam kedaulatan dan keutuhan wilayah Republik Indonesia, yang baru saja merdeka dari penjajahan Belanda. Gerakan ini juga menimbulkan konflik dan pertempuran antara pemerintah pusat dan pemberontak DI/TII, yang mengorbankan banyak nyawa dan harta benda. Gerakan ini juga mempengaruhi sikap dan kebijakan pemerintah terhadap masalah-masalah yang berkaitan dengan agama, seperti hubungan antar umat beragama, peran agama dalam negara, dan perlindungan hak-hak minoritas2.
- Dampak sosial: Gerakan DI/TII menyebabkan terjadinya perpecahan dan permusuhan antara masyarakat yang mendukung dan menentang gerakan tersebut. Gerakan ini juga menimbulkan trauma dan ketakutan bagi masyarakat yang menjadi korban atau saksi kekerasan yang dilakukan oleh pemberontak DI/TII. Gerakan ini juga menghambat proses pembangunan dan modernisasi di daerah-daerah yang menjadi basis gerakan tersebut2.
- Dampak budaya: Gerakan DI/TII mempengaruhi pandangan dan sikap masyarakat terhadap nilai-nilai keislaman, baik yang positif maupun negatif. Di satu sisi, gerakan ini meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap ajaran Islam, serta menginspirasi beberapa gerakan Islam lainnya yang lebih moderat dan toleran. Di sisi lain, gerakan ini juga menimbulkan kesalahpahaman dan prasangka buruk terhadap Islam, serta menimbulkan stigma negatif terhadap kelompok-kelompok Islam yang radikal dan ekstremis2.
Kesimpulan
DI/TII adalah gerakan politik yang berjuang untuk mendirikan Negara Islam Indonesia di beberapa wilayah di Indonesia. Gerakan ini muncul karena adanya ketidakpuasan terhadap sistem pemerintahan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila, serta pengaruh ideologi Islamisme yang menolak pluralisme dan demokrasi. Gerakan ini melakukan pemberontakan bersenjata terhadap pemerintah pusat, yang berlangsung selama beberapa tahun dengan korban jiwa dan materi yang besar. Gerakan ini memiliki dampak politik, sosial, dan budaya yang signifikan bagi sejarah dan perkembangan Indonesia.
Sumber:
(1) DI TII : Pengertian, Latar Belakang, Pemberontakan, Tujuan, Kepanjangan. https://ppkn.co.id/di-tii/.
(2) Darul Islam (Indonesia) – Wikipedia. https://en.wikipedia.org/wiki/Darul_Islam_%28Indonesia%29.
(3) Sejarah Pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia di … – detikcom. https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5733286/sejarah-pemberontakan-darul-islamtentara-islam-indonesia-di-jawa-barat.
(4) Sejarah Pemberontakan DI/TII dan Latar Belakangnya – SINDOnews. https://nasional.sindonews.com/read/861957/14/sejarah-pemberontakan-ditii-dan-latar-belakangnya-1661029682.