Cacar adalah salah satu penyakit menular yang paling mematikan dalam sejarah umat manusia. Penyakit ini telah menyebabkan kematian jutaan orang di seluruh dunia selama berabad-abad.
Pada abad ke-18, seorang dokter dan ilmuwan Inggris bernama Edward Jenner menemukan vaksin cacar. Penemuan ini merupakan salah satu penemuan medis terpenting dalam sejarah, dan telah menyelamatkan jutaan nyawa di seluruh dunia.
Masa kecil dan pendidikan Jenner
Edward Jenner lahir di Berkeley, Gloucestershire, Inggris pada 17 Mei 1749. Ia adalah anak bungsu dari delapan bersaudara. Ayahnya adalah seorang pendeta, dan ibunya adalah seorang wanita terpelajar.
Jenner bersekolah di Katharine Lady Berkeley’s School, sebuah sekolah khusus perempuan di Berkeley. Setelah lulus dari sekolah, Jenner magang kepada ahli bedah Daniel Ludlow di Sudbury, dekat Bristol.
Pada usia 21 tahun, Jenner pindah ke London untuk melanjutkan pendidikannya di St George’s University of London. Di London, Jenner belajar tentang berbagai bidang kedokteran, termasuk bedah, penyakit menular, dan ilmu alam.
Penemuan vaksin cacar
Jenner tertarik pada penyakit cacar sejak kecil. Ia memperhatikan bahwa orang-orang yang bekerja dengan sapi, seperti para pemerah susu, sering kali tidak terkena cacar.
Jenner menduga bahwa orang-orang tersebut memiliki kekebalan terhadap cacar karena mereka pernah menderita penyakit cowpox, yang mirip dengan cacar tetapi tidak berbahaya.
Pada tahun 1796, Jenner melakukan eksperimen yang membuktikan dugaannya. Ia menyuntik seorang anak laki-laki bernama James Phipps dengan cairan yang diambil dari lesi cowpox pada tangan seorang pemerah susu.
Beberapa minggu kemudian, Jenner menyuntikkan Phipps dengan cairan yang diambil dari lesi cacar pada seorang pasien. Phipps tidak terkena cacar, yang membuktikan bahwa ia telah mengembangkan kekebalan terhadap penyakit tersebut.
Dampak penemuan vaksin cacar
Penemuan vaksin cacar oleh Jenner merupakan salah satu penemuan medis terpenting dalam sejarah. Vaksin cacar telah menyelamatkan jutaan nyawa di seluruh dunia.
Vaksin cacar juga telah membantu mengurangi penyebaran cacar, yang merupakan penyakit yang sangat menular dan berbahaya.
Pada tahun 1980, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa cacar telah diberantas secara global. Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran vaksin cacar yang ditemukan oleh Edward Jenner.
Kesimpulan
Edward Jenner adalah seorang ilmuwan dan dokter yang berjasa besar bagi umat manusia. Penemuan vaksin cacar oleh Jenner telah membantu menyelamatkan jutaan nyawa dan mengurangi penyebaran penyakit cacar.
Jenner adalah seorang visioner yang telah mengubah dunia dengan penemuannya. Vaksin cacar telah menjadi model bagi pengembangan vaksin-vaksin lainnya, dan telah menyelamatkan jutaan nyawa di seluruh dunia.