Cuaca adalah keadaan udara di atmosfer pada waktu dan tempat tertentu yang sifatnya tidak menentu dan berubah-ubah. Cuaca dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang bersifat fisik maupun kimia. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah:
- Radiasi matahari. Radiasi matahari adalah sumber energi utama yang memanaskan bumi dan atmosfer. Radiasi matahari yang sampai ke permukaan bumi bervariasi tergantung pada sudut datangnya, waktu, musim, dan lintang. Daerah yang mendapat radiasi matahari lebih banyak akan memiliki suhu udara yang lebih tinggi, dan sebaliknya. Radiasi matahari juga memicu proses siklus air, yaitu penguapan, kondensasi, dan presipitasi.
- Suhu udara. Suhu udara adalah derajat panas atau dinginnya udara di suatu tempat. Suhu udara dipengaruhi oleh radiasi matahari, ketinggian tempat, jarak dari laut, arah angin, dan tutupan awan. Suhu udara yang tinggi akan menyebabkan udara mengembang dan naik, sehingga menurunkan tekanan udara. Suhu udara yang rendah akan menyebabkan udara menyusut dan turun, sehingga meningkatkan tekanan udara.
- Tekanan udara. Tekanan udara adalah berat udara yang menekan suatu permukaan. Tekanan udara dipengaruhi oleh suhu udara, ketinggian tempat, dan kelembapan udara. Tekanan udara yang tinggi menunjukkan udara yang padat dan stabil, sedangkan tekanan udara yang rendah menunjukkan udara yang renggang dan tidak stabil. Perbedaan tekanan udara antara satu tempat dengan tempat lain akan menyebabkan terjadinya angin.
- Angin. Angin adalah pergerakan udara dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah. Angin dipengaruhi oleh perbedaan tekanan udara, gaya Coriolis, gesekan permukaan, dan bentuk topografi. Angin yang bertiup di permukaan bumi disebut angin permukaan, sedangkan angin yang bertiup di atas permukaan bumi disebut angin ketinggian. Angin yang bertiup secara horizontal disebut angin zonal, sedangkan angin yang bertiup secara vertikal disebut angin meridional. Angin yang bertiup secara berkala disebut angin musiman, sedangkan angin yang bertiup secara konstan disebut angin pasat. Angin yang bertiup secara lokal disebut angin lokal, seperti angin darat, angin laut, angin gunung, dan angin lembah.
- Kelembapan udara. Kelembapan udara adalah kandungan uap air dalam udara. Kelembapan udara dipengaruhi oleh suhu udara, tekanan udara, dan sumber uap air. Kelembapan udara yang tinggi menunjukkan udara yang lembab, sedangkan kelembapan udara yang rendah menunjukkan udara yang kering. Kelembapan udara yang berlebihan akan menyebabkan terjadinya kondensasi, yaitu perubahan uap air menjadi titik-titik air. Kondensasi akan membentuk awan, kabut, embun, atau salju.
- Awan. Awan adalah kumpulan titik-titik air atau kristal es yang terbentuk di atmosfer akibat kondensasi uap air. Awan dipengaruhi oleh suhu udara, tekanan udara, kelembapan udara, dan angin. Awan memiliki bentuk, warna, dan ketinggian yang berbeda-beda. Awan yang berada di ketinggian rendah disebut awan rendah, seperti stratus, cumulus, dan nimbus. Awan yang berada di ketinggian menengah disebut awan menengah, seperti altostratus, altocumulus, dan nimbostratus. Awan yang berada di ketinggian tinggi disebut awan tinggi, seperti cirrus, cirrostratus, dan cirrocumulus. Awan yang memiliki ketinggian yang bervariasi disebut awan vertikal, seperti cumulonimbus dan castellanus. Awan yang memiliki bentuk khusus disebut awan khusus, seperti lenticularis, mammatus, pileus, dan kelvin-helmholtz.
- Hujan. Hujan adalah presipitasi air yang jatuh dari awan ke permukaan bumi dalam bentuk tetesan air. Hujan dipengaruhi oleh suhu udara, tekanan udara, kelembapan udara, dan angin. Hujan terjadi karena adanya proses pendinginan udara yang menyebabkan titik-titik air atau kristal es di awan menjadi cukup besar dan berat untuk jatuh ke bawah. Hujan yang jatuh di permukaan bumi dapat berupa hujan air, hujan salju, hujan es, atau hujan asam.
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa cuaca terjadi karena adanya interaksi antara berbagai faktor yang memengaruhi keadaan udara di atmosfer. Cuaca dapat berubah-ubah dalam waktu yang singkat atau lama, tergantung pada kondisi faktor-faktor tersebut. Cuaca juga dapat memengaruhi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya, baik secara positif maupun negatif. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami dan mengamati cuaca, serta beradaptasi dengan perubahan cuaca yang terjadi.