Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan rahmat bagi umat Islam. Di bulan ini, umat Islam diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Selain itu, bulan Ramadhan juga merupakan bulan turunnya Al-Quran, kitab suci umat Islam.
Bulan Ramadhan ditentukan berdasarkan perhitungan kalender Hijriah, yaitu kalender yang mengikuti siklus bulan. Satu tahun Hijriah terdiri dari 12 bulan, dan setiap bulannya memiliki 29 atau 30 hari. Jadi, satu tahun Hijriah rata-rata memiliki 354 atau 355 hari.
Sementara itu, kalender Masehi yang umum digunakan di dunia adalah kalender yang mengikuti siklus matahari. Satu tahun Masehi terdiri dari 12 bulan, dan setiap bulannya memiliki 28, 29, 30, atau 31 hari. Jadi, satu tahun Masehi rata-rata memiliki 365 atau 366 hari.
Karena perbedaan jumlah hari antara kalender Hijriah dan Masehi, maka setiap tahunnya bulan Ramadhan akan mundur sekitar 10 atau 11 hari jika dibandingkan dengan kalender Masehi. Hal ini menyebabkan bulan Ramadhan bisa jatuh di berbagai musim dan waktu sepanjang tahun.
Namun, apakah Anda tahu bahwa ada fenomena langka yang akan terjadi pada tahun 2030? Fenomena tersebut adalah bulan Ramadhan akan jatuh dua kali dalam satu tahun Masehi. Bagaimana bisa?
Menurut peneliti Pusat Sains dan Antariksa Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Andi Pangerang1, pada tahun 2030 nanti fase bulan baru awal Ramadhan akan terjadi pada tanggal 4 Januari pukul 09.49.23 WIB (1451 H) dan tanggal 25 Desember pukul 00.32.04 WIB (1452 H). Sehingga, 1 Ramadhan 1451 H akan jatuh pada tanggal 5 Januari 2030 dan 1 Ramadhan 1452 H akan jatuh pada tanggal 26 Desember 20301.
Hal ini berarti bahwa umat Islam akan menjalani ibadah puasa Ramadhan dua kali dalam satu tahun Masehi, yaitu pada awal dan akhir tahun. Selain itu, umat Islam juga akan merayakan dua kali Idul Fitri dalam satu tahun Masehi, yaitu pada awal Februari dan akhir Januari.
Fenomena ini bukanlah hal yang baru bagi umat Islam. Sebelumnya, fenomena serupa juga pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, misalnya pada tahun 1965 dan 19971. Pada tahun 1965, bulan Ramadhan jatuh pada tanggal 13 Januari dan tanggal 3 Desember. Pada tahun 1997, bulan Ramadhan jatuh pada tanggal 11 Januari dan tanggal 31 Desember2.
Fenomena ini terjadi karena adanya selisih antara jumlah hari dalam satu tahun Hijriah dan Masehi. Jika dibagi dengan selisih tersebut, maka setiap 32 atau 33 tahun sekali bulan Ramadhan akan jatuh dua kali dalam satu tahun Masehi1. Fenomena ini diperkirakan akan terjadi lagi pada tahun-tahun mendatang, misalnya pada tahun 20633.
Fenomena ini menunjukkan keajaiban dan keindahan dari perhitungan kalender Islam yang berdasarkan siklus bulan. Dengan demikian, umat Islam bisa merasakan ibadah puasa Ramadhan di berbagai musim dan waktu sepanjang hidupnya.
Sumber:
(1) Tahun 2030 Bulan Ramadhan Akan Berlangsung 2 Kali, Ini Penjelasan LIPI. https://www.kompas.com/tren/read/2021/05/03/160000265/tahun-2030-bulan-ramadhan-akan-berlangsung-2-kali-ini-penjelasan-lipi.
(2) Tahun 2030 Umat Islam Rayakan 2 Kali Ramadhan dalam Setahun, Ini …. https://www.kompas.com/wiken/read/2022/04/17/150200381/tahun-2030-umat-islam-rayakan-2-kali-ramadhan-dalam-setahun-ini.
(3) Fenomena Langka, Tahun 2030 Umat Islam Akan Temui 2 Kali Ramadhan. https://sains.sindonews.com/read/745839/766/fenomena-langka-tahun-2030-umat-islam-akan-temui-2-kali-ramadhan-1650197081.
(4) 2030, Umat Islam Rayakan 2 Kali Ramadhan dan Idul Fitri, Kok Bisa?. https://www.kompas.com/sains/read/2021/05/13/200000223/2030-umat-islam-rayakan-2-kali-ramadhan-dan-idul-fitri-kok-bisa.
(5) Masya Allah, Di 2030 Ramadhan Berlangsung 2 Kali Setahun – detikInet. https://inet.detik.com/science/d-5554873/masya-allah-di-2030-ramadhan-berlangsung-2-kali-setahun.
(6) undefined. https://t.me/kompascomupdate.