Hewan-hewan darat memiliki berbagai cara untuk bergerak di permukaan tanah, mulai dari berjalan, melompat, berlari, merayap, hingga merangkak. Metode gerak yang digunakan oleh hewan darat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti bentuk dan jumlah kaki, struktur dan fungsi rangka, jenis dan kekuatan otot, serta massa dan bentuk tubuh. Artikel ini akan mengulas faktor-faktor tersebut secara rinci.
Bentuk dan Jumlah Kaki
Kaki adalah organ utama yang digunakan hewan darat untuk bergerak. Bentuk dan jumlah kaki bervariasi sesuai dengan jenis dan kebutuhan hewan. Secara umum, kaki hewan darat dapat dibedakan menjadi dua jenis utama:
- Kaki Berujung Jari (Digitigrade): Kaki jenis ini hanya menyentuh tanah dengan ujung jari. Contoh hewan yang memiliki kaki berujung jari adalah kucing, anjing, dan kuda. Kaki berujung jari memungkinkan hewan untuk bergerak dengan cepat dan lincah karena mengurangi luas permukaan kaki yang bersentuhan dengan tanah, sehingga mengurangi hambatan.
- Kaki Berujung Telapak (Plantigrade): Kaki jenis ini menyentuh tanah dengan seluruh telapak kaki. Contoh hewan yang memiliki kaki berujung telapak adalah manusia, beruang, dan tikus. Kaki berujung telapak memberikan stabilitas dan kekuatan lebih saat bergerak, meskipun kecepatan gerak mungkin lebih rendah dibandingkan kaki berujung jari.
Jumlah kaki yang dimiliki oleh hewan darat juga bervariasi, mulai dari dua (seperti pada manusia dan burung), empat (seperti pada mamalia dan reptil), hingga ratusan kaki (seperti pada serangga dan cacing). Hewan dengan lebih banyak kaki biasanya memiliki gerakan yang lebih stabil dan fleksibel, meskipun kecepatan geraknya bisa lebih lambat.
Struktur dan Fungsi Rangka
Rangka adalah kerangka yang menopang dan melindungi tubuh hewan, serta membantu dalam gerakan. Rangka hewan darat dapat dibedakan menjadi dua jenis utama:
- Rangka Dalam (Endoskeleton): Rangka ini terletak di dalam tubuh hewan dan tersusun dari tulang dan/atau tulang rawan. Contoh hewan yang memiliki rangka dalam adalah mamalia, reptil, dan amfibi. Rangka dalam memberikan kekuatan dan kekakuan pada tubuh, serta memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan hewan.
- Rangka Luar (Exoskeleton): Rangka ini terletak di luar tubuh hewan dan tersusun dari zat keras seperti kitin, kalsium karbonat, atau silika. Contoh hewan yang memiliki rangka luar adalah serangga, krustasea, dan moluska. Rangka luar memberikan perlindungan dan penyangga pada tubuh, serta memungkinkan adaptasi dengan lingkungan.
Jenis dan Kekuatan Otot
Otot adalah jaringan yang dapat berkontraksi dan berelaksasi untuk menggerakkan bagian tubuh. Otot bekerja bersama dengan tulang untuk membentuk sistem gerak pada hewan darat. Ada dua jenis utama otot pada hewan darat:
- Otot Lurik (Skeletal Muscle): Otot ini melekat pada tulang dan berfungsi menggerakkan rangka. Otot lurik bersifat sukarela, artinya gerakannya dikendalikan oleh kesadaran hewan. Contoh otot lurik adalah otot bisep, trisep, dan paha. Otot lurik memiliki pola bergaris-garis (striated) karena serabut-serabut otot tersusun secara teratur.
- Otot Polos (Smooth Muscle): Otot ini terdapat pada organ-organ dalam tubuh dan berfungsi menggerakkan zat cair atau padat di dalam tubuh. Otot polos bersifat tidak sukarela, artinya gerakannya tidak dikendalikan oleh kesadaran hewan. Contoh otot polos adalah otot usus, lambung, dan pembuluh darah. Otot polos tidak memiliki pola bergaris-garis dan memiliki bentuk seperti gelendong yang tersusun secara acak.
Kekuatan otot dipengaruhi oleh ukuran dan jumlah serabut otot, jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi, serta latihan dan aktivitas fisik yang dilakukan oleh hewan. Hewan yang lebih aktif dan memiliki diet yang baik cenderung memiliki otot yang lebih kuat.
Massa dan Bentuk Tubuh
Massa dan bentuk tubuh mempengaruhi gerakan hewan di darat. Massa tubuh adalah berat tubuh hewan, sedangkan bentuk tubuh mencakup panjang, lebar, dan tinggi tubuh. Faktor-faktor yang mempengaruhi massa dan bentuk tubuh antara lain:
- Jenis dan Jumlah Makanan: Makanan adalah sumber energi dan nutrisi yang menentukan massa dan bentuk tubuh hewan. Semakin baik dan banyak makanan yang dikonsumsi, semakin besar massa tubuh hewan.
- Genetika dan Hormon: Faktor bawaan ini menentukan pertumbuhan dan perkembangan tubuh hewan. Genetika mengandung informasi yang diwariskan dari orang tua, sedangkan hormon mengatur berbagai proses fisiologis dalam tubuh.
- Adaptasi dan Evolusi: Proses adaptasi dan evolusi membantu hewan menyesuaikan diri dengan lingkungan dan kebutuhan hidupnya. Adaptasi adalah perubahan jangka pendek pada individu, sementara evolusi adalah perubahan jangka panjang pada populasi.
Secara umum, hewan dengan massa tubuh lebih kecil dan bentuk tubuh ramping dapat bergerak lebih cepat dan lincah, tetapi memiliki daya tahan yang lebih rendah. Sebaliknya, hewan dengan massa tubuh lebih besar dan bentuk tubuh besar dapat bergerak lebih lambat tetapi memiliki daya tahan yang lebih tinggi.
Adaptasi dan Evolusi
Adaptasi dan evolusi memungkinkan hewan untuk bertahan hidup di berbagai lingkungan dan kondisi. Proses ini mempengaruhi berbagai aspek gerakan hewan di darat, seperti bentuk dan jumlah kaki, struktur dan fungsi rangka, jenis dan kekuatan otot, serta massa dan bentuk tubuh. Beberapa contoh adaptasi dan evolusi gerak hewan di darat antara lain:
- Kuda: Memiliki kaki berujung jari yang panjang dan ramping, serta tulang-tulang yang ringan dan kuat. Kuda juga memiliki otot-otot besar dan kuat pada paha dan bokong. Adaptasi ini memungkinkan kuda untuk bergerak cepat dan jauh di darat.
- Gajah: Memiliki kaki berujung telapak yang besar dan tebal, serta tulang-tulang yang besar dan kokoh. Gajah juga memiliki otot-otot besar dan kuat pada seluruh tubuh. Adaptasi ini memungkinkan gajah untuk bergerak dengan stabil dan kuat di darat meskipun memiliki massa tubuh besar.
- Kanguru: Memiliki kaki belakang yang panjang dan kuat, serta tulang-tulang yang fleksibel dan elastis. Kanguru juga memiliki otot-otot besar dan kuat pada kaki belakang dan ekornya. Adaptasi ini memungkinkan kanguru untuk bergerak dengan melompat-lompat di darat, dengan jarak lompatan yang dapat mencapai 9 meter.
- Ular: Tidak memiliki kaki, tetapi memiliki tulang-tulang yang banyak dan kecil, serta otot-otot panjang dan tipis. Ular juga memiliki tubuh yang ramping dan licin. Adaptasi ini memungkinkan ular untuk bergerak dengan merayap atau melilit di darat, dengan cara menggeliat-geliatkan tubuhnya.
Dengan berbagai adaptasi ini, hewan-hewan darat mampu beradaptasi dan bergerak efisien di lingkungan mereka masing-masing. Adaptasi dan evolusi yang terjadi selama ribuan tahun membuat setiap spesies hewan memiliki cara gerak yang optimal sesuai dengan kebutuhan dan habitatnya.
Sumber:
(1) Sistem Gerak Hewan di Darat dan Udara – Adjar. https://adjar.grid.id
(2) Sistem Gerak pada Hewan: Air, Udara, serta Hewan di Daratan – Adjar. https://adjar.grid.id/
(3) Organ Gerak Hewan di Air, Darat, dan Udara – Kompas.com. https://www.kompas.com/
(4) Sistem Gerak pada Hewan di Darat, Air dan Udara – YouTube. https://www.youtube.com/watch?v=MqgyDyuL3D4.
(5) Gerak Hewan Di Darat – Homecare24. https://homecare24.id/gerak-hewan-di-darat/.
(6) Hewan-hewan darat akan memanfaatkan hal-halberikut… – Roboguru. https://roboguru.ruangguru.com/