Obligasi adalah salah satu instrumen investasi yang populer di pasar modal. Obligasi adalah surat utang jangka menengah atau panjang yang diterbitkan oleh pihak yang membutuhkan dana, seperti pemerintah atau perusahaan swasta. Dengan membeli obligasi, investor menjadi kreditur yang berhak mendapatkan imbalan berupa bunga (kupon) secara berkala dan pokok utang pada saat jatuh tempo1.
Jenis Obligasi
Obligasi dapat diklasifikasikan berdasarkan berbagai kriteria, seperti penerbit, kupon, jatuh tempo, risiko, dan fitur tambahan. Berikut adalah beberapa jenis obligasi yang umum ditemui di pasar:
- Obligasi pemerintah: Obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah untuk membiayai kegiatan negara, seperti pembangunan infrastruktur, pembayaran utang, atau defisit anggaran. Obligasi pemerintah dianggap sebagai investasi yang aman karena memiliki risiko gagal bayar yang rendah. Contoh obligasi pemerintah adalah Surat Utang Negara (SUN) atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)2.
- Obligasi korporasi: Obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan swasta untuk mendapatkan modal kerja, ekspansi bisnis, akuisisi, atau restrukturisasi. Obligasi korporasi memiliki risiko gagal bayar yang lebih tinggi daripada obligasi pemerintah, tetapi juga menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi. Contoh obligasi korporasi adalah PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), atau PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)3.
- Obligasi kupon tetap: Obligasi yang memberikan bunga dengan tingkat yang tetap sepanjang masa berlaku obligasi. Bunga ini biasanya dibayarkan setiap bulan, triwulan, semesteran, atau tahunan. Contoh obligasi kupon tetap adalah SUN seri FR0078 dengan kupon 6% per tahun4.
- Obligasi kupon mengambang: Obligasi yang memberikan bunga dengan tingkat yang berubah-ubah sesuai dengan indeks acuan tertentu, seperti BI Rate, LIBOR, atau inflasi. Bunga ini biasanya dibayarkan setiap bulan, triwulan, semesteran, atau tahunan. Contoh obligasi kupon mengambang adalah SUN seri FR0080 dengan kupon BI Rate + 0.5% per tahun4.
- Obligasi tanpa kupon: Obligasi yang tidak memberikan bunga sama sekali, tetapi dijual dengan harga diskon dari nilai nominalnya. Investor akan mendapatkan keuntungan dari selisih harga beli dan harga jual obligasi. Contoh obligasi tanpa kupon adalah SUN seri SPN03190529 dengan harga 97% dari nilai nominal4.
- Obligasi konversi: Obligasi yang dapat ditukar dengan saham perusahaan penerbit pada harga dan waktu tertentu. Investor akan mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga saham perusahaan penerbit. Contoh obligasi konversi adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Convertible Bond 2023 dengan harga konversi Rp 10.000 per saham5.
- Obligasi berjaminan: Obligasi yang dijamin oleh aset tertentu milik penerbit, seperti tanah, bangunan, mesin, atau piutang. Jika penerbit gagal membayar kewajibannya, investor dapat mengeksekusi aset jaminan tersebut untuk mendapatkan uangnya kembali. Contoh obligasi berjaminan adalah PT Waskita Karya Tbk (WSKT) Bond I/2017 dengan jaminan proyek tol.
- Obligasi tanpa jaminan: Obligasi yang tidak dijamin oleh aset apapun milik penerbit. Jika penerbit gagal membayar kewajibannya, investor hanya dapat mengajukan klaim kepada penerbit secara hukum tanpa ada prioritas atas aset penerbit. Contoh obligasi tanpa jaminan adalah PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Bond I/2015.
Keuntungan Investasi Obligasi
Investasi obligasi memiliki beberapa keuntungan, antara lain:
- Memberikan pendapatan tetap: Obligasi memberikan imbalan berupa bunga yang dibayarkan secara berkala, sehingga investor dapat merencanakan pengeluaran dan tabungan mereka dengan lebih mudah. Bunga obligasi juga cenderung lebih tinggi daripada bunga deposito bank1.
- Memberikan perlindungan modal: Obligasi memiliki nilai nominal yang akan dibayarkan kembali oleh penerbit pada saat jatuh tempo, sehingga investor dapat meminimalkan risiko kerugian modal. Selain itu, obligasi juga dapat dijual di pasar sekunder sebelum jatuh tempo jika investor membutuhkan uang tunai1.
- Memberikan diversifikasi portofolio: Obligasi memiliki korelasi yang rendah dengan saham, sehingga investor dapat mengurangi risiko keseluruhan portofolio mereka dengan mengalokasikan sebagian dana ke obligasi. Obligasi juga dapat memberikan stabilitas dan keseimbangan bagi portofolio yang didominasi oleh saham1.
Risiko Investasi Obligasi
Investasi obligasi juga memiliki beberapa risiko, antara lain:
- Risiko gagal bayar: Risiko ini terjadi jika penerbit tidak mampu membayar bunga atau pokok utang kepada investor sesuai dengan perjanjian. Risiko ini tergantung pada kredibilitas dan kesehatan keuangan penerbit. Biasanya, penerbit yang memiliki risiko gagal bayar yang tinggi akan memberikan imbal hasil yang tinggi pula untuk menarik investor1.
- Risiko suku bunga: Risiko ini terjadi jika terjadi perubahan suku bunga di pasar yang berdampak pada harga obligasi. Secara umum, jika suku bunga naik, harga obligasi akan turun, dan sebaliknya. Risiko ini tergantung pada durasi dan kupon obligasi. Biasanya, obligasi yang memiliki durasi dan kupon yang rendah akan lebih sensitif terhadap perubahan suku bunga1.
- Risiko likuiditas: Risiko ini terjadi jika investor kesulitan menjual obligasi di pasar sekunder karena kurangnya permintaan atau penawaran. Risiko ini tergantung pada frekuensi dan volume transaksi obligasi. Biasanya, obligasi yang jarang diperdagangkan atau memiliki jumlah emisi yang kecil akan lebih sulit dicairkan1.
Kesimpulan
Obligasi adalah salah satu instrumen investasi yang menarik bagi investor yang mencari pendapatan tetap, perlindungan modal, dan diversifikasi portofolio. Namun, investasi obligasi juga memiliki beberapa risiko yang harus dipertimbangkan, seperti risiko gagal bayar, risiko suku bunga, dan risiko likuiditas. Oleh karena itu, investor harus memilih obligasi yang sesuai dengan profil risiko, tujuan investasi, dan jangka waktu investasi mereka.
Sumber:
(1) Apa Itu Obligasi? Inilah Penjelasan Lengkapnya – Cermati.com. https://www.cermati.com/artikel/apa-itu-obligasi-inilah-penjelasan-lengkapnya.
(2) Mengenal Obligasi: Pengertian, Jenis, Contoh, dan Keuntungannya. https://money.kompas.com/read/2021/12/20/090114726/mengenal-obligasi-pengertian-jenis-contoh-dan-keuntungannya.
(3) Apa itu Obligasi? Ini Pengertian, Karakteristik & Jenisnya – OCBC NISP. https://www.ocbcnisp.com/id/Article/2021/03/22/apa-itu-obligasi.
(4) √ Investasi Obligasi, Apa Saja Keuntungannya? dan Bagaimana Cara …. https://www.finansialku.com/investasi-obligasi-apa-saja-keuntungannya-dan-bagaimana-cara-membelinya/.
(5) Apa Itu Obligasi: Pengertian, Jenis dan Bedanya Dengan Saham. https://www.cnbcindonesia.com/mymoney/20221010153312-72-378559/apa-itu-obligasi-pengertian-jenis-dan-bedanya-dengan-saham.
(6) Apa itu Obligasi? Ini Pengertian, Karakteristik & Jenisnya – OCBC NISP. https://www.ocbcnisp.com/id/Article/2021/03/22/apa-itu-obligasi.
(7) Mengenal Obligasi: Pengertian, Jenis, Contoh, dan Keuntungannya. https://money.kompas.com/read/2021/12/20/090114726/mengenal-obligasi-pengertian-jenis-contoh-dan-keuntungannya.
(8) Apa Itu Obligasi: Pengertian, Jenis dan Bedanya Dengan Saham. https://www.cnbcindonesia.com/mymoney/20221010153312-72-378559/apa-itu-obligasi-pengertian-jenis-dan-bedanya-dengan-saham.
(9) √ Investasi Obligasi, Apa Saja Keuntungannya? dan Bagaimana Cara …. https://www.finansialku.com/investasi-obligasi-apa-saja-keuntungannya-dan-bagaimana-cara-membelinya/.