Barcode atau QR code yang diterbitkan oleh aplikasi MyPertamina sering kali digunakan untuk memverifikasi pembelian BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar. Namun, beberapa pengguna melaporkan bahwa barcode mereka diblokir atau tidak dapat digunakan. Berikut beberapa alasan kenapa hal ini bisa terjadi:
1. Penyalahgunaan oleh Pihak Lain
Salah satu alasan utama pemblokiran barcode adalah karena adanya dugaan penyalahgunaan oleh oknum. Ada kasus di mana barcode MyPertamina digunakan oleh orang yang tidak berhak untuk membeli BBM bersubsidi. Ketika barcode digunakan oleh pihak lain, sistem mendeteksi anomali dan otomatis memblokirnya demi mencegah kecurangan.
2. Kuota Penggunaan Habis
Pengguna juga bisa mengalami masalah ketika barcode tidak bisa digunakan karena kuota pembelian BBM bersubsidi telah habis. Setiap pengguna memiliki kuota pembelian tertentu yang ditentukan berdasarkan data kendaraan yang terdaftar di aplikasi MyPertamina. Jika kuota ini habis, barcode tidak akan berfungsi hingga kuota diperbarui.
3. Kesalahan Teknis atau Sistem
Selain faktor penyalahgunaan dan kuota, masalah teknis atau kesalahan pada sistem aplikasi MyPertamina juga bisa menyebabkan barcode diblokir atau tidak berfungsi. Dalam situasi ini, biasanya Pertamina akan menyarankan pengguna untuk menghubungi call center mereka agar bisa dilakukan pengecekan dan reset data.
4. Perlindungan Data dan Privasi
Pertamina juga menerapkan kebijakan perlindungan data pengguna dengan ketat. Jika ada indikasi bahwa data kendaraan atau identitas pemilik barcode tidak valid atau terindikasi adanya potensi penyalahgunaan, sistem akan otomatis memblokir akses barcode tersebut sebagai langkah preventif.
Solusi Jika Barcode Diblokir
Jika barcode Anda diblokir, Anda bisa menghubungi call center Pertamina di nomor 135 untuk melakukan reset data. Anda akan diminta memberikan bukti kepemilikan kendaraan yang sesuai dengan data yang terdaftar di aplikasi.