Laut adalah bagian dari permukaan bumi yang terdiri dari air asin dan memiliki luas yang sangat besar. Laut memiliki peran penting bagi kehidupan di bumi, baik sebagai sumber daya alam, sarana transportasi, tempat wisata, maupun sebagai pengatur iklim. Laut juga memiliki keanekaragaman biota dan ekosistem yang luar biasa.
Namun, tidak semua laut memiliki karakteristik yang sama. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kondisi laut, seperti proses terjadinya, letaknya, kedalaman lautnya, cahaya yang masuk, dan biota yang hidup di dalamnya. Oleh karena itu, laut dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria berikut:
Klasifikasi Laut Berdasarkan Proses Terjadinya
Berdasarkan proses terjadinya, laut dapat dibagi menjadi tiga jenis1, yaitu:
- Laut ingresi. Laut ini terbentuk karena bagian dasarnya mengalami penurunan akibat tekanan vertikal dari dalam bumi (endogen) yang menimbulkan patahan. Tekanan ini menyebabkan laut semakin dalam. Contoh laut ingresi adalah Laut Jawa, Laut Sunda, dan Laut Banda.
- Laut regresi. Laut ini terbentuk karena adanya penyempitan atau pengangkatan daratan yang luas. Proses ini terjadi pada zaman dilluvium (pleistosen), ketika temperatur bumi dingin dan air laut membeku sehingga permukaan air laut turun sampai 60 meter. Keadaan ini menyebabkan beberapa perubahan bentuk permukaan bumi. Contoh laut regresi adalah Laut Kaspia, Laut Hitam, dan Laut Baltik.
- Laut transgresi. Laut ini terbentuk karena adanya kenaikan permukaan laut atau penurunan daratan secara perlahan sehingga laut bertambah luas. Proses ini terjadi pada masa glasial, ketika es di kutub mencair karena temperatur bumi meningkat dan menyebabkan air laut naik sampai 70 meter. Pada saat itu sebagian besar permukaan laut dunia mengalami kenaikan. Contoh laut transgresi adalah Laut Mediterania, Laut Merah, dan Laut Karibia.
Klasifikasi Laut Berdasarkan Letaknya
Berdasarkan letaknya, laut dapat dibagi menjadi tiga jenis2, yaitu:
- Laut pedalaman. Laut ini terletak di tengah benua dan tidak berhubungan langsung dengan samudra. Biasanya laut ini memiliki salinitas yang tinggi karena penguapan yang besar dan aliran sungai yang sedikit. Contoh laut pedalaman adalah Laut Kaspia, Laut Aral, dan Danau Tiberias.
- Laut tengah. Laut ini terletak di antara dua benua atau memisahkan dua benua. Biasanya laut ini memiliki salinitas yang rendah karena banyak menerima aliran sungai dari daratan sekitarnya. Contoh laut tengah adalah Laut Mediterania, Laut Merah, dan Teluk Benggala.
- Laut tepi. Laut ini terletak di tepi benua dan dipisahkan dari samudra yang luas oleh gugusan pulau atau semenanjung. Biasanya laut ini memiliki salinitas yang sedang karena masih berhubungan dengan samudra melalui selat atau selat sempit. Contoh laut tepi adalah Laut Cina Selatan, Laut Jepang, dan Teluk Meksiko.
Klasifikasi Laut Berdasarkan Kedalaman Lautnya
Berdasarkan kedalaman lautnya, laut dapat dibagi menjadi empat zona3, yaitu:
- Zona epipelagik. Zona ini merupakan zona paling dangkal dan paling terang di antara zona-zona lainnya. Zona ini mencakup kedalaman 0-200 meter dari permukaan laut. Zona ini memiliki suhu dan salinitas yang stabil serta banyak mengandung oksigen dan nutrisi. Zona ini juga merupakan zona dengan keanekaragaman biota paling tinggi, seperti fitoplankton, zooplankton, ikan, mamalia laut, dan tumbuhan laut.
- Zona mesopelagik. Zona ini merupakan zona yang berada di bawah zona epipelagik. Zona ini mencakup kedalaman 200-1000 meter dari permukaan laut. Zona ini memiliki suhu dan salinitas yang menurun serta cahaya yang semakin redup. Zona ini juga memiliki oksigen dan nutrisi yang berkurang. Zona ini merupakan zona dengan biota yang beradaptasi dengan kondisi gelap, seperti ikan bercahaya, cumi-cumi, dan ubur-ubur.
- Zona batipelagik. Zona ini merupakan zona yang berada di bawah zona mesopelagik. Zona ini mencakup kedalaman 1000-4000 meter dari permukaan laut. Zona ini memiliki suhu dan salinitas yang rendah serta cahaya yang hampir tidak ada. Zona ini juga memiliki oksigen dan nutrisi yang sangat sedikit. Zona ini merupakan zona dengan biota yang beradaptasi dengan kondisi tekanan tinggi, seperti ikan buntal, gurita raksasa, dan belut laut.
- Zona abisopelagik. Zona ini merupakan zona paling dalam dan paling gelap di antara zona-zona lainnya. Zona ini mencakup kedalaman lebih dari 4000 meter dari permukaan laut. Zona ini memiliki suhu dan salinitas yang sangat rendah serta cahaya yang tidak ada sama sekali. Zona ini juga memiliki oksigen dan nutrisi yang hampir tidak ada. Zona ini merupakan zona dengan biota yang sangat terbatas dan jarang ditemukan, seperti ikan viper, ikan naga, dan cumi-cumi vampir.
Sumber:
(1) Klasifikasi Laut – Kompas.com. https://www.kompas.com/skola/read/2020/04/12/140000269/klasifikasi-laut.
(2) Klasifikasi Laut Berdasarkan Proses Terjadi, Letak & Kedalamannya. https://tirto.id/klasifikasi-laut-berdasarkan-proses-terjadi-letak-kedalamannya-glsY.
(3) Klasifikasi Laut berdasarkan Letak, Kedalaman dan Cara Terjadinya. https://sainsmini.blogspot.com/2014/11/klasifikasi-laut-berdasarkan-letak.html.
(4) Klasifikasi Laut – Kompas.com. https://www.kompas.com/skola/read/2020/04/12/140000269/klasifikasi-laut.
(5) Klasifikasi Laut Berdasarkan Proses Terjadi, Letak & Kedalamannya. https://tirto.id/klasifikasi-laut-berdasarkan-proses-terjadi-letak-kedalamannya-glsY.
(6) Mempelajari Pesisir dan Laut: Klasifikasi, Jenis dan Contoh-Contohnya. https://adjar.grid.id/read/542708889/mempelajari-pesisir-dan-laut-klasifikasi-jenis-dan-contoh-contohnya.
(7) 23 Macam-macam Laut – Klasifikasi dan Manfaatnya. https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/laut/macam-macam-laut.