Penelitian adalah suatu proses sistematis untuk mencari jawaban atau solusi atas suatu fenomena atau permasalahan yang ada di masyarakat atau bidang ilmu tertentu. Penelitian dapat dilakukan dengan berbagai metode, seperti kuantitatif, kualitatif, campuran, atau lainnya. Namun, sebelum melakukan penelitian, ada beberapa langkah penting yang harus dilakukan oleh peneliti, yaitu menyusun gagasan dan perumusan masalah penelitian.
Menyusun Gagasan Penelitian
Gagasan penelitian adalah ide awal yang muncul dari peneliti tentang topik atau tema yang ingin diteliti. Gagasan penelitian dapat berasal dari berbagai sumber, seperti pengalaman pribadi, minat atau keahlian, observasi, literatur, atau isu-isu aktual yang berkembang di masyarakat. Gagasan penelitian harus relevan dengan bidang ilmu yang ditekuni oleh peneliti dan memiliki potensi untuk memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat.
Untuk menyusun gagasan penelitian, peneliti dapat melakukan beberapa hal berikut:
- Melakukan brainstorming untuk menghasilkan sebanyak mungkin ide tentang topik atau tema yang ingin diteliti.
- Melakukan skimming dan scanning terhadap literatur yang terkait dengan topik atau tema yang dipilih untuk mengetahui latar belakang, ruang lingkup, dan perkembangan pengetahuan tentang topik atau tema tersebut.
- Melakukan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats) untuk menilai kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dari gagasan penelitian yang dipilih.
- Menyaring dan memilih gagasan penelitian yang paling sesuai dengan tujuan, kemampuan, dan ketersediaan sumber daya peneliti.
Perumusan Masalah Penelitian
Perumusan masalah penelitian adalah tahap selanjutnya setelah menyusun gagasan penelitian. Perumusan masalah penelitian adalah proses menguraikan secara jelas dan tajam apa yang menjadi fokus perhatian atau pertanyaan utama yang ingin dijawab oleh peneliti melalui penelitiannya. Perumusan masalah penelitian sangat penting karena akan menentukan arah, ruang lingkup, tujuan, hipotesis, metode, teknik analisis data, dan kesimpulan dari penelitian.
Untuk merumuskan masalah penelitian, peneliti dapat melakukan beberapa hal berikut:
- Mengidentifikasi kesenjangan (gap) antara apa yang diharapkan dengan apa yang terjadi dalam kenyataan terkait dengan topik atau tema penelitian.
- Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan kesenjangan tersebut dengan menggunakan format 5W+1H (Who, What, When, Where, Why, and How).
- Menyusun hipotesis (jika diperlukan) sebagai jawaban sementara atau dugaan atas pertanyaan-pertanyaan tersebut.
- Menyusun rumusan masalah secara singkat, jelas, dan padat dengan menggunakan kalimat tanya atau pernyataan.
Contoh Gagasan dan Perumusan Masalah Penelitian
Berikut ini adalah contoh gagasan dan perumusan masalah penelitian dalam bidang pendidikan:
Gagasan Penelitian
Saya tertarik untuk meneliti tentang pengaruh penggunaan media sosial terhadap motivasi belajar siswa SMA di Jakarta.
Perumusan Masalah Penelitian
- Apakah ada hubungan antara penggunaan media sosial dengan motivasi belajar siswa SMA di Jakarta?
- Bagaimana pengaruh penggunaan media sosial terhadap motivasi belajar siswa SMA di Jakarta?
- Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penggunaan media sosial dan motivasi belajar siswa SMA di Jakarta?
Hipotesis: Ada pengaruh negatif antara penggunaan media sosial dengan motivasi belajar siswa SMA di Jakarta.
Rumusan masalah: Bagaimana pengaruh penggunaan media sosial terhadap motivasi belajar siswa SMA di Jakarta?
Sumber:
(1) Perumusan Masalah Penelitian – Perpustakaan UT. https://pustaka.ut.ac.id/lib/wp-content/uploads/pdfmk/MPDR5300-M1.pdf.
(2) Cara Merumuskan Masalah Penelitian dan Contohnya!. https://ruangjurnal.com/cara-merumuskan-masalah-penelitian/.
(3) Contoh Rumusan Masalah dan Cara Membuatnya – Gramedia.com. https://www.gramedia.com/literasi/contoh-rumusan-masalah-dan-cara-membuatnya/.
(4) 15 Contoh Rumusan Masalah dalam Penelitian | kumparan.com. https://kumparan.com/kabar-harian/15-contoh-rumusan-masalah-dalam-penelitian-1xmzrNnzHSZ.