Menu Tutup

Narkotika Alam: Pengertian, Jenis, dan Dampaknya bagi Kesehatan

Narkotika adalah zat atau obat yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan1. Narkotika alam adalah narkotika yang zat adiktifnya diambil dari tumbuh-tumbuhan, seperti ganja, koka, dan opium2. Narkotika alam dapat digunakan untuk tujuan pengobatan, terapi, atau pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga dapat disalahgunakan untuk mendapatkan efek euforia, halusinasi, atau relaksasi3. Dalam artikel ini, kita akan membahas apa itu narkotika alam, jenis-jenisnya, dan bahayanya bagi tubuh.

Apa Itu Narkotika Alam?

Narkotika alam adalah narkotika yang berasal dari bahan-bahan alami, yaitu tumbuh-tumbuhan yang mengandung zat psikoaktif4. Zat psikoaktif adalah zat yang dapat mempengaruhi fungsi otak, seperti mood, persepsi, kognisi, atau perilaku. Narkotika alam dapat ditemukan di berbagai belahan dunia, tergantung pada jenis tanamannya. Beberapa contoh narkotika alam adalah:

  • Ganja: Tanaman Cannabis sativa yang mengandung zat psikoaktif tetrahydrocannabinol (THC). Ganja dapat dirokok, dimakan, atau dibuat menjadi minyak. Ganja dapat menyebabkan euforia, rileksasi, nafsu makan meningkat, dan halusinasi4.
  • Koka: Tanaman Erythroxylum coca yang mengandung zat psikoaktif kokain. Koka dapat dikunyah, diseduh, atau diolah menjadi bubuk. Koka dapat menyebabkan stimulasi, kepercayaan diri tinggi, konsentrasi meningkat, dan kecanduan4.
  • Opium: Tanaman Papaver somniferum yang mengandung zat psikoaktif morfin. Opium dapat dihisap, disuntikkan, atau diolah menjadi heroin. Opium dapat menyebabkan analgesia, kantuk, euforia, dan depresi pernapasan4.

Jenis-Jenis Narkotika Alam

Narkotika alam dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, berdasarkan sumber, cara penggunaan, atau efeknya. Berikut adalah beberapa jenis narkotika alam yang umum:

  • Narkotika alam golongan 1: Narkotika alam yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta memiliki potensi sangat tinggi menimbulkan ketergantungan. Contohnya adalah heroin, kokain, daun kokain, dan ganja1.
  • Narkotika alam golongan 2: Narkotika alam yang berkhasiat untuk pengobatan, namun digunakan sebagai pilihan terakhir. Selain itu, dapat digunakan untuk terapi dan/atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan. Mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contohnya adalah morfin, petidin, fentanil, dan metadon1.
  • Narkotika alam golongan 3: Narkotika alam yang berkhasiat untuk pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan/atau tujuan pengembangan ilmu pengetahuan, serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan. Contohnya adalah kodein, buprenorfin, etilmorfina, dan propiram1.
  • Narkotika alam halusinogen: Narkotika alam yang dapat menyebabkan halusinasi, yaitu penglihatan, pendengaran, atau sensasi yang tidak sesuai dengan kenyataan. Contohnya adalah jamur psikedelik, peyote, dan terompet malaikat4.
  • Narkotika alam stimulan: Narkotika alam yang dapat meningkatkan aktivitas otak, seperti kewaspadaan, konsentrasi, atau energi. Contohnya adalah koka, katinon, dan nikotin4.
  • Narkotika alam depresan: Narkotika alam yang dapat menurunkan aktivitas otak, seperti kesadaran, perhatian, atau emosi. Contohnya adalah opium, ganja, dan alkohol4.

Bahaya Narkotika Alam bagi Tubuh

Narkotika alam dapat memberikan efek yang berbeda-beda pada tubuh, tergantung pada jenis, dosis, cara penggunaan, dan kondisi fisik atau psikologis penggunanya. Namun, secara umum, narkotika alam dapat menimbulkan bahaya bagi tubuh, antara lain:

  • Ketergantungan: Narkotika alam dapat membuat penggunanya merasa tidak bisa hidup tanpa zat tersebut, sehingga terus-menerus mengonsumsinya dalam jumlah yang semakin besar. Ketergantungan dapat bersifat fisik, yaitu tubuh mengalami gejala sakit atau tidak nyaman jika tidak mendapatkan zat tersebut, atau psikologis, yaitu pikiran terobsesi dengan zat tersebut dan mengabaikan hal-hal lain.
  • Toleransi: Narkotika alam dapat membuat penggunanya membutuhkan dosis yang semakin tinggi untuk mendapatkan efek yang sama, karena tubuh telah beradaptasi dengan zat tersebut. Toleransi dapat meningkatkan risiko overdosis, yaitu mengonsumsi zat melebihi batas yang aman bagi tubuh.
  • Overdosis: Narkotika alam dapat menyebabkan overdosis, yaitu kondisi yang mengancam jiwa akibat mengonsumsi zat melebihi batas yang aman bagi tubuh. Overdosis dapat menyebabkan gangguan fungsi organ, kerusakan otak, koma, atau kematian.
  • Efek samping: Narkotika alam dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan, baik jangka pendek maupun jangka panjang, pada tubuh. Beberapa efek samping yang umum adalah mual, muntah, sakit kepala, kejang, gangguan tidur, gangguan kognitif, gangguan psikologis, gangguan kardiovaskular, gangguan respirasi, gangguan hepatik, gangguan renal, gangguan imun, dan penularan penyakit.

Kesimpulan

Narkotika alam adalah narkotika yang berasal dari bahan-bahan alami, yaitu tumbuh-tumbuhan yang mengandung zat psikoaktif. Narkotika alam dapat digunakan untuk tujuan pengobatan, terapi, atau pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga dapat disalahgunakan untuk mendapatkan efek euforia, halusinasi, atau relaksasi. Narkotika alam dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, berdasarkan sumber, cara penggunaan, atau efeknya. Narkotika alam dapat menimbulkan bahaya bagi tubuh, antara lain ketergantungan, toleransi, overdosis, dan efek samping. Oleh karena itu, penggunaan narkotika alam harus dilakukan dengan hati-hati, sesuai dengan aturan dan indikasi yang berlaku.

Sumber:
(1) Narkotika Alami – DW – 15.06.2017. https://www.dw.com/id/narkotika-alami/g-39252764.
(2) Golongan Narkotika dan Jenis-jenisnya, Apa Saja? – KlikDokter. https://www.klikdokter.com/info-sehat/kesehatan-umum/kenali-golongan-dan-jenis-narkotika.
(3) Jenis-Jenis Narkoba yang Perlu Dihindari dan Bahayanya bagi Tubuh. https://kumparan.com/berita-terkini/jenis-jenis-narkoba-yang-perlu-dihindari-dan-bahayanya-bagi-tubuh-22jp32jxWl0.
(4) Hari Anti Narkotika Internasional Tema, Sejarah, dan Jenis-jenisnya. https://mediaindonesia.com/humaniora/680628/hari-anti-narkotika-internasional-tema-sejarah-dan-jenis-jenisnya.

Posted in Saintek

Artikel Lainnya