Indonesia adalah negara yang kaya akan keberagaman suku, bahasa, dan budaya. Namun, tahukah Anda siapa sebenarnya nenek moyang bangsa Indonesia? Dari mana mereka berasal dan bagaimana mereka menyebar ke seluruh wilayah Nusantara? Salah satu cara untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini adalah dengan mengenal dua kelompok manusia primitif yang disebut sebagai Negrito dan Weddid. Siapa mereka dan bagaimana persebarannya di Indonesia? Mari kita simak penjelasannya berikut ini.
Apa yang Dimaksud dengan Negrito dan Weddid?
Negrito dan Weddid adalah dua istilah yang digunakan untuk menyebut kelompok manusia yang sudah mendiami wilayah Indonesia sebelum datangnya kelompok Melayu. Istilah Negrito berasal dari bahasa Spanyol yang berarti “orang hitam kecil”, karena mereka memiliki ciri-ciri fisik yang mirip dengan orang Negro di Afrika, seperti kulit hitam, rambut keriting, hidung pesek, dan tubuh pendek. Negrito diyakini berasal dari Asia Selatan dan Oseania, dan masuk ke Asia Tenggara sekitar 50.000-20.000 tahun SM1.
Sementara itu, istilah Weddid berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti “orang hutan”, karena mereka hidup di daerah-daerah pedalaman yang sulit dijangkau. Weddid memiliki ciri-ciri fisik yang berbeda dengan Negrito, seperti kulit cokelat tua, rambut lurus atau bergelombang, mata dalam, dan kepala mesocephal (antara panjang dan bulat). Weddid diyakini berasal dari Asia Tenggara daratan, dan masuk ke Indonesia sekitar 15.000-10.000 tahun SM1.
Bagaimana Persebaran Negrito dan Weddid di Indonesia?
Negrito dan Weddid merupakan kelompok manusia primitif yang hidup dengan cara berburu, meramu, atau mengumpulkan hasil hutan. Mereka tidak mengenal pertanian, peternakan, atau peralatan logam. Mereka juga tidak memiliki sistem sosial atau politik yang kompleks, melainkan hidup dalam kelompok-kelompok kecil yang sering berpindah-pindah tempat. Karena itu, mereka sering terdesak oleh kelompok-kelompok lain yang lebih maju dan lebih agresif, seperti Melayu tua, Melayu muda, atau bangsa-bangsa asing.
Persebaran Negrito dan Weddid di Indonesia saat ini sangat terbatas dan terisolasi. Mereka hanya ditemukan di beberapa daerah tertentu, seperti:
- Sumatra: Suku Kubu (atau Anak Dalam) di Jambi dan Palembang, suku Sakai di Riau, suku Talang Mamak di Riau dan Jambi.
- Kalimantan: Suku Punan di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
- Sulawesi: Suku Toala (atau Toraja Lembang) di Sulawesi Selatan.
- Maluku: Suku Manusela di Seram.
- Papua: Suku Asmat, Dani, Ekari, Korowai, Mee, Yali, dll.
Beberapa suku tersebut masih mempertahankan tradisi dan kebudayaan mereka yang kuno, seperti berpakaian dari kulit kayu atau daun-daunan, membuat rumah panggung atau rumah pohon, menggunakan senjata dari bambu atau tulang binatang, melakukan upacara adat atau ritual magis, dll. Namun, beberapa suku lain sudah mulai terpengaruh oleh modernisasi atau asimilasi dengan kelompok-kelompok lain234.
Mengapa Penting untuk Mengenal Negrito dan Weddid?
Negrito dan Weddid merupakan bagian dari sejarah dan warisan bangsa Indonesia. Mereka adalah saksi hidup dari masa lalu manusia yang penuh dengan tantangan dan perjuangan. Mereka juga memiliki kearifan lokal dan kekayaan alam yang dapat menjadi inspirasi dan sumber belajar bagi kita. Dengan mengenal Negrito dan Weddid, kita dapat menghargai dan menjaga keberagaman yang ada di Indonesia. Kita juga dapat mengambil pelajaran dari mereka tentang bagaimana hidup sederhana, harmonis, dan berkelanjutan dengan alam5.
Oleh karena itu, kita perlu memberikan perhatian dan perlindungan kepada Negrito dan Weddid. Kita perlu menghormati hak-hak mereka sebagai warga negara dan manusia. Kita perlu menjaga lingkungan dan sumber daya alam yang menjadi tempat tinggal dan mata pencaharian mereka. Kita perlu mendukung upaya-upaya untuk melestarikan dan mengembangkan kebudayaan dan identitas mereka. Kita perlu menjalin hubungan yang baik dan saling menguntungkan dengan mereka5.
Negrito dan Weddid adalah bagian dari kita, dan kita adalah bagian dari mereka. Mari kita bersama-sama menjaga dan memajukan Negrito dan Weddid sebagai warisan bangsa Indonesia.
Sumber:
(1) Negrito dan Weddid: Pengertian dan Persebarannya di Indonesia. https://kumparan.com/kabar-harian/negrito-dan-weddid-pengertian-dan-persebarannya-di-indonesia-1xNl4hvqt6G.
(2) . https://bing.com/search?q=Negrito+dan+Weddid.
(3) Asal Usul Persebaran Nenek Moyang di Indonesia – Gramedia. https://www.gramedia.com/literasi/asal-usul-persebaran-nenek-moyang-di-indonesia/.
(4) siapa penemu weddid atau negrito? – Roboguru. https://roboguru.ruangguru.com/forum/siapa-penemu-weddid-atau-negrito-_FRM-7FCWO6KU.
(5) undefined. https://www.kompas.com/stori/read/2021/10/12/130000879/bangsa-negrito-ciri-ciri-dan-persebarannya-di-indonesia.
(6) undefined. https://www.kitapunya.net/ras-negrito-dan-weddid-asal-usul-nenek-indonesia/.