Menu Tutup

Pasar Input: Pengertian, Ciri-ciri, Perbedaan, Kelebihan, Kekurangan, Macam-macam, dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi 

Pengertian

Pasar input adalah salah satu jenis pasar yang menyediakan berbagai faktor-faktor produksi seperti sumber daya alam, modal, tenaga kerja, dan kewirausahaan. Pasar input juga dikenal sebagai pasar faktor produksi, karena di dalamnya terjadi transaksi antara penjual dan pembeli faktor-faktor produksi123. Pasar input sangat penting bagi kegiatan produksi, karena tanpa adanya faktor-faktor produksi, tidak ada barang atau jasa yang dapat dihasilkan.

Ciri-ciri Pasar Input

Pasar input memiliki beberapa ciri-ciri khusus, antara lain2:

  • Pasar input tidak berwujud fisik, melainkan berwujud kegiatan. Artinya, pasar input tidak terbatas oleh ruang dan waktu, tetapi tergantung pada permintaan dan penawaran faktor-faktor produksi.
  • Permintaan faktor-faktor produksi berasal dari perusahaan atau produsen yang melakukan kegiatan produksi. Perusahaan membutuhkan faktor-faktor produksi untuk menghasilkan barang atau jasa yang dijual di pasar output.
  • Penawaran faktor-faktor produksi berasal dari rumah tangga atau konsumen yang memiliki faktor-faktor produksi. Rumah tangga menawarkan faktor-faktor produksi kepada perusahaan dengan imbalan berupa upah, sewa, bunga, atau laba.
  • Pembelian faktor-faktor produksi oleh perusahaan biasanya dalam partai besar, tujuannya untuk mengamankan persediaan faktor-faktor produksi.

Perbedaan Pasar Input dan Pasar Output

Pasar input dan pasar output adalah dua jenis pasar yang saling berhubungan dan mempengaruhi satu sama lain. Perbedaan antara keduanya adalah2:

  • Pasar input adalah pasar yang menyediakan faktor-faktor produksi, sedangkan pasar output adalah pasar yang menyediakan barang atau jasa hasil produksi.
  • Pasar input menentukan biaya produksi, sedangkan pasar output menentukan pendapatan perusahaan.
  • Pasar input dipengaruhi oleh permintaan turunan dari pasar output, sedangkan pasar output dipengaruhi oleh permintaan langsung dari konsumen.
  • Pasar input memiliki elastisitas penawaran yang rendah, sedangkan pasar output memiliki elastisitas penawaran yang tinggi.

Kelebihan dan Kekurangan Pasar Input

Pasar input memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan, antara lain:

  • Kelebihan Pasar Input
    • Pasar input memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan faktor-faktor produksi yang dibutuhkan dengan harga yang kompetitif.
    • Pasar input memberikan insentif bagi rumah tangga untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas faktor-faktor produksi yang dimiliki.
    • Pasar input mendorong terjadinya inovasi dan efisiensi dalam penggunaan faktor-faktor produksi.
  • Kekurangan Pasar Input
    • Pasar input dapat menimbulkan ketimpangan distribusi pendapatan antara pemilik faktor-faktor produksi yang berbeda.
    • Pasar input dapat menyebabkan eksploitasi terhadap faktor-faktor produksi tertentu, seperti tenaga kerja dan sumber daya alam.
    • Pasar input dapat mengakibatkan masalah lingkungan akibat penggunaan faktor-faktor produksi yang tidak ramah lingkungan.

Macam-macam Pasar Input

Pasar input dapat dibedakan menjadi empat macam, yaitu2:

  • Pasar input alam (tanah). Pasar ini memperjualbelikan sumber daya alam seperti tanah, air, mineral, hutan, dan lain-lain. Imbalan yang diterima oleh pemilik sumber daya alam adalah sewa tanah.
  • Pasar input tenaga kerja. Pasar ini memperjualbelikan jasa tenaga kerja seperti buruh, pegawai, manajer, profesional, dan lain-lain. Imbalan yang diterima oleh pekerja adalah upah atau gaji.
  • Pasar input modal. Pasar ini memperjualbelikan modal barang atau modal uang. Modal barang seperti mesin, gedung, peralatan, dan lain-lain. Modal uang seperti pinjaman, saham, obligasi, dan lain-lain. Imbalan yang diterima oleh pemilik modal adalah bunga atau dividen.
  • Pasar input kewirausahaan. Pasar ini memperjualbelikan jasa kewirausahaan seperti pengambilan risiko, inovasi, organisasi, dan lain-lain. Imbalan yang diterima oleh pengusaha adalah laba atau keuntungan.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pasar Input

Pasar input dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Permintaan faktor-faktor produksi. Permintaan faktor-faktor produksi dipengaruhi oleh permintaan barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan. Jika permintaan barang atau jasa meningkat, maka permintaan faktor-faktor produksi juga akan meningkat, dan sebaliknya.
  • Penawaran faktor-faktor produksi. Penawaran faktor-faktor produksi dipengaruhi oleh ketersediaan dan kualitas faktor-faktor produksi yang dimiliki oleh rumah tangga. Jika ketersediaan dan kualitas faktor-faktor produksi meningkat, maka penawaran faktor-faktor produksi juga akan meningkat, dan sebaliknya.
  • Harga faktor-faktor produksi. Harga faktor-faktor produksi ditentukan oleh interaksi antara permintaan dan penawaran faktor-faktor produksi di pasar input. Jika permintaan faktor-faktor produksi melebihi penawaran, maka harga faktor-faktor produksi akan naik, dan sebaliknya.
  • Kebijakan pemerintah. Kebijakan pemerintah dapat mempengaruhi pasar input melalui regulasi, subsidi, pajak, atau intervensi lainnya. Kebijakan pemerintah dapat bertujuan untuk melindungi kepentingan produsen, konsumen, atau masyarakat umum.

Contoh Pasar Input

Berikut adalah beberapa contoh pasar input yang ada di Indonesia :

  • Pasar input alam (tanah). Contohnya adalah pasar tanah pertanian, pasar tanah perumahan, pasar tanah industri, dan lain-lain. Pasar ini memperjualbelikan hak atas tanah sebagai sumber daya alam yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan.
  • Pasar input tenaga kerja. Contohnya adalah pasar tenaga kerja formal, pasar tenaga kerja informal, pasar tenaga kerja terampil, pasar tenaga kerja tidak terampil, dan lain-lain. Pasar ini memperjualbelikan jasa tenaga kerja sebagai sumber daya manusia yang dapat melakukan berbagai pekerjaan.
  • Pasar input modal. Contohnya adalah pasar modal saham, pasar modal obligasi, pasar uang, pasar kredit bank, dan lain-lain. Pasar ini memperjualbelikan modal barang atau modal uang sebagai sumber daya finansial yang dapat digunakan untuk berinvestasi atau berproduksi.
  • Pasar input kewirausahaan. Contohnya adalah pasar franchise, pasar lisensi, pasar paten, pasar startup, dan lain-lain. Pasar ini memperjualbelikan jasa kewirausahaan sebagai sumber daya inovatif yang dapat menciptakan atau mengembangkan usaha.

Sumber:
(1) Pasar Input: Pengertian, Ciri-ciri, Jenis dan Kelebihannya – detikcom. https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6420303/pasar-input-pengertian-ciri-ciri-jenis-dan-kelebihannya.
(2) Pengertian Pasar Input: Ciri, Jenis, Perbedaan dan Kelebihannya. https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-pasar-input/.
(3) Pasar Input – Pengertian, Ciri, Perbedaan, Kelebihan & Contohnya. https://www.dosenpendidikan.co.id/pasar-input/.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya