Menu Tutup

Pemeringkatan Perguruan Tinggi: Kriteria, Hasil, dan Dampaknya

Pemeringkatan perguruan tinggi adalah suatu proses penilaian dan pengukuran kinerja dari institusi pendidikan tinggi berdasarkan beberapa kriteria dan indikator yang ditetapkan oleh lembaga pemeringkat. Tujuan dari pemeringkatan perguruan tinggi adalah untuk memberikan informasi yang objektif dan transparan tentang kualitas dan reputasi dari perguruan tinggi, serta untuk mendorong perguruan tinggi untuk meningkatkan mutu dan daya saingnya di tingkat nasional maupun internasional.

Ada banyak lembaga dan metode pemeringkatan perguruan tinggi yang populer di dunia dan di Indonesia. Beberapa contoh lembaga pemeringkat yang terkenal di dunia adalah QS World University Rankings, Times Higher Education World University Rankings, Academic Ranking of World Universities, dan U.S. News & World Report Best Global Universities Rankings. Di Indonesia, ada beberapa lembaga pemeringkat yang sering digunakan sebagai acuan, seperti Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), 4 International Colleges & Universities (4ICU), Webometrics Ranking of World Universities, dan SCImago Institutions Rankings.

Kriteria dan Indikator Pemeringkatan Perguruan Tinggi

Setiap lembaga pemeringkat memiliki kriteria dan indikator yang berbeda-beda dalam menilai kinerja dari perguruan tinggi. Kriteria dan indikator ini biasanya mencerminkan visi, misi, dan tujuan dari lembaga pemeringkat tersebut. Berikut adalah beberapa contoh kriteria dan indikator yang digunakan oleh lembaga pemeringkat yang populer di dunia dan di Indonesia:

  • QS World University Rankings: QS menggunakan enam kriteria utama dalam pemeringkatannya, yaitu akademik reputation (40%), employer reputation (10%), faculty/student ratio (20%), citations per faculty (20%), international faculty ratio (5%), dan international student ratio (5%). QS juga memiliki beberapa indikator tambahan yang spesifik untuk bidang studi tertentu, seperti h-index, impact factor, dan patents.
  • Times Higher Education World University Rankings: THE menggunakan lima kriteria utama dalam pemeringkatannya, yaitu teaching (30%), research (30%), citations (30%), international outlook (7.5%), dan industry income (2.5%). THE juga memiliki beberapa indikator tambahan yang spesifik untuk bidang studi tertentu, seperti reputation survey, research income, dan publications.
  • Academic Ranking of World Universities: ARWU menggunakan enam kriteria utama dalam pemeringkatannya, yaitu alumni of an institution winning Nobel Prizes and Fields Medals (10%), staff of an institution winning Nobel Prizes and Fields Medals (20%), highly cited researchers in 21 broad subject categories (20%), papers published in Nature and Science (20%), papers indexed in Science Citation Index-expanded and Social Science Citation Index (20%), dan per capita academic performance of an institution (10%).
  • U.S. News & World Report Best Global Universities Rankings: USNWR menggunakan 13 kriteria utama dalam pemeringkatannya, yaitu global research reputation (12.5%), regional research reputation (12.5%), publications (10%), books (2.5%), conferences (2.5%), normalized citation impact (10%), total citations (7.5%), number of publications that are among the 10% most cited (12.5%), percentage of total publications that are among the 10% most cited (10%), international collaboration (10%), percentage of total publications with international collaboration (5%), number of highly cited papers that are among the top 1% most cited in their respective field (5%), dan percentage of total publications that are among the top 1% most highly cited papers (5%).
  • Kemenristekdikti: Kemenristekdikti menggunakan delapan kriteria utama dalam pemeringkatannya, yaitu input (25%), proses (20%), output (25%), outcome (20%), inovasi (5%), pengabdian kepada masyarakat (2.5%), kerjasama internasional (2.5%), dan akreditasi institusi (2.5%). Kemenristekdikti juga memiliki beberapa indikator tambahan yang spesifik untuk bidang studi tertentu, seperti jumlah dosen tetap, jumlah mahasiswa, jumlah lulusan, jumlah publikasi, dan jumlah sitasi.
  • 4 International Colleges & Universities: 4ICU menggunakan empat kriteria utama dalam pemeringkatannya, yaitu web popularity and impact, web visibility and traffic rank, scholarly and academic presence on the web, dan international recognition and reputation. 4ICU tidak menggunakan indikator tambahan yang spesifik untuk bidang studi tertentu.
  • Webometrics Ranking of World Universities: Webometrics menggunakan empat kriteria utama dalam pemeringkatannya, yaitu presence (5%), impact (50%), openness (10%), dan excellence (35%). Webometrics juga memiliki beberapa indikator tambahan yang spesifik untuk bidang studi tertentu, seperti Google Scholar Citations, Google Scholar H-index, dan DBLP Computer Science Bibliography.
  • SCImago Institutions Rankings: SCImago menggunakan tiga kriteria utama dalam pemeringkatannya, yaitu research performance (50%), innovation outputs (30%), dan societal impact (20%). SCImago juga memiliki beberapa indikator tambahan yang spesifik untuk bidang studi tertentu, seperti scientific publications, citations per document, dan patents granted and applied for.

Dari contoh-contoh di atas, kita dapat melihat bahwa ada beberapa kriteria dan indikator yang umum digunakan oleh banyak lembaga pemeringkat, seperti reputasi akademik, sitasi, publikasi, kerjasama internasional, dan inovasi. Namun, ada juga beberapa kriteria dan indikator yang berbeda-beda antara lembaga pemeringkat, seperti penghargaan Nobel dan Fields Medal, pendapatan industri, buku, konferensi, pengabdian kepada masyarakat, dan akreditasi institusi. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada satu metode pemeringkatan yang sempurna dan universal, melainkan setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri.

Kelebihan dari metode pemeringkatan perguruan tinggi adalah bahwa metode ini dapat memberikan gambaran umum tentang kualitas dan reputasi dari perguruan tinggi, serta dapat membandingkan antara perguruan tinggi satu dengan lainnya. Metode ini juga dapat memberikan motivasi bagi perguruan tinggi untuk meningkatkan kinerja dan kompetensinya di berbagai aspek.

Kekurangan dari metode pemeringkatan perguruan tinggi adalah bahwa metode ini dapat menimbulkan bias dan ketidakadilan dalam penilaian. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kurangnya data yang valid dan terpercaya, adanya perbedaan karakteristik dan kondisi antara perguruan tinggi, adanya perbedaan prioritas dan kepentingan antara lembaga pemeringkat dan perguruan tinggi, serta adanya pengaruh politik dan ekonomi dalam proses pemeringkatan.

Contoh Hasil Pemeringkatan Perguruan Tinggi

Berikut adalah beberapa contoh hasil pemeringkatan dari beberapa perguruan tinggi terkemuka di dunia dan di Indonesia berdasarkan lembaga pemeringkat yang populer di dunia dan di Indonesia:

  • QS World University Rankings: Menurut QS World University Rankings.

Menurut QS World University Rankings 2023, berikut adalah 10 perguruan tinggi terbaik di dunia dan di Indonesia:

Peringkat Dunia Indonesia
1 Massachusetts Institute of Technology (MIT) Universitas Indonesia (UI)
2 Stanford University Institut Teknologi Bandung (ITB)
3 Harvard University Universitas Gadjah Mada (UGM)
4 California Institute of Technology (Caltech) Universitas Airlangga (UNAIR)
5 University of Oxford Institut Pertanian Bogor (IPB)
6 University of Cambridge Universitas Padjadjaran (UNPAD)
7 ETH Zurich – Swiss Federal Institute of Technology Universitas Diponegoro (UNDIP)
8 Imperial College London Universitas Brawijaya (UB)
9 University of Chicago Universitas Hasanuddin (UNHAS)
10 UCL (University College London) Universitas Sebelas Maret (UNS)

Dari tabel di atas, kita dapat melihat bahwa perguruan tinggi di Amerika Serikat dan Inggris mendominasi peringkat dunia, sedangkan perguruan tinggi di Indonesia masih jauh tertinggal. Faktor-faktor yang mempengaruhi peringkat ini antara lain adalah reputasi akademik dan employer, rasio dosen dan mahasiswa, sitasi per dosen, rasio dosen dan mahasiswa internasional, serta bidang studi yang ditawarkan oleh perguruan tinggi tersebut.

  • Times Higher Education World University Rankings: Menurut Times Higher Education World University Rankings 2023, berikut adalah 10 perguruan tinggi terbaik di dunia dan di Indonesia:
Peringkat Dunia Indonesia
1 University of Oxford Universitas Indonesia (UI)
2 Stanford University Institut Teknologi Bandung (ITB)
3 Harvard University Universitas Gadjah Mada (UGM)
4 California Institute of Technology (Caltech) Institut Pertanian Bogor (IPB)
5 Massachusetts Institute of Technology (MIT) Universitas Airlangga (UNAIR)
6 University of Cambridge Universitas Padjadjaran (UNPAD)
7 Princeton University Universitas Diponegoro (UNDIP)
8 Imperial College London Universitas Brawijaya (UB)
9 Yale University Universitas Hasanuddin (UNHAS)
10 ETH Zurich – Swiss Federal Institute of Technology Universitas Sebelas Maret (UNS)

Dari tabel di atas, kita dapat melihat bahwa perguruan tinggi di Amerika Serikat dan Inggris masih mendominasi peringkat dunia, sedangkan perguruan tinggi di Indonesia masih belum mampu bersaing. Faktor-faktor yang mempengaruhi peringkat ini antara lain adalah kualitas pengajaran, penelitian, sitasi, kerjasama internasional, dan pendapatan industri dari perguruan tinggi tersebut.

  • Academic Ranking of World Universities: Menurut Academic Ranking of World Universities 2023, berikut adalah 10 perguruan tinggi terbaik di dunia dan di Indonesia:
  • Bagi mahasiswa: Pemeringkatan perguruan tinggi dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi yang sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuan mereka. Pemeringkatan perguruan tinggi juga dapat memberikan gambaran tentang prospek karir dan peluang beasiswa yang tersedia bagi lulusan dari perguruan tinggi tersebut. Namun, pemeringkatan perguruan tinggi juga dapat menimbulkan persaingan yang tidak sehat dan tekanan yang berlebihan bagi mahasiswa untuk mencapai standar yang ditetapkan oleh lembaga pemeringkat.
  • Bagi dosen dan peneliti: Pemeringkatan perguruan tinggi dapat menjadi salah satu indikator bagi dosen dan peneliti dalam menilai kualitas dan produktivitas dari kegiatan akademik dan ilmiah mereka. Pemeringkatan perguruan tinggi juga dapat memberikan motivasi bagi dosen dan peneliti untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas dari publikasi, sitasi, paten, dan penghargaan yang mereka hasilkan. Namun, pemeringkatan perguruan tinggi juga dapat menimbulkan distorsi dan bias dalam kegiatan akademik dan ilmiah, seperti mengorbankan kreativitas dan orisinalitas demi mengejar publikasi di jurnal bereputasi, atau mengabaikan bidang studi yang kurang diminati oleh lembaga pemeringkat.
  • Bagi pemerintah: Pemeringkatan perguruan tinggi dapat menjadi salah satu acuan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan dan alokasi anggaran untuk pendidikan tinggi. Pemeringkatan perguruan tinggi juga dapat memberikan informasi bagi pemerintah tentang posisi dan prestasi dari perguruan tinggi di tingkat nasional maupun internasional. Namun, pemeringkatan perguruan tinggi juga dapat menimbulkan ketimpangan dan ketidakadilan dalam pembangunan pendidikan tinggi, seperti memprioritaskan perguruan tinggi yang sudah unggul dan mengabaikan perguruan tinggi yang masih berkembang, atau mengikuti standar dan model yang ditetapkan oleh lembaga pemeringkat asing tanpa mempertimbangkan konteks dan kearifan lokal.
  • Bagi industri: Pemeringkatan perguruan tinggi dapat menjadi salah satu faktor bagi industri dalam merekrut dan bekerja sama dengan lulusan dan staf dari perguruan tinggi. Pemeringkatan perguruan tinggi juga dapat memberikan gambaran bagi industri tentang kapasitas dan kompetensi dari perguruan tinggi dalam bidang penelitian, pengembangan, dan inovasi. Namun, pemeringkatan perguruan tinggi juga dapat menimbulkan kesenjangan dan ketidaksesuaian antara kebutuhan dan tuntutan industri dengan ketersediaan dan kualifikasi dari lulusan dan staf dari perguruan tinggi.
  • Bagi masyarakat: Pemeringkatan perguruan tinggi dapat menjadi salah satu sumber informasi bagi masyarakat tentang kinerja dan kontribusi dari perguruan tinggi terhadap pembangunan sosial, ekonomi, budaya, lingkungan, dan politik. Pemeringkatan perguruan tinggi juga dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi mereka dalam mendukung perkembangan pendidikan tinggi. Namun, pemeringkatan perguruan tinggi juga dapat menimbulkan kesalahpahaman dan ketidaktertarikan masyarakat terhadap perguruan tinggi yang tidak masuk dalam daftar peringkat, atau terhadap bidang studi yang tidak populer atau relevan dengan kepentingan masyarakat.
Posted in Ragam

Artikel Lainnya