Menu Tutup

Pemikiran Evolusioner: Sejarah, Tokoh, Teori, dan Kritik

Pengertian Evolusi dan Evolusioner

  • Evolusi adalah proses perubahan yang terjadi secara bertahap dan berkesinambungan dari suatu bentuk atau keadaan ke bentuk atau keadaan lain yang lebih kompleks atau lebih tinggi1.
  • Evolusioner adalah paham atau pandangan yang menganggap bahwa segala sesuatu di alam semesta, termasuk manusia dan masyarakat, mengalami evolusi atau perkembangan dari yang sederhana ke yang kompleks2.

Latar Belakang Munculnya Pemikiran Evolusioner

  • Pemikiran evolusioner muncul sebagai reaksi terhadap pemikiran statis atau tetap yang mendominasi pemahaman ilmiah sebelum abad ke-193.
  • Pemikiran statis berdasarkan pada doktrin agama yang menganggap bahwa alam semesta dan makhluk hidup diciptakan oleh Tuhan secara sempurna dan tidak berubah3.
  • Pemikiran evolusioner dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan, terutama biologi, geologi, dan astronomi, yang menunjukkan adanya bukti-bukti empiris tentang perubahan alam semesta dan makhluk hidup sepanjang waktu3.
  • Pemikiran evolusioner juga dipengaruhi oleh perkembangan sosial, politik, dan ekonomi, terutama revolusi industri, revolusi Prancis, dan imperialisme, yang menimbulkan perubahan besar dalam struktur dan dinamika masyarakat3.

Tokoh-Tokoh dan Teori-Teori Pemikiran Evolusioner

  • Charles Darwin (1809-1882) adalah tokoh utama dalam pemikiran evolusioner biologi. Ia mengemukakan teori evolusi melalui seleksi alam dalam bukunya On the Origin of Species (1859). Teori ini menjelaskan bahwa makhluk hidup berevolusi dari nenek moyang bersama melalui variasi genetik dan adaptasi lingkungan. Makhluk hidup yang memiliki sifat-sifat yang lebih cocok dengan lingkungan akan memiliki peluang lebih besar untuk bertahan hidup dan bereproduksi daripada makhluk hidup yang kurang cocok. Proses ini disebut seleksi alam atau survival of the fittest.
  • Herbert Spencer (1820-1903) adalah tokoh utama dalam pemikiran evolusioner sosiologi. Ia mengembangkan teori evolusi sosial dalam bukunya The Principles of Sociology (1876-1896). Teori ini menjelaskan bahwa masyarakat juga berevolusi dari bentuk-bentuk yang sederhana ke bentuk-bentuk yang kompleks melalui proses diferensiasi, integrasi, dan adaptasi. Masyarakat yang lebih maju memiliki struktur sosial yang lebih terbagi-bagi menjadi berbagai fungsi dan lebih terintegrasi dalam sistem sosial yang harmonis. Masyarakat yang lebih maju juga memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan fisik dan sosial yang berubah.
  • Auguste Comte (1798-1857) adalah tokoh pendiri sosiologi sebagai ilmu pengetahuan. Ia mengemukakan teori hukum tiga tahap dalam bukunya The Course of Positive Philosophy (1830-1842). Teori ini menjelaskan bahwa pengetahuan manusia mengalami tiga tahap perkembangan, yaitu tahap teologis, tahap metafisis, dan tahap positif. Tahap teologis adalah tahap di mana manusia menjelaskan fenomena alam dengan menggunakan konsep-konsep agama atau supernatural. Tahap metafisis adalah tahap di mana manusia menjelaskan fenomena alam dengan menggunakan konsep-konsep abstrak atau spekulatif. Tahap positif adalah tahap di mana manusia menjelaskan fenomena alam dengan menggunakan metode ilmiah atau empiris.

Kritik dan Evaluasi terhadap Pemikiran Evolusioner

  • Pemikiran evolusioner memiliki kelebihan dan kekurangan dalam menjelaskan fenomena alam dan sosial. Kelebihannya adalah memberikan pandangan yang dinamis, progresif, dan komprehensif tentang perubahan yang terjadi di alam semesta. Kekurangannya adalah cenderung bersifat deterministik, reduksionistik, dan etnosentris dalam memandang perbedaan antara makhluk hidup dan masyarakat3.
  • Pemikiran evolusioner biologi mendapat kritik dari berbagai pihak, terutama dari kalangan agama, yang menolak gagasan bahwa manusia berasal dari makhluk hidup lain atau tidak diciptakan oleh Tuhan. Pemikiran evolusioner biologi juga mendapat tantangan dari teori-teori alternatif, seperti teori kreasionalisme, teori desain cerdas, atau teori evolusi theistik, yang mencoba menyelaraskan antara ilmu pengetahuan dan agama.
  • Pemikiran evolusioner sosiologi mendapat kritik dari berbagai aliran sosiologi, terutama dari aliran konflik, interaksionisme simbolik, dan fenomenologi, yang menekankan pada aspek-aspek kontradiksi, interaksi, dan makna dalam masyarakat. Pemikiran evolusioner sosiologi juga mendapat kritik dari perspektif-perspektif kritis, seperti marxisme, feminisme, atau postkolonialisme, yang menunjukkan adanya ketidakadilan, dominasi, atau eksploitasi dalam masyarakat.

Sumber:
(1) Teori Evolusioner-Herbert Spencer.pdf – Academia.edu. https://www.academia.edu/38304012/Teori_Evolusioner_Herbert_Spencer_pdf.
(2) Teori Evolusioner-Herbert Spencer Presentation.pdf – Academia.edu. https://www.academia.edu/38304013/Teori_Evolusioner_Herbert_Spencer_Presentation_pdf.
(3) (DOC) Evolusi, teori kebudayaan | rachma fathiya – Academia.edu. https://www.academia.edu/8752011/Evolusi_teori_kebudayaan.
(4) Teori Evolusioner-Herbert Spencer.pdf – Academia.edu. https://www.academia.edu/38304012/Teori_Evolusioner_Herbert_Spencer_pdf.
(5) Teori Evolusioner-Herbert Spencer Presentation.pdf – Academia.edu. https://www.academia.edu/38304013/Teori_Evolusioner_Herbert_Spencer_Presentation_pdf.
(6) (DOC) Evolusi, teori kebudayaan | rachma fathiya – Academia.edu. https://www.academia.edu/8752011/Evolusi_teori_kebudayaan.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya