Pengertian Jantung dan Sirkulasi Darah
Jantung adalah sebuah organ berotot yang berfungsi sebagai pemompa darah lewat pembuluh darah oleh kontraksi berirama yang berulang1. Darah menyuplai oksigen dan nutrisi pada tubuh, juga membantu menghilangkan sisa-sisa metabolisme1. Jantung merupakan bagian dari sistem peredaran darah (sirkulasi darah), yang terdiri dari jantung, pembuluh darah, dan darah2. Sistem peredaran darah berfungsi untuk mengedarkan zat-zat yang diperlukan ke seluruh tubuh dan mengambil zat-zat yang tidak diperlukan untuk dikeluarkan dari tubuh2.
Anatomi Jantung
Jantung terletak di rongga dada agak sebelah kiri, bertumpu pada diafragma dan berada kira-kira 5 cm di atas prosesus xifoides1. Ukuran jantung kira-kira panjang 12 cm, lebar 8-9 cm, dan tebal 6 cm. Berat jantung sekitar 7% dari total berat badan manusia2.
Jantung dibagi oleh septum vertikal menjadi empat ruang: atrium kanan dan kiri; dan ventrikel kanan dan kiri1. Pada umumnya atrium dan ventrikel kanan disebut jantung kanan, dan sisanya disebut jantung kiri1. Ikan hanya memiliki dua ruang, sebuah atrium dan sebuah ventrikel, sementara reptil memiliki tiga ruang1.
Pada jantung yang sehat darah mengalir satu arah melalui pembuluh darah. Terdapat sebuah kantung pembungkus yang melindungi jantung, perikardium, yang juga mengandung sedikit cairan1. Dinding jantung tersusun atas tiga lapisan: epikardium, miokardium, dan endokardium1.
Atrium Kanan
Atrium kanan terdiri atas rongga utama dan sebuah kantong kecil, aurikula1. Bagian atrium di anterior berdinding kasar atau trabekulasi oleh karena tersusun atas berkas serabut-serabut otot, muskuli pektinati, yang berjalan melalui krista terminalis ke aurikula dextra3. Pada atrium kanan bermuara vena kava superior et inferior, sinus koronarius, dan vena kordis minimae3. Ostium atrioventrikularis dextrum terletak anterior terhadap muara vena kava inferior dan dilindungi valva trikuspidalis3. Pada atrium kanan juga terdapat septum interatriale yang memisahkan kedua atrium. Pada septum inilah terdapat fosa ovalis yang merupakan obliterasi dari foramen ovale saat masih janin3.
Ventrikel Kanan
Ventriculus dexter berhubungan dengan atrium dextrum melalui ostium atrioventrikularis dextrum dan dengan truncus pulmonalis melalui ostium trunci pulmonalis3. Sewaktu mendekati trunci pulmonalis rongga berubah seperti corong yang dinamakan infundibulum3. Dinding ventrikel dexter jauh lebih tebal dibanding atrium karena ada trabekula karneae. Trabekula ini terdiri atas tiga jenis: mm. papillares, trabekula septomarginalis (berisi bundel his), dan rigi yang menonjol. Mm. papillares dengan valva trikuspidalis dihubungkan oleh tali fibrosa yang disebut khorda tendinea3.
Atrium Kiri
Atrium sinistrum memiliki dinding yang paling tipis di antara seluruh jantung. Empat vena pulmonalis, dua dari masing-masing paru bermuara pada dinding posterior dan tidak memiliki katup3. Ostium atrioventrikularis sinistrum dilindungi oleh valva mitralis3.
Ventrikel Kiri
Ventriculus sinister berhubungan dengan atrium sinistrum melalui ostium atrioventrikularis sinistrum dan dengan aorta melalui ostium aortae3. Dinding ventrikel kiri jauh lebih tebal dibanding ventrikel kanan karena harus memompa darah ke seluruh tubuh dengan tekanan yang tinggi3. Dinding ventrikel kiri juga memiliki trabekula karneae, mm. papillares, dan khorda tendinea yang berhubungan dengan valva mitralis3.
Sistem Peredaran Darah
Sistem peredaran darah manusia berupa sistem peredaran darah tertutup dan peredaran darah ganda2. Sistem peredaran darah tertutup berarti darah selalu mengalir di dalam pembuluh darah, sedangkan sistem peredaran darah ganda berarti darah mengalir dua kali melalui jantung dalam satu siklus2.
Ada dua jenis sistem peredaran darah: sistem peredaran darah besar, dan sistem peredaran darah kecil2. Sistem peredaran darah besar adalah peredaran darah dari jantung (ventrikel kiri) ke seluruh tubuh dan kembali lagi ke jantung (atrium kanan)2. Sistem peredaran darah kecil adalah peredaran darah dari jantung (ventrikel kanan) ke paru-paru dan kembali lagi ke jantung (atrium kiri)2.
Fungsi Jantung dan Sirkulasi Darah
Jantung dan sirkulasi darah memiliki fungsi yang sangat penting bagi kelangsungan hidup organisme, didukung oleh metabolisme setiap sel dalam tubuh dan mempertahankan sifat kimia dan fisiologis cairan tubuh4. Berikut adalah beberapa fungsi jantung dan sirkulasi darah:
- Mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh dan karbon dioksida dalam arah yang berlawanan (lihat respirasi)4.
- Mengangkut nutrisi yang berasal dari pencernaan seperti lemak, gula, dan protein dari saluran pencernaan ke jaringan masing-masing untuk dikonsumsi, sesuai dengan kebutuhan mereka, diproses atau disimpan4.
- Mengangkut metabolit yang dihasilkan atau produk limbah (seperti urea atau asam urat) yang kemudian diangkut ke jaringan lain atau organ-organ ekskresi (ginjal dan usus besar)4.
- Mengangkut hormon, sel-sel kekebalan tubuh, dan bagian-bagian dari sistem pembekuan dalam tubuh4.
- Memelihara suhu tubuh dengan mengatur aliran darah ke kulit5.
- Menjaga keseimbangan asam-basa (pH) tubuh dengan mengatur kadar bikarbonat dalam darah5.
Kelainan Jantung dan Sirkulasi Darah
Jantung dan sirkulasi darah dapat mengalami kelainan atau gangguan yang dapat mempengaruhi fungsi-fungsinya. Beberapa contoh kelainan jantung dan sirkulasi darah adalah sebagai berikut:
- Aritmia: kondisi di mana irama denyut jantung tidak normal, bisa terlalu cepat (takikardia), terlalu lambat (bradikardia), atau tidak teratur (fibrilasi)6.
- Aterosklerosis: penyempitan atau pengerasan pembuluh arteri akibat penumpukan lemak, kolesterol, atau zat-zat lainnya pada dinding pembuluh6.
- Hipertensi: tekanan darah yang terlalu tinggi, biasanya di atas 140/90 mmHg, yang dapat meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, gagal ginjal, atau gagal jantung6.
- Anemia: kondisi di mana jumlah sel darah merah atau hemoglobin dalam darah berkurang, sehingga mengurangi kemampuan darah untuk mengangkut oksigen. Anemia dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kekurangan zat besi, vitamin B12, asam folat, atau penyakit kronis.
- Leukemia: kanker yang menyerang sel-sel darah putih (leukosit) yang diproduksi di sumsum tulang. Leukemia dapat menyebabkan penurunan sel darah merah dan trombosit, serta meningkatkan risiko infeksi.
- Gagal jantung: kondisi di mana jantung tidak mampu memompa darah dengan cukup baik untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Gagal jantung dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti penyakit jantung koroner, hipertensi, diabetes, atau infeksi.
Pencegahan dan Pengobatan Jantung dan Sirkulasi Darah
Untuk mencegah dan mengobati kelainan jantung dan sirkulasi darah, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, antara lain:
- Menjaga pola makan yang sehat dan seimbang, menghindari makanan berlemak, berkalori tinggi, atau mengandung garam berlebih.
- Berolahraga secara teratur, minimal 30 menit sehari, lima kali seminggu.
- Menghindari merokok, minum alkohol, atau menggunakan narkoba.
- Mengontrol tekanan darah, gula darah, dan kolesterol secara rutin.
- Mengurangi stres dan menjaga kesehatan mental.
- Memeriksakan diri ke dokter secara berkala dan mengikuti saran pengobatan yang diberikan.