Menu Tutup

Pengertian, Jenis, dan Manfaat Alat Pembayaran Internasional

Alat pembayaran internasional adalah alat yang digunakan untuk melakukan transaksi antara dua negara atau lebih. Alat pembayaran internasional harus dapat diterima oleh semua pihak yang terlibat dalam perdagangan internasional, baik itu penjual, pembeli, maupun bank. Alat pembayaran internasional juga harus memenuhi syarat-syarat tertentu, seperti keamanan, kecepatan, kemudahan, dan keterjangkauan.

Ada berbagai macam alat pembayaran internasional yang bisa digunakan oleh pebisnis, turis, atau individu lain yang berhubungan dengan negara asing. Berikut ini adalah beberapa contoh alat pembayaran internasional yang sering digunakan:

Uang Tunai

Uang tunai adalah alat pembayaran yang paling sederhana dan langsung. Uang tunai bisa berupa mata uang asing yang diakui secara internasional, seperti dolar Amerika, euro, yen, atau poundsterling. Uang tunai bisa digunakan untuk membayar barang atau jasa secara langsung kepada penjual. Uang tunai juga bisa ditukarkan di bank atau money changer sesuai dengan kurs yang berlaku.

Uang tunai biasanya digunakan oleh turis, jemaah haji, tenaga kerja yang bekerja di luar negeri, atau orang-orang yang membutuhkan uang secara mendesak. Keuntungan menggunakan uang tunai adalah tidak perlu menunggu proses administrasi atau verifikasi dari bank. Namun, kelemahan menggunakan uang tunai adalah rawan terhadap risiko pencurian, kehilangan, atau kerusakan.

Cek

Cek adalah surat perintah dari pemilik rekening kepada bank untuk membayar sejumlah uang kepada orang tertentu. Cek bisa digunakan sebagai alat pembayaran internasional dengan cara mengirimkan cek kepada penerima melalui bank yang ditunjuk di negara penerima. Bank yang ditunjuk biasanya adalah bank yang memiliki cabang di negara pengirim agar penerima bisa dengan mudah mencairkan cek tersebut.

Cek biasanya digunakan oleh pebisnis atau individu yang ingin melakukan pembayaran dengan jumlah besar dan jangka waktu tertentu. Keuntungan menggunakan cek adalah bisa mengatur waktu pembayaran sesuai dengan kesepakatan antara pengirim dan penerima. Namun, kelemahan menggunakan cek adalah membutuhkan biaya administrasi dan waktu proses yang cukup lama.

Wesel

Wesel adalah surat perintah dari penjual kepada pembeli untuk membayar sejumlah uang pada waktu dan tempat tertentu. Wesel bisa digunakan sebagai alat pembayaran internasional dengan cara mengeluarkan wesel oleh bank di negara pengirim kepada bank di negara penerima sesuai dengan tujuan, jumlah uang, dan nama orang yang tertulis di dalam wesel.

Wesel biasanya digunakan oleh pebisnis atau individu yang ingin melakukan pembayaran dengan sistem kredit atau angsuran. Keuntungan menggunakan wesel adalah bisa memberikan fleksibilitas dan kemudahan bagi pengirim dan penerima dalam melakukan transaksi. Namun, kelemahan menggunakan wesel adalah membutuhkan jaminan atau agunan dari pengirim atau penerima.

Letter of Credit (L/C)

Letter of credit (L/C) adalah surat jaminan dari bank kepada penjual bahwa bank akan membayar sejumlah uang kepada penjual jika penjual telah memenuhi syarat-syarat tertentu. L/C bisa digunakan sebagai alat pembayaran internasional dengan cara mengajukan permohonan L/C oleh pembeli kepada bank di negara pengirim dan mengirimkan L/C tersebut kepada penjual melalui bank di negara penerima.

L/C biasanya digunakan oleh pebisnis atau individu yang ingin melakukan pembayaran dengan sistem konsinyasi atau barang titipan. Keuntungan menggunakan L/C adalah bisa memberikan keamanan dan kepastian bagi penjual dan pembeli dalam melakukan transaksi. Namun, kelemahan menggunakan L/C adalah membutuhkan biaya administrasi dan dokumen-dokumen yang cukup banyak.

Konsinyasi

Konsinyasi adalah sistem penjualan barang dimana penjual menyerahkan barang kepada agen penjualan di negara lain tanpa menerima pembayaran terlebih dahulu. Pembayaran baru dilakukan setelah barang tersebut terjual oleh agen penjualan. Konsinyasi bisa digunakan sebagai alat pembayaran internasional dengan cara mengirimkan barang oleh penjual kepada agen penjualan di negara penerima dan menerima laporan penjualan dan pembayaran dari agen penjualan tersebut.

Konsinyasi biasanya digunakan oleh pebisnis atau individu yang ingin melakukan pembayaran dengan sistem komisi atau bagi hasil. Keuntungan menggunakan konsinyasi adalah bisa meningkatkan volume penjualan dan pasar bagi penjual. Namun, kelemahan menggunakan konsinyasi adalah membutuhkan kepercayaan dan kerjasama yang baik antara penjual dan agen penjualan.

Paypal

Paypal adalah layanan pembayaran online yang memungkinkan pengguna untuk mengirim dan menerima uang secara elektronik melalui internet. Paypal bisa digunakan sebagai alat pembayaran internasional dengan cara mendaftar akun paypal dan menghubungkan akun tersebut dengan kartu kredit, kartu debit, atau rekening bank. Setelah itu, pengguna bisa melakukan transaksi dengan menggunakan alamat email atau nomor telepon sebagai identitas.

Paypal biasanya digunakan oleh pebisnis atau individu yang ingin melakukan pembayaran dengan sistem digital atau nirkabel. Keuntungan menggunakan paypal adalah bisa melakukan transaksi dengan cepat, mudah, dan aman. Namun, kelemahan menggunakan paypal adalah membutuhkan koneksi internet yang stabil dan biaya transaksi yang cukup tinggi.

Emas

Emas adalah logam mulia yang memiliki nilai tukar yang tinggi dan stabil di pasar internasional. Emas bisa digunakan sebagai alat pembayaran internasional dengan cara menukarkan emas dengan mata uang asing atau barang lain sesuai dengan kurs yang berlaku. Emas bisa berupa batangan, koin, perhiasan, atau sertifikat emas.

Emas biasanya digunakan oleh pebisnis atau individu yang ingin melakukan pembayaran dengan sistem barter atau tukar-menukar. Keuntungan menggunakan emas adalah bisa menjaga nilai uang dari inflasi atau devaluasi. Namun, kelemahan menggunakan emas adalah membutuhkan tempat penyimpanan yang aman dan biaya transportasi yang cukup besar.

Manfaat dari Alat Pembayaran Internasional

Alat pembayaran internasional memiliki manfaat yang penting bagi perkembangan perdagangan internasional. Beberapa manfaat dari alat pembayaran internasional adalah:

  • Memperlancar arus barang dan jasa antara negara-negara di dunia.
  • Meningkatkan kerjasama dan hubungan ekonomi antara negara-negara di dunia.
  • Mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di dunia.
  • Menumbuhkan persaingan sehat dan inovasi di dunia bisnis.
  • Menyediakan berbagai pilihan dan kemudahan bagi konsumen di dunia.

Kesimpulan

Alat pembayaran internasional adalah alat yang digunakan untuk melakukan transaksi antara dua negara atau lebih. Ada berbagai macam alat pembayaran internasional yang bisa digunakan oleh pebisnis, turis, atau individu lain yang berhubungan dengan negara asing, seperti uang tunai, cek, wesel, L/C, konsinyasi, paypal, dan emas. Alat pembayaran internasional memiliki manfaat yang penting bagi perkembangan perdagangan internasional.

Sumber:
(1) 9 Macam Alat Pembayaran Internasional – Gramedia Literasi. https://www.gramedia.com/literasi/alat-pembayaran-internasional/.
(2) 7 Alat Pembayaran Internasional Ini Perlu Kamu Ketahui! – Ruangguru. https://www.ruangguru.com/blog/alat-pembayaran-internasional.
(3) Alat dan Cara Melakukan Pembayaran Internasional – Quipper. https://www.quipper.com/id/blog/mapel/ekonomi/alat-dan-cara-melakukan-pembayaran-internasional/.
(4) 12 Alat Pembayaran Internasional, Bukan Cuma Uang Tunai! – IDN Times. https://www.idntimes.com/business/economy/seo-intern/alat-pembayaran-internasional-bukan-cuma-uang-tunai.
(5) 10 Alat Pembayaran Internasional Yang Sering Digunakan Pebisnis. https://www.harmony.co.id/blog/10-alat-pembayaran-internasional-yang-sering-digunakan/

Posted in Ragam

Artikel Lainnya