Kerajaan Majapahit, yang berdiri pada akhir abad ke-13 hingga awal abad ke-16, merupakan salah satu kerajaan terbesar dalam sejarah Nusantara. Peninggalan-peninggalannya yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia menjadi saksi bisu kejayaan dan kebesaran kerajaan ini. Berikut adalah pembahasan mendalam mengenai berbagai peninggalan Kerajaan Majapahit:
1. Candi-Candi Peninggalan Majapahit
- Candi Tikus: Terletak di Desa Bejijong, Trowulan, Mojokerto, candi ini berbentuk petirtaan yang diperkirakan digunakan sebagai tempat pemandian keluarga kerajaan. Ditemukan pada tahun 1914, Candi Tikus mencerminkan keahlian arsitektur dan sistem pengairan pada masa Majapahit.
- Candi Bajang Ratu: Berupa gapura megah setinggi 16,5 meter yang terletak di Desa Temon, Trowulan. Diperkirakan dibangun pada abad ke-14, gapura ini kemungkinan besar digunakan sebagai pintu masuk ke bangunan suci.
- Candi Brahu: Terletak di Dukuh Jambu Mente, Desa Bejijong, Trowulan, candi ini bercorak Buddha dengan tinggi sekitar 20 meter. Candi Brahu diperkirakan digunakan sebagai tempat kremasi raja-raja Majapahit.
- Candi Sukuh: Berlokasi di lereng Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah, candi ini memiliki bentuk unik menyerupai piramida terpancung. Dibangun pada abad ke-15, Candi Sukuh menampilkan relief dan arca yang menggambarkan ajaran kesuburan dalam agama Hindu.
- Candi Cetho: Juga terletak di lereng Gunung Lawu, candi ini memiliki 14 teras berundak yang mencerminkan kepercayaan Hindu. Candi Cetho masih digunakan oleh masyarakat setempat untuk ritual keagamaan hingga saat ini.
2. Prasasti-Prasasti Bersejarah
- Prasasti Waringin Pitu: Ditemukan di Kabupaten Mojokerto, prasasti ini bertanggal 1447 M dan menyebutkan tiga tokoh penting Majapahit: Hayam Wuruk, Gajah Mada, dan Adityawarman.
- Prasasti Kudadu: Bertanggal 1294 M, prasasti ini menceritakan bantuan Rama Kudadu kepada Raden Wijaya saat melarikan diri dari ancaman Jayakatwang.
3. Kitab-Kitab Sastra
- Negarakertagama: Ditulis oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365, kitab ini menggambarkan struktur pemerintahan, wilayah kekuasaan, dan kehidupan sosial budaya Majapahit.
- Sutasoma: Karya Mpu Tantular yang mengandung ajaran toleransi beragama dan menjadi asal semboyan “Bhinneka Tunggal Ika,” yang berarti “Berbeda-beda tetapi tetap satu.”
4. Situs Trowulan
Situs Trowulan di Mojokerto merupakan bekas ibu kota Majapahit yang kini menjadi kompleks arkeologi. Di sini ditemukan berbagai artefak, struktur bangunan, dan candi yang memberikan gambaran tentang kehidupan urban pada masa Majapahit.
5. Arca dan Patung
Berbagai arca dewa-dewi Hindu dan Buddha ditemukan di wilayah bekas kekuasaan Majapahit, menunjukkan tingginya seni pahat dan keagamaan pada masa itu.
6. Sistem Irigasi dan Pengairan
Peninggalan sistem irigasi seperti saluran air dan waduk menunjukkan kemajuan teknologi pertanian Majapahit dalam mengelola sumber daya air untuk pertanian.
7. Keramik dan Gerabah
Ditemukan berbagai keramik dan gerabah dengan motif khas Majapahit yang menunjukkan perkembangan seni kriya dan perdagangan pada masa itu.
Peninggalan-peninggalan tersebut tidak hanya menjadi bukti kejayaan Kerajaan Majapahit, tetapi juga memberikan wawasan mendalam tentang kehidupan sosial, budaya, dan teknologi pada masa itu. Pelestarian dan penelitian lebih lanjut terhadap peninggalan ini penting untuk memahami sejarah dan identitas bangsa Indonesia.