Indonesia memiliki warisan sejarah yang kaya, terutama dari masa Hindu-Buddha. Salah satu bentuk peninggalan tersebut adalah prasasti, yang berfungsi sebagai sumber informasi penting tentang kehidupan sosial, politik, dan budaya pada masa lampau. Berikut adalah beberapa prasasti peninggalan Hindu-Buddha yang signifikan di Indonesia:
1. Prasasti Yupa
Prasasti Yupa merupakan peninggalan Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur, yang dianggap sebagai kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Prasasti ini ditulis dalam aksara Pallawa dan bahasa Sanskerta, berisi informasi tentang Raja Mulawarman yang memberikan sedekah besar kepada para brahmana. Yupa sendiri adalah tugu batu yang digunakan sebagai tempat pengikat hewan kurban.
2. Prasasti Ciaruteun
Ditemukan di tepi Sungai Ciaruteun, Bogor, Jawa Barat, prasasti ini merupakan peninggalan Kerajaan Tarumanegara. Ditulis dalam aksara Pallawa dan bahasa Sanskerta, prasasti ini menampilkan jejak kaki Raja Purnawarman, yang disamakan dengan jejak kaki Dewa Wisnu, menunjukkan kekuasaan dan kebesaran raja tersebut.
3. Prasasti Canggal
Dikenal juga sebagai Prasasti Gunung Wukir, prasasti ini ditemukan di daerah Kedu, Jawa Tengah. Ditulis pada tahun 732 Masehi dalam aksara Pallawa dan bahasa Sanskerta, prasasti ini menceritakan pendirian sebuah lingga oleh Raja Sanjaya sebagai simbol pemujaan kepada Dewa Siwa.
4. Prasasti Kalasan
Prasasti ini ditemukan di Desa Kalasan, Yogyakarta, dan ditulis pada tahun 778 Masehi. Menggunakan aksara Pranagari dan bahasa Sanskerta, prasasti ini mencatat pembangunan Candi Kalasan oleh Raja Panangkaran sebagai penghormatan kepada Dewi Tara, atas permintaan para biksu dari Sriwijaya.
5. Prasasti Kelurak
Ditemukan di dekat Candi Lumbung, Kelurak, Jawa Tengah, prasasti ini berasal dari tahun 782 Masehi. Ditulis dalam aksara Pranagari dan bahasa Sanskerta, prasasti ini menyebutkan pembangunan arca Manjusri oleh Raja Indra dari Dinasti Sailendra, yang melambangkan kebijaksanaan Buddha.
6. Prasasti Mantyasih
Ditemukan di Desa Mantyasih, Magelang, Jawa Tengah, prasasti ini berasal dari tahun 907 Masehi. Ditulis dalam aksara Kawi dan bahasa Jawa Kuno, prasasti ini berisi silsilah raja-raja Mataram Kuno dan penetapan tanah perdikan oleh Raja Balitung.
7. Prasasti Tugu
Prasasti ini ditemukan di daerah Tugu, Jakarta Utara, dan merupakan peninggalan Kerajaan Tarumanegara. Ditulis dalam aksara Pallawa dan bahasa Sanskerta, prasasti ini mencatat penggalian saluran air Gomati oleh Raja Purnawarman untuk mencegah banjir dan mengairi sawah.
8. Prasasti Sojomerto
Ditemukan di Desa Sojomerto, Batang, Jawa Tengah, prasasti ini diperkirakan berasal dari abad ke-7 Masehi. Ditulis dalam aksara Kawi dan bahasa Melayu Kuno, prasasti ini menyebutkan tokoh bernama Dapunta Selendra, yang dianggap sebagai leluhur Dinasti Sailendra.
9. Prasasti Cidanghiang
Ditemukan di tepi Sungai Cidanghiang, Pandeglang, Banten, prasasti ini merupakan peninggalan Kerajaan Tarumanegara. Ditulis dalam aksara Pallawa dan bahasa Sanskerta, prasasti ini memuji keberanian dan keagungan Raja Purnawarman.
10. Prasasti Jambu
Ditemukan di Bukit Koleangkak, Bogor, Jawa Barat, prasasti ini juga merupakan peninggalan Kerajaan Tarumanegara. Ditulis dalam aksara Pallawa dan bahasa Sanskerta, prasasti ini menggambarkan kebesaran Raja Purnawarman yang setara dengan Dewa Indra.
Prasasti-prasasti tersebut tidak hanya menjadi bukti keberadaan kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia, tetapi juga memberikan gambaran tentang kehidupan masyarakat, sistem pemerintahan, dan kepercayaan yang dianut pada masa itu. Melalui prasasti-prasasti ini, kita dapat memahami lebih dalam sejarah dan budaya Indonesia pada masa lampau.