Menu Tutup

Peradaban Awal Afrika (Mesir) dalam Pencapaian Ilmu, Teknologi, Kepercayaan, Pemerintahan, Pertanian, dan Budaya

Peradaban Mesir Kuno adalah salah satu peradaban tertua dan terbesar di dunia, yang berpusat di sepanjang lembah Sungai Nil di Afrika Timur Laut. Peradaban ini dimulai sekitar tahun 3150 SM dengan penyatuan Mesir Hulu dan Hilir oleh Menes, dan berlangsung hingga tahun 31 SM ketika Mesir ditaklukkan oleh Kekaisaran Romawi12

Peradaban Mesir Kuno mencapai kemajuan luar biasa dalam berbagai bidang ilmu, teknologi, kepercayaan, pemerintahan, pertanian, dan budaya. Berikut adalah beberapa pencapaian penting yang dilakukan oleh bangsa Mesir Kuno:

Ilmu

Bangsa Mesir Kuno memiliki pengetahuan luas tentang matematika, astronomi, kedokteran, anatomi, kimia, dan geografi. Mereka menggunakan sistem tulisan hieroglif untuk mencatat informasi penting dan mengembangkan kalender matahari yang akurat. Mereka juga mampu menghitung luas, volume, sudut, dan rasio emas dengan presisi tinggi13

Dalam bidang kedokteran, bangsa Mesir Kuno mengetahui cara melakukan operasi bedah, pembedahan mayat, pengobatan luka, penyakit kulit, gigi, mata, dan penyakit dalam. Mereka juga menggunakan berbagai macam obat herbal dan mineral untuk mengobati pasien. Mereka bahkan memiliki dokter spesialis untuk berbagai bidang medis13

Teknologi

Bangsa Mesir Kuno menunjukkan keterampilan tinggi dalam bidang teknik dan arsitektur. Mereka mampu membangun monumen-monumen megah seperti piramida, kuil, obelisk, sfinks, dan makam dengan alat-alat sederhana namun efektif. Mereka juga menggunakan teknik pengukuran dan geometri yang canggih untuk memastikan akurasi dan presisi pembangunan14

Dalam bidang teknologi lainnya, bangsa Mesir Kuno juga menciptakan hal-hal seperti kertas dari papyrus, tinta dari jelaga dan lilin lebah, kaca dari pasir dan abu soda, tembikar dari tanah liat dan glasir bening, kapal dari kayu pohon akasia dan rotan, alat musik dari bambu dan kulit binatang, perhiasan dari emas dan permata, serta tekstil dari linen dan wol13

Kepercayaan

Bangsa Mesir Kuno memiliki kepercayaan politeistik yang kompleks dan bervariasi. Mereka memuja berbagai dewa dan dewi yang mewakili berbagai aspek alam dan kehidupan. Beberapa dewa utama yang mereka sembah adalah Ra (dewa matahari), Osiris (dewa kematian dan kebangkitan), Isis (dewi ibu dan sihir), Horus (dewa langit), Anubis (dewa pengawas mayat), Thoth (dewa pengetahuan), Maat (dewi kebenaran), Hathor (dewi cinta), Sobek (dewa buaya), Bastet (dewi kucing), dan Set (dewa kekacauan)15

Bangsa Mesir Kuno percaya bahwa setelah kematian jiwa manusia akan menjalani pengadilan oleh Osiris dan 42 hakim lainnya. Jika jiwa dinyatakan bersih dari dosa-dosa yang ditimbang dengan bulu Maat di neraka timbangan maka jiwa akan masuk ke alam baka yang disebut Aaru. Jika jiwa dinyatakan berdosa maka jiwa akan dimakan oleh Ammit, makhluk setengah buaya, singa, dan jerapah15

Pemerintahan

Bangsa Mesir Kuno memiliki sistem pemerintahan yang absolut dan sentralistik. Pemimpin tertinggi mereka adalah Firaun, yang dianggap sebagai dewa-raja yang memiliki kekuasaan mutlak atas semua aspek kehidupan. Firaun dibantu oleh Wazir, yang bertanggung jawab atas administrasi negara, Imam Agung, yang bertanggung jawab atas urusan keagamaan, dan Milisia, yang bertanggung jawab atas urusan militer2

Bangsa Mesir Kuno juga memiliki sistem hukum yang berdasarkan pada konsep Maat, yaitu keseimbangan dan keadilan. Mereka memiliki kode hukum tertulis yang mengatur berbagai hal seperti hak waris, pernikahan, perceraian, pembunuhan, pencurian, perampokan, perbudakan, pajak, dan lain-lain. Mereka juga memiliki sistem pengadilan yang terdiri dari hakim-hakim yang ditunjuk oleh Firaun atau Wazir2

Pertanian

Bangsa Mesir Kuno sangat bergantung pada pertanian sebagai sumber utama pangan dan pendapatan. Mereka memanfaatkan banjir tahunan Sungai Nil yang membawa lumpur subur ke dataran rendah di sekitarnya. Mereka mengembangkan sistem irigasi yang canggih untuk mengalirkan air ke ladang-ladang mereka. Mereka juga menggunakan alat-alat pertanian seperti bajak, sabit, cangkul, dan sekop1

Tanaman utama yang mereka tanam adalah gandum, jelai, sayuran, buah-buahan, bunga-bunga, dan papyrus. Mereka juga memelihara hewan-hewan seperti sapi, domba, kambing, babi, angsa, itik, ayam, anjing, kucing, dan kuda. Mereka menggunakan hasil pertanian dan peternakan mereka untuk konsumsi sendiri maupun untuk perdagangan dengan bangsa-bangsa lain1

Budaya

Bangsa Mesir Kuno memiliki budaya yang kaya dan unik yang mencerminkan pandangan mereka tentang dunia. Mereka menghasilkan karya-karya seni dan sastra yang indah dan abadi. Mereka juga memiliki tradisi-tradisi sosial dan ritual-ritual keagamaan yang khas.

Dalam bidang seni, bangsa Mesir Kuno menciptakan lukisan-lukisan dinding, patung-patung batu dan kayu, relief-relief ukiran, perhiasan-perhiasan emas dan permata, masker-maska mumi emas dan perak, serta kerajinan-kerajinan tembikar dan kaca. Gaya seni mereka bersifat simbolis dan hierarkis, dengan menggunakan warna-warna cerah dan bentuk-bentuk geometris1

Dalam bidang sastra, bangsa Mesir Kuno menulis berbagai macam teks seperti himne-himne keagamaan, cerita-cerita mitologi, dongeng-dongeng rakyat, puisi-puisi cinta, ajaran-ajaran moral, biografi-biografi tokoh penting, catatan-catatan sejarah, surat-surat pribadi, dokumen-dokumen hukum, buku-buku kedokteran, buku-buku matematika, buku-buku sihir, dan buku-buku mayat. Gaya sastra mereka bersifat sederhana dan elegan, dengan menggunakan metafora-metafora dan repetisi-repetisi1

Dalam bidang sosial dan keagamaan, bangsa Mesir Kuno memiliki berbagai adat istiadat dan upacara-upacara yang menunjukkan rasa hormat mereka kepada dewa-dewa dan leluhur-leluhur mereka. Mereka melakukan persembahan-persembahan makanan dan minuman kepada patung-patung dewa di kuil-kuil atau altar-altar pribadi. Mereka melakukan pengorbanan-pengorbanan hewan kepada dewa-dewa tertentu untuk memohon berkah atau ampunan.

Mereka melakukan pemakaman-pemakaman yang rumit untuk mengawetkan mayat-mayat dengan proses mumifikasi dan mengisi makam-makam dengan barang-barang berharga untuk kehidupan setelah kematian. Mereka melakukan festival-festival tahunan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting seperti banjir Nil, panen, kelahiran Firaun, atau kemenangan militer.

Sumber:
(1) Mesir Kuno – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Mesir_Kuno.
(2) Peradaban Mesir Kuno: Periodisasi dan Sistem Pemerintahan – Kompas.com. https://www.kompas.com/skola/read/2020/11/25/123835369/peradaban-mesir-kuno-periodisasi-dan-sistem-pemerintahan.
(3) Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Mesir Kuno. https://kumparan.com/potongan-nostalgia/perkembangan-ilmu-pengetahuan-dan-teknologi-di-mesir-kuno-1537261375310342115.
(4) [LENGKAP] Peradaban Perkembangan Awal di Afrika. https://www.asaldansejarah45.com/2021/10/lengkap-peradaban-perkembangan-awal-di.html.
(5) PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN MESIR – Universitas Islam Negeri Sultan Syarif …. https://repository.uin-suska.ac.id/11890/1/Perkembangan%20Kebudayaan%20Mesir.pdf.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya