Menu Tutup

Perang Dunia I dan II: Penyebab, Jalannya, dan Dampaknya bagi Dunia

Perang Dunia I dan II adalah dua konflik berskala global yang melibatkan sebagian besar negara-negara di dunia pada abad ke-20. Perang Dunia I berlangsung dari tahun 1914 hingga 1918, sedangkan Perang Dunia II berlangsung dari tahun 1939 hingga 1945. Kedua perang ini memiliki dampak yang sangat besar bagi sejarah, politik, ekonomi, sosial, dan budaya dunia. Berikut adalah pembahasan lengkap tentang Perang Dunia I dan II, beserta sub judulnya:

Penyebab Perang Dunia I

Perang Dunia I dipicu oleh pembunuhan Franz Ferdinand, pewaris takhta Austria-Hongaria, oleh seorang nasionalis Serbia bernama Gavrilo Princip di Sarajevo, Bosnia, pada tanggal 28 Juni 1914. Pembunuhan ini menyulut ketegangan antara Austria-Hongaria dan Serbia, yang merupakan bagian dari aliansi yang saling bersaing di Eropa. Aliansi ini terdiri dari Bloki Sentral (Austria-Hongaria, Jerman, dan Turki Utsmani) dan Entente Tiga (Inggris, Prancis, dan Rusia). Ketika Austria-Hongaria menyatakan perang terhadap Serbia pada tanggal 28 Juli 1914, Rusia sebagai sekutu Serbia ikut campur dan mengancam Austria-Hongaria. Jerman sebagai sekutu Austria-Hongaria kemudian menyatakan perang terhadap Rusia pada tanggal 1 Agustus 1914, dan juga terhadap Prancis sebagai sekutu Rusia pada tanggal 3 Agustus 1914. Jerman kemudian melancarkan serangan melalui Belgia yang netral untuk mencapai Prancis, sehingga menarik Inggris sebagai sekutu Belgia dan Prancis untuk ikut berperang melawan Jerman pada tanggal 4 Agustus 1914. Dengan demikian, Perang Dunia I pun dimulai.

Jalannya Perang Dunia I

Perang Dunia I berlangsung selama empat tahun dengan berbagai pertempuran dan kampanye militer di berbagai wilayah. Perang ini terbagi menjadi dua front utama: Front Barat yang melibatkan pertempuran antara Jerman dengan Prancis, Inggris, dan sekutu-sekutunya di sepanjang perbatasan Prancis dan Belgia; dan Front Timur yang melibatkan pertempuran antara Jerman, Austria-Hongaria, dan Turki Utsmani dengan Rusia dan sekutu-sekutunya di sepanjang perbatasan Rusia dan Balkan. Selain itu, perang ini juga meluas ke wilayah lain seperti Afrika, Timur Tengah, Asia, dan Samudra Pasifik.

Salah satu ciri khas Perang Dunia I adalah penggunaan parit sebagai benteng pertahanan oleh kedua belah pihak. Parit adalah lubang atau saluran yang digali di tanah untuk melindungi pasukan dari tembakan musuh. Parit membuat pergerakan pasukan menjadi terbatas dan sulit untuk menembus garis pertahanan musuh. Akibatnya, perang menjadi buntu dan berlarut-larut dengan banyak korban jiwa tanpa hasil yang signifikan. Selain parit, perang ini juga ditandai oleh penggunaan senjata-senjata baru seperti senapan mesin, gas beracun, tank, pesawat terbang, kapal selam, dan meriam besar.

Perang Dunia I berakhir dengan ditandatanganinya Gencatan Senjata Compiègne antara Bloki Sentral dengan Entente Tiga pada tanggal 11 November 1918. Gencatan senjata ini menghentikan pertempuran di Front Barat dan mengakui kekalahan Bloki Sentral. Perjanjian damai resmi kemudian ditandatangani pada tahun 1919 di Paris dengan nama Perjanjian Versailles untuk Jerman, Perjanjian Saint-Germain-en-Laye untuk Austria, Perjanjian Trianon untuk Hongaria, Perjanjian Neuilly-sur-Seine untuk Bulgaria, dan Perjanjian Sèvres untuk Turki Utsmani. Perjanjian-perjanjian ini memberikan syarat-syarat yang sangat berat bagi Bloki Sentral, seperti pengurangan wilayah, pembayaran ganti rugi, pengurangan angkatan bersenjata, dan pengakuan kesalahan. Perjanjian-perjanjian ini juga mengubah peta politik dunia dengan membubarkan beberapa kerajaan dan imperium, serta menciptakan beberapa negara baru.

Penyebab Perang Dunia II

Perang Dunia II dipicu oleh ambisi Adolf Hitler, pemimpin Jerman Nazi, untuk menguasai Eropa dan dunia. Hitler ingin membalas dendam atas kekalahan Jerman di Perang Dunia I dan menghapuskan perjanjian-perjanjian yang merugikan Jerman. Hitler juga ingin mewujudkan ideologinya tentang ras Arya yang superior dan harus menghapuskan ras-ras lain yang dianggap inferior, terutama Yahudi. Untuk mencapai tujuannya, Hitler membangun rezim totaliter yang mengendalikan semua aspek kehidupan masyarakat Jerman, termasuk politik, ekonomi, sosial, budaya, dan agama. Hitler juga memperkuat militer Jerman dengan meningkatkan produksi senjata dan alat perang, serta melatih pasukan-pasukan yang disiplin dan setia.

Hitler mulai melakukan agresi militer terhadap negara-negara tetangganya sejak tahun 1936. Dia menyerbu Rhineland (wilayah Jerman yang dilarang memiliki militer oleh Perjanjian Versailles) pada tahun 1936, Austria (negara asal Hitler) pada tahun 1938, dan Cekoslowakia (negara yang memiliki minoritas Jerman) pada tahun 1938-1939. Pada tanggal 1 September 1939, Hitler menyerang Polandia (negara yang memiliki wilayah yang diklaim oleh Jerman) dengan menggunakan taktik blitzkrieg atau perang kilat, yaitu serangan cepat dan mendadak dengan menggunakan tank, pesawat terbang, dan infanteri. Serangan ini menyebabkan reaksi dari Inggris dan Prancis, yang merupakan sekutu Polandia, untuk menyatakan perang terhadap Jerman pada tanggal 3 September 1939. Dengan demikian, Perang Dunia II pun dimulai.

Jalannya Perang Dunia II

Perang Dunia II berlangsung selama enam tahun dengan berbagai pertempuran dan kampanye militer di berbagai wilayah. Perang ini terbagi menjadi dua teater utama: Teater Eropa yang melibatkan pertempuran antara Jerman Nazi dengan Inggris, Prancis, Uni Soviet (Rusia), Amerika Serikat, dan sekutu-sekutunya; dan Teater Asia-Pasifik yang melibatkan pertempuran antara Jepang dengan Cina, Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan sekutu-sekutunya. Selain itu, perang ini juga meluas ke wilayah lain seperti Afrika Utara, Timur Tengah, dan Amerika Latin.

Salah satu ciri khas Perang Dunia II adalah penggunaan ideologi sebagai motivasi dan justifikasi bagi kedua belah pihak. Ideologi adalah sistem pemikiran atau keyakinan yang mengatur cara pandang seseorang atau kelompok terhadap dunia. Ideologi yang bertentangan antara kedua belah pihak adalah fasisme versus demokrasi. Fasisme adalah ideologi yang menekankan pada kekuasaan absolut negara atau pemimpin atas individu atau kelompok, serta mengagungkan nasionalisme, rasisme, militerisme, dan imperialisme. Demokrasi adalah ideologi yang menekankan pada hak-hak individu atau kelompok untuk berpartisipasi dalam proses politik dan sosial negara secara bebas dan setara. Ideologi ini juga mempengaruhi cara perang kedua belah pihak, seperti penggunaan propaganda, spionase, sabotase, gerilya, terorisme, dan genosida.

Perang Dunia II berakhir dengan menyerahnya Jerman Nazi dan Jepang kepada sekutu. Jerman Nazi menyerah secara tak bersyarat pada tanggal 7 Mei 1945, setelah Hitler bunuh diri di bunker Berlin pada tanggal 30 April 1945. Jepang menyerah secara tak bersyarat pada tanggal 15 Agustus 1945, setelah Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945. Penyerahan ini mengakhiri perang di Teater Eropa dan Teater Asia-Pasifik. Perjanjian damai resmi kemudian ditandatangani pada tahun 1946-1947 di Paris, San Francisco, dan Tokyo dengan nama Perjanjian Damai ParisPerjanjian Damai San Francisco, dan Perjanjian Damai Tokyo. Perjanjian-perjanjian ini memberikan syarat-syarat yang berbeda-beda bagi Jerman Nazi dan Jepang, seperti pembagian wilayah, pengadilan kejahatan perang, pembentukan organisasi internasional, dan bantuan pemulihan.

Dampak Perang Dunia I dan II

Perang Dunia I dan II memiliki dampak yang sangat besar bagi dunia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Berikut adalah beberapa dampak yang paling penting:

  • Korban jiwa. Perang Dunia I dan II menelan korban jiwa yang sangat banyak, baik dari kalangan militer maupun sipil. Perkiraan jumlah korban jiwa bervariasi, tetapi menurut sumber-sumber yang paling umum, Perang Dunia I menyebabkan sekitar 17 juta korban jiwa, sedangkan Perang Dunia II menyebabkan sekitar 60 juta korban jiwa. Korban jiwa terbesar berasal dari Uni Soviet, Cina, Jerman, Polandia, dan Yahudi. Korban jiwa ini juga meliputi korban-korban dari genosida, holokaus, kelaparan, penyakit, dan kekejaman perang.
  • Kerusakan fisik. Perang Dunia I dan II juga menyebabkan kerusakan fisik yang sangat besar bagi infrastruktur, lingkungan, sumber daya alam, dan harta benda. Perkiraan nilai kerusakan fisik bervariasi, tetapi menurut sumber-sumber yang paling umum, Perang Dunia I menyebabkan kerusakan fisik sebesar $186 miliar, sedangkan Perang Dunia II menyebabkan kerusakan fisik sebesar $1 triliun. Kerusakan fisik terbesar terjadi di Eropa, Asia Timur, dan Asia Tenggara. Kerusakan fisik ini juga meliputi kerusakan akibat bom atom, bom api, pengeboman udara, pengepungan kota, dan pertempuran darat.
  • Perubahan politik. Perang Dunia I dan II juga menyebabkan perubahan politik yang sangat besar bagi negara-negara yang terlibat maupun yang tidak terlibat dalam perang. Perubahan politik ini meliputi pembubaran atau pembentukan negara-negara baru, pergeseran kekuasaan atau pengaruh antar negara atau blok politik, perubahan sistem pemerintahan atau ideologi politik, serta munculnya gerakan-gerakan nasionalis atau kemerdekaan. Perubahan politik ini juga meliputi pembentukan organisasi-organisasi internasional seperti Liga Bangsa-Bangsa setelah Perang Dunia I dan Perserikatan Bangsa-Bangsa setelah Perang Dunia II, yang bertujuan untuk menjaga perdamaian dan kerjasama dunia.
  • Dampak sosial-budaya. Perang Dunia I dan II juga menyebabkan dampak sosial-budaya yang sangat besar bagi masyarakat dunia. Dampak sosial-budaya ini meliputi perubahan demografi atau komposisi penduduk akibat migrasi atau pengungsian, perubahan status sosial atau peran gender akibat partisipasi wanita dalam perang atau pekerjaan sipil, perubahan nilai-nilai atau norma sosial akibat pengalaman perang atau trauma, serta perubahan ekspresi atau identitas budaya akibat pengaruh atau asimilasi budaya asing. Dampak sosial-budaya ini juga meliputi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, sastra, musik, film, dan olahraga yang dipengaruhi oleh perang.
Posted in Ragam

Artikel Lainnya