Menu Tutup

Pertumbuhan Tumbuhan: Perbedaan Antara Pertumbuhan Primer dan Sekunder

Pertumbuhan adalah proses peningkatan ukuran, jumlah, atau volume sel atau organisme. Pertumbuhan merupakan salah satu ciri khas makhluk hidup yang membedakannya dari benda mati. Pertumbuhan dapat terjadi secara kuantitatif maupun kualitatif. Pertumbuhan kuantitatif adalah pertumbuhan yang berhubungan dengan penambahan massa atau berat, sedangkan pertumbuhan kualitatif adalah pertumbuhan yang berhubungan dengan peningkatan kemampuan atau fungsi.

Pertumbuhan tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu pertumbuhan primer dan sekunder. Pertumbuhan primer adalah pertumbuhan yang terjadi akibat aktivitas meristem primer, yaitu jaringan embrional yang terdapat di ujung akar dan batang.

Pertumbuhan primer bertujuan untuk memperpanjang organ tumbuhan sehingga dapat mencapai sumber air, mineral, dan cahaya. Pertumbuhan sekunder adalah pertumbuhan yang terjadi akibat aktivitas meristem sekunder, yaitu jaringan embrional yang terdapat di sekeliling batang dan akar. Pertumbuhan sekunder bertujuan untuk memperbesar diameter organ tumbuhan sehingga dapat meningkatkan kekuatan dan daya tahan.

Pertumbuhan Primer

Pertumbuhan primer terjadi di ujung akar dan batang yang disebut sebagai zona meristematis. Zona ini terdiri dari sel-sel meristem primer yang memiliki kemampuan membelah diri secara cepat dan terus-menerus. Sel-sel meristem primer dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu protoderm, prokambium, dan meristem dasar.

  • Protoderm adalah lapisan sel paling luar yang akan membentuk epidermis, yaitu jaringan pelindung yang melapisi permukaan organ tumbuhan.
  • Prokambium adalah lapisan sel yang akan membentuk pembuluh angkut, yaitu jaringan pengangkut air, mineral, dan hasil fotosintesis. Pembuluh angkut terdiri dari xilem dan floem.
  • Meristem dasar adalah lapisan sel yang akan membentuk korteks dan empulur, yaitu jaringan penyimpan makanan dan air.

Sel-sel meristem primer yang telah membelah diri akan berdiferensiasi menjadi sel-sel dewasa sesuai dengan fungsinya. Proses ini disebut sebagai diferensiasi sel. Sel-sel dewasa ini akan membentuk tiga jaringan utama pada organ tumbuhan, yaitu jaringan epidermal, jaringan pembuluh, dan jaringan dasar.

  • Jaringan epidermal adalah jaringan pelindung yang tersusun dari sel-sel pipih yang rapat. Jaringan epidermal memiliki beberapa modifikasi sesuai dengan fungsinya, seperti rambut akar, stomata, trikoma, kelenjar, dan duri.
  • Jaringan pembuluh adalah jaringan pengangkut yang tersusun dari sel-sel panjang yang berongga. Jaringan pembuluh memiliki dua jenis pembuluh angkut, yaitu xilem dan floem. Xilem berfungsi mengangkut air dan mineral dari akar ke daun, sedangkan floem berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke bagian lain tumbuhan.
  • Jaringan dasar adalah jaringan penyokong dan penyimpan yang tersusun dari sel-sel berbentuk bervariasi. Jaringan dasar memiliki dua jenis utama, yaitu korteks dan empulur. Korteks adalah lapisan sel di bawah epidermis yang berfungsi sebagai penyokong dan penyimpan makanan. Empulur adalah lapisan sel di tengah batang atau akar yang berfungsi sebagai penyokong dan penyimpan air.

Pertumbuhan Sekunder

Pertumbuhan sekunder terjadi di sekeliling batang dan akar yang disebut sebagai zona kambium. Zona ini terdiri dari sel-sel meristem sekunder yang memiliki kemampuan membelah diri secara radial (ke samping). Sel-sel meristem sekunder dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu kambium vaskular dan kambium gabus.

  • Kambium vaskular adalah lapisan sel yang terletak di antara xilem dan floem. Kambium vaskular berfungsi memproduksi sel-sel xilem sekunder ke dalam dan sel-sel floem sekunder ke luar. Xilem sekunder dan floem sekunder akan membentuk lingkaran-lingkaran kayu yang disebut sebagai gelang pertumbuhan. Gelang pertumbuhan dapat digunakan untuk menentukan usia tumbuhan.
  • Kambium gabus adalah lapisan sel yang terletak di bawah epidermis. Kambium gabus berfungsi memproduksi sel-sel gabus ke luar dan sel-sel parenkim gabus ke dalam. Gabus dan parenkim gabus akan membentuk lapisan pelindung yang disebut sebagai kulit kayu. Kulit kayu dapat melindungi tumbuhan dari kehilangan air, infeksi, dan cedera mekanis.

Pertumbuhan sekunder hanya terjadi pada tumbuhan berbiji tertutup (angiospermae) yang berkayu, seperti pohon dan semak. Tumbuhan berbiji terbuka (gymnospermae) juga mengalami pertumbuhan sekunder, tetapi tidak memiliki kambium gabus. Tumbuhan tidak berkayu, seperti rumput dan bunga, tidak mengalami pertumbuhan sekunder.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya