Menu Tutup

Program Sekolah Penggerak: Apa Saja Contoh dan Manfaatnya bagi Pendidikan Indonesia?

Program sekolah penggerak adalah salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Program ini bertujuan untuk mewujudkan visi pendidikan Indonesia, yaitu mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila1. Pelajar Pancasila adalah siswa yang memiliki kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter (beriman, bertakwa, berakhlak mulia, bergotong royong, dan berkebinekaan global) yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Program sekolah penggerak merupakan penyempurnaan dari program transformasi sekolah sebelumnya. Program ini akan mengakselerasi sekolah negeri maupun swasta di seluruh kondisi sekolah untuk bergerak 1-2 tahap lebih maju dalam waktu tiga tahun ajaran2. Program ini melibatkan seluruh jenjang pendidikan, yaitu PAUD, SD, SMP, SMA, dan SLB2. Program ini juga didukung oleh organisasi penggerak dan guru penggerak yang merupakan mitra strategis Kemendikbud dalam mendorong perubahan di sekolah-sekolah1.

Program sekolah penggerak memiliki empat tahapan proses transformasi, yaitu2:

  • Tahap 1: Sekolah sebagai tugas, pimpinan sebagai pengatur, guru sebagai pelaksana kurikulum, siswa sebagai penerima pengetahuan, kurikulum berdasarkan konten, penilaian bersifat sumatif/menghukum. Hasil belajar siswa 3 tingkat di bawah level yang diharapkan. Perundungan menjadi norma. Lingkungan belajar tidak memperhatikan kebutuhan dan tingkat kemampuan siswa.
  • Tahap 2: Sekolah sebagai kegiatan yang menyenangkan, pimpinan memberikan pelayanan, guru sebagai pemilik dan pembuat kurikulum, siswa sebagai pelaku pembelajaran, kurikulum berdasarkan kompetensi, penilaian bersifat formatif/mendukung. Hasil belajar siswa 1-2 tingkat di bawah level yang diharapkan. Perundungan masih terjadi namun tidak menjadi norma. Lingkungan belajar belum memperhatikan kebutuhan dan tingkat kemampuan siswa.
  • Tahap 3: Sekolah sebagai organisasi belajar, pimpinan sebagai pemimpin pembelajaran, guru sebagai fasilitator pembelajaran, siswa sebagai pemilik pembelajaran, kurikulum berdasarkan kompetensi dan karakter, penilaian bersifat otentik/memacu. Hasil belajar siswa di level yang diharapkan. Perundungan tidak terjadi. Lingkungan belajar sesuai dengan kebutuhan dan tingkat kemampuan siswa.
  • Tahap 4: Sekolah sebagai pusat inovasi pembelajaran, pimpinan sebagai agen perubahan, guru sebagai inovator pembelajaran, siswa sebagai inovator pembelajaran, kurikulum berdasarkan kompetensi dan karakter serta relevan dengan tantangan global, penilaian bersifat holistik/menginspirasi. Hasil belajar siswa di atas level yang diharapkan. Aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan.

Beberapa contoh program sekolah penggerak yang telah dilakukan oleh Kemendikbud adalah3:

  • Program Guru Penggerak: Program ini bertujuan untuk mengembangkan guru-guru yang mampu menjadi pemimpin pembelajaran yang menerapkan merdeka belajar dan menggerakkan seluruh ekosistem pendidikan untuk mewujudkan pendidikan yang berpusat pada murid. Guru penggerak harus mengikuti proses seleksi dan pendidikan selama 9 bulan yang didukung oleh instruktur, fasilitator, dan pendamping profesional.
  • Program Organisasi Penggerak: Program ini bertujuan untuk menggandeng organisasi-organisasi di Indonesia yang terdiri dari orang tua, tokoh masyarakat dan adat, organisasi, cendekiawan, relawan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk bergotong royong menciptakan inovasi-inovasi pembelajaran yang relevan dan berdampak baik bagi peningkatan kualitas belajar murid Indonesia.
  • Program Sekolah Penggerak Digital: Program ini bertujuan untuk memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana untuk meningkatkan akses, kualitas, dan relevansi pendidikan. Program ini meliputi pengembangan platform pembelajaran online, pemberian bantuan perangkat dan kuota internet, serta pelatihan dan bimbingan bagi guru dan siswa dalam menggunakan teknologi digital.

Program sekolah penggerak merupakan program yang sangat penting dan strategis untuk mendorong perbaikan pendidikan di Indonesia. Program ini membutuhkan komitmen dan kerjasama dari semua pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan. Dengan demikian, program ini dapat mewujudkan visi pendidikan Indonesia yang berkualitas, inklusif, dan merata.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya