Menu Tutup

Seisme: Pengertian, Penyebab, dan Jenisnya

Seisme atau gempa bumi adalah suatu getaran yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi secara tiba-tiba di dalam bumi. Energi ini biasanya disebabkan oleh pergerakan lempeng bumi (kerak bumi) yang saling bertabrakan, menjauh, atau bergeser. Getaran seisme dapat menimbulkan kerusakan pada bangunan, infrastruktur, dan lingkungan, serta menimbulkan korban jiwa dan materi.

Penyebab Seisme

Seisme terjadi karena adanya tenaga geologi yang berasal dari dalam bumi. Tenaga geologi ini dibagi menjadi dua macam, yaitu tenaga endogen dan tenaga eksogen. Tenaga endogen adalah dinamika di dalam litosfer (kerak bumi) sebagai akibat proses fisika dan kimia, berupa tekanan terhadap lapisan-lapisan batuan pembentuk litosfer atau aktivitas magma. Tenaga eksogen adalah dinamika di permukaan litosfer sebagai akibat proses fisika dan kimia yang dipengaruhi oleh atmosfer, hidrosfer, dan biosfer, berupa pengikisan, pengendapan, pelapukan, dan erosi.

Secara umum, proses endogen dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu tektonisme, vulkanisme, dan seisme. Tektonisme adalah pergerakan lempeng bumi yang menyebabkan terjadinya patahan, lipatan, atau pergeseran pada batuan. Vulkanisme adalah aktivitas gunung berapi yang menyebabkan terjadinya letusan, aliran lava, abu vulkanik, atau gas panas. Seisme adalah getaran yang terjadi akibat pelepasan energi secara tiba-tiba di dalam bumi.

Jenis-jenis Seisme

Seisme dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan penyebabnya dan bentuk episentrumnya. Episentrum adalah titik di permukaan bumi yang berada tepat di atas hiposentrum atau fokus gempa. Hiposentrum adalah titik di dalam bumi yang menjadi sumber pelepasan energi seisme.

Berdasarkan penyebabnya, seisme dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Seisme runtuhan (fall earthquake): Seisme yang terjadi akibat runtuhnya batu-batu raksasa di sisi gunung atau akibat runtuhnya gua-gua besar. Radius getaran tidak begitu besar atau tidak terasa.
  • Seisme vulkanik (volcanic earthquake): Seisme yang terjadi akibat aktivitas gunung api. Dalam banyak peristiwa, seisme ini mendahului erupsi gunung api, tetapi lebih sering terjadi secara bersamaan. Getaran seisme vulkanik lebih terasa dibandingkan getaran seisme runtuhan, getarannya terasa di daerah yang lebih luas.
  • Seisme tektonik (tectonic earthquake): Seisme yang terjadi akibat proses tektonik di dalam litosfer yang berupa pergeseran lapisan batuan tua terjadi dislokasi. Seisme ini memiliki kekuatan yang sangat besar dan meliputi daerah yang sangat luas.

Berdasarkan bentuk episentrumnya, seisme dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Seisme linear: Seisme yang episentrumnya berbentuk garis. Seisme tektonik merupakan seisme linear. Salah satu akibat tektonisme adalah patahan.
  • Seisme sentral: Seisme yang episentrumnya berupa titik. Seisme vulkanik dan seisme runtuhan merupakan seisme sentral.

Sumber:
(1) Apa itu Seisme? Simak Penyebab, Proses Terjadi dan Jenisnya – detikNews. https://news.detik.com/berita/d-6514385/apa-itu-seisme-simak-penyebab-proses-terjadi-dan-jenisnya.
(2) Pengertian Seisme dan Contohnya – IlmuGeografi.com. https://ilmugeografi.com/ilmu-sosial/pengertian-seisme.
(3) Pengertian Seisme dan Penyebabnya – Materi Geografi Kelas 10. https://www.zenius.net/blog/pengertian-seisme.
(4) Mengenal Seisme dan Klasifikasinya | Geografi Kelas 10. https://www.ruangguru.com/blog/mengenal-seisme-dan-klasifikasinya.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya