Menu Tutup

Sejarah Kerajaan Perlak: Bukti Keberadaan Kerajaan Islam Tertua di Nusantara

Kerajaan Perlak, yang berdiri pada tahun 840 M di wilayah Aceh Timur, Indonesia, diakui sebagai salah satu kerajaan Islam tertua di Nusantara. Keberadaan dan sejarahnya didukung oleh berbagai bukti sejarah yang signifikan. Berikut adalah beberapa bukti sejarah yang menegaskan eksistensi Kerajaan Perlak:

1. Naskah dan Manuskrip Kuno

Beberapa naskah Melayu kuno mencatat sejarah dan silsilah Kerajaan Perlak, antara lain:

  • Idharatul Haq fi Mamlakatil Ferlah wal Fasi: Karya Abu Ishak Makarani Al Fasy yang mendokumentasikan sejarah Kerajaan Perlak.
  • Kitab Tazkirah Thabakat Jumu Sultan as Salathin: Ditulis oleh Syekh Syamsul Bahri Abdullah As Asyi, naskah ini mencatat silsilah dan peristiwa penting dalam sejarah Perlak.
  • Silsilah Raja-raja Perlak dan Pasai: Catatan dari Saiyid Abdullah Ibn Saiyid Habib Saifuddin yang merinci garis keturunan raja-raja Perlak dan Pasai.

Naskah-naskah ini memberikan informasi mendalam tentang pendirian, perkembangan, dan silsilah raja-raja Kerajaan Perlak.

2. Mata Uang Kerajaan Perlak

Kerajaan Perlak dikenal sebagai kerajaan pertama di Nusantara yang memiliki mata uang sendiri. Mata uang ini terdiri dari tiga jenis:

  • Dirham: Terbuat dari emas.
  • Kupang: Terbuat dari perak.
  • Koin Tembaga atau Kuningan: Digunakan untuk transaksi sehari-hari.

Keberadaan mata uang ini menunjukkan tingkat kemajuan ekonomi dan sistem moneter yang telah berkembang di Kerajaan Perlak.

3. Stempel Kerajaan

Stempel resmi Kerajaan Perlak ditemukan dengan tulisan Arab yang berbunyi “Al Wasiq Billah Kerajaan Negeri Bendahara Sanah 512”, yang berarti “Kerajaan Perlak”. Stempel ini digunakan untuk mengesahkan dokumen dan surat resmi kerajaan, menunjukkan sistem administrasi yang terstruktur.

4. Makam Raja Benoa

Makam Raja Benoa terletak di tepi Sungai Trenggulon. Pada batu nisannya terdapat tulisan dalam huruf Arab, yang diperkirakan dibuat sekitar abad ke-11 M. Benoa adalah salah satu wilayah bagian dari Kerajaan Perlak, dan makam ini menjadi bukti arkeologis keberadaan kerajaan tersebut.

5. Catatan Perjalanan Marco Polo

Penjelajah Venesia, Marco Polo, dalam perjalanannya pada tahun 1292, mencatat kunjungannya ke “Negeri Ferlec” yang telah memeluk Islam. Catatan ini memberikan bukti eksternal dari sumber non-lokal tentang eksistensi dan identitas Islam Kerajaan Perlak pada akhir abad ke-13.

6. Bukti Arkeologis Lainnya

Selain makam dan stempel, beberapa artefak lain seperti peralatan rumah tangga, senjata, dan perhiasan yang ditemukan di wilayah Aceh Timur menunjukkan pengaruh budaya Islam dan aktivitas perdagangan yang berkembang pada masa Kerajaan Perlak.

Bukti-bukti tersebut secara kolektif menegaskan keberadaan dan peran penting Kerajaan Perlak dalam sejarah awal penyebaran Islam di Nusantara. Keberadaan naskah-naskah kuno, artefak arkeologis, dan catatan perjalanan penjelajah asing memberikan gambaran komprehensif tentang kemajuan budaya, ekonomi, dan spiritual kerajaan ini.

Posted in Sejarah

Artikel Lainnya