Menu Tutup

Sejarah Kesultanan Perlak: Sumber dan Bukti

Kesultanan Perlak, yang didirikan sekitar tahun 840 M di wilayah yang kini dikenal sebagai Aceh Timur, sering disebut sebagai kerajaan Islam pertama di Nusantara. Meskipun demikian, keberadaan dan sejarahnya masih menjadi perdebatan di kalangan sejarawan akibat keterbatasan sumber sejarah yang tersedia. Artikel ini akan mengulas secara mendalam berbagai sumber sejarah yang mendukung eksistensi Kesultanan Perlak.

Sumber Tertulis

1. Hikayat Raja-raja Pasai

Naskah ini merupakan salah satu sumber penting yang menyebutkan keberadaan Kesultanan Perlak. Hikayat ini mengisahkan bahwa Sultan Malik al-Saleh, pendiri Kesultanan Samudera Pasai, menikahi putri dari Sultan Perlak, yang menunjukkan adanya hubungan antara kedua kerajaan tersebut.

2. Catatan Perjalanan Marco Polo

Penjelajah asal Venesia, Marco Polo, dalam perjalanannya pada tahun 1292 M, mencatat keberadaan sebuah kerajaan bernama “Ferlec” di bagian utara Sumatra. Ia menyebut bahwa penduduknya telah memeluk Islam, yang mengindikasikan bahwa wilayah tersebut adalah Perlak.

3. Silsilah Raja-raja Perlak dan Pasai

Naskah ini mencatat silsilah raja-raja yang memerintah di Perlak dan Pasai, memberikan gambaran tentang garis keturunan dan hubungan antara kedua kerajaan tersebut.

4. Idharatul Haq fi Mamlakatil Ferlah wal Fasi

Karya ini membahas tentang kerajaan Perlak dan Pasai, memberikan informasi mengenai sejarah dan perkembangan kedua kerajaan tersebut.

5. Tazkirah Thabakat Jumu Sultan as Salathin

Kitab ini juga menjadi salah satu sumber yang mencatat sejarah Kesultanan Perlak, termasuk daftar sultan yang pernah memerintah.

Sumber Arkeologis

1. Mata Uang Perlak

Penemuan mata uang yang diduga berasal dari Kesultanan Perlak menjadi bukti arkeologis penting. Mata uang ini terdiri dari tiga jenis: emas (dirham), perak (kupang), dan tembaga atau kuningan. Keberadaan mata uang ini menunjukkan aktivitas ekonomi dan perdagangan yang maju pada masa itu.

2. Stempel Kerajaan

Stempel kerajaan dengan tulisan Arab bertuliskan “Al Wasiq Billah Kerajaan Negeri Bendahara Sanah 512” yang berarti Kerajaan Perlak ditemukan dan menjadi salah satu bukti fisik keberadaan Kesultanan Perlak.

3. Makam Raja Benoa

Makam ini terletak di tepi Sungai Trenggulon dengan batu nisan bertuliskan huruf Arab. Nisan tersebut diperkirakan dibuat sekitar abad ke-4 H atau 11 M, menunjukkan adanya pengaruh Islam di wilayah tersebut.

Sumber Lisan dan Tradisi

Selain sumber tertulis dan arkeologis, tradisi lisan dan hikayat lokal juga berperan dalam merekonstruksi sejarah Kesultanan Perlak. Hikayat Aceh, misalnya, menyebutkan bahwa seorang ulama Arab bernama Syaikh Abdullah Arif menyebarkan Islam di wilayah utara Sumatra pada tahun 1112 M, yang menunjukkan adanya aktivitas keagamaan di wilayah tersebut sebelum berdirinya Kesultanan Samudera Pasai.

Kontroversi dan Tantangan

Meskipun berbagai sumber di atas mendukung keberadaan Kesultanan Perlak, beberapa sejarawan masih meragukan validitasnya karena keterbatasan bukti fisik dan dokumentasi yang tersedia. Perbedaan dalam penanggalan dan interpretasi sumber juga menambah kompleksitas dalam memahami sejarah kerajaan ini. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut dan analisis kritis terhadap sumber-sumber yang ada untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat mengenai Kesultanan Perlak.

Kesimpulan

Sumber-sumber sejarah mengenai Kesultanan Perlak terdiri dari naskah-naskah kuno, catatan perjalanan, artefak arkeologis, serta tradisi lisan yang diwariskan secara turun-temurun. Meskipun bukti-bukti tersebut memberikan gambaran tentang eksistensi dan peran Kesultanan Perlak dalam sejarah Islam di Nusantara, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengkonfirmasi dan memperjelas berbagai aspek terkait kerajaan ini.

Posted in Sejarah

Artikel Lainnya