Menu Tutup

Siapa Gajah Mada? Sejarah, Sumpah Palapa, dan Peran Pentingnya dalam Penyatuan Nusantara

Gajah Mada adalah salah satu tokoh paling legendaris dalam sejarah Indonesia, dikenal sebagai Mahapatih Kerajaan Majapahit yang berperan penting dalam menyatukan Nusantara. Melalui Sumpah Palapa yang diucapkannya, Gajah Mada bertekad untuk tidak menikmati kesenangan duniawi sebelum berhasil mempersatukan seluruh wilayah Nusantara di bawah panji Majapahit.

Asal-Usul dan Latar Belakang

Informasi mengenai asal-usul Gajah Mada masih menjadi misteri hingga kini. Beberapa sumber menyebutkan bahwa ia lahir di Pulau Bali, sementara sumber lain menyatakan ia berasal dari Jawa. Menurut beberapa catatan, orang tua Gajah Mada berasal dari Majalangu, dan ia dilahirkan pada tahun 1221 Saka (1299 M). Ayahnya bernama Curadharmawyasa dan ibunya bernama Nariratih. Setelah disucikan oleh seorang guru di daerah Lemah Surat, nama mereka berganti menjadi Curadharmayogi dan Patni Nariratih, kemudian keduanya menjadi seorang Brahmana. Karena malu atas kandungan Patni Nariratih yang membesar, mereka berdua memilih mengembara ke tempat yang sunyi. Akhirnya, pada suatu malam, Patni Nariratih melahirkan di sebuah desa yang berada di kaki Gunung Semeru. Bayi tersebut, yang kemudian diberi nama Gajah Mada, akhirnya dipungut oleh seorang patih dan dibawa ke Majapahit.

Karier di Kerajaan Majapahit

Gajah Mada memulai kariernya sebagai bekel (komandan) pasukan Bhayangkara, unit pengawal khusus raja. Ia dikenal karena keberaniannya dalam menghadapi pemberontakan Ra Kuti pada tahun 1319 M, di mana ia berhasil menyelamatkan Raja Jayanegara dan keluarganya dengan membawa mereka ke tempat aman di Desa Badander. Atas jasanya, Gajah Mada diangkat menjadi Patih Kahuripan pada tahun 1319 M dan dua tahun kemudian menjadi Patih Daha (Kediri).

Pada tahun 1334 M, setelah berhasil menumpas pemberontakan di Keta dan Sadeng, Gajah Mada diangkat sebagai Mahapatih Amangkubhumi oleh Ratu Tribhuwanatunggadewi. Dalam upacara pengangkatannya, ia mengucapkan Sumpah Palapa yang terkenal, menyatakan bahwa ia tidak akan menikmati kesenangan duniawi sebelum berhasil menyatukan Nusantara.

Sumpah Palapa dan Penyatuan Nusantara

Sumpah Palapa yang diucapkan Gajah Mada menjadi landasan politik ekspansi Majapahit. Ia memimpin berbagai ekspedisi militer untuk menaklukkan wilayah-wilayah di Nusantara, termasuk Bali, Sumatera, Kalimantan, dan Semenanjung Malaya. Melalui strategi diplomasi dan militer, Gajah Mada berhasil memperluas kekuasaan Majapahit, menjadikannya kerajaan maritim terbesar di Asia Tenggara pada masanya.

Perang Bubat dan Kontroversi

Salah satu peristiwa kontroversial dalam karier Gajah Mada adalah Perang Bubat pada tahun 1357 M. Perang ini terjadi akibat kesalahpahaman antara Majapahit dan Kerajaan Sunda terkait pernikahan Raja Hayam Wuruk dengan Putri Dyah Pitaloka dari Sunda. Gajah Mada menginginkan agar Kerajaan Sunda tunduk kepada Majapahit, yang berujung pada pertempuran di Lapangan Bubat dan menyebabkan kematian Putri Dyah Pitaloka beserta rombongannya. Peristiwa ini menimbulkan ketegangan antara Majapahit dan Sunda serta mempengaruhi reputasi Gajah Mada.

Akhir Hayat

Setelah Perang Bubat, pengaruh Gajah Mada mulai menurun. Ia mengundurkan diri dari jabatannya dan menghabiskan sisa hidupnya di Madakaripura, Probolinggo. Gajah Mada meninggal pada tahun 1364 M. Setelah kematiannya, Kerajaan Majapahit perlahan mengalami kemunduran hingga akhirnya runtuh pada awal abad ke-16.

Warisan dan Pengaruh

Gajah Mada dikenang sebagai simbol persatuan dan nasionalisme Indonesia. Sumpah Palapanya dianggap sebagai cikal bakal konsep persatuan Nusantara. Namanya diabadikan dalam berbagai institusi, termasuk Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta, sebagai penghormatan atas jasanya dalam menyatukan wilayah-wilayah di Indonesia.

Kesimpulan

Gajah Mada adalah tokoh sentral dalam sejarah Indonesia yang berperan besar dalam ekspansi dan kejayaan Kerajaan Majapahit. Melalui Sumpah Palapa, ia menunjukkan tekad kuat untuk menyatukan Nusantara, meskipun perjalanan kariernya tidak lepas dari kontroversi seperti Perang Bubat. Warisan dan pengaruhnya tetap terasa hingga kini, menjadikannya simbol persatuan dan kebesaran bangsa Indonesia.

Sumber:

  • “Gajah Mada dan Sejarahnya.” IDSejarah.net. Diakses pada 4 November 2024. https://idsejarah.net/2015/12/gajah-mada-dan-sejarahnya.html
  • Damarjati, Dendy. “Sejarah Hidup Gajah Mada: Mahapatih Majapahit dan Isi Sumpah Palapa.” Tirto.id. Diakses pada 4 November 2024. https://tirto.id/sejarah-hidup-gajah-mada-mahapatih-majapahit-isi-sumpah-palapa-f9ST
Posted in Sejarah

Artikel Lainnya