Cuaca adalah keadaan udara di atmosfer pada waktu dan tempat tertentu yang sifatnya tidak menentu dan berubah-ubah. Cuaca dipengaruhi oleh berbagai unsur, seperti radiasi matahari, suhu udara, tekanan udara, kelembapan udara, awan, hujan, dan angin. Cuaca juga dapat membentuk fenomena-fenomena alam, seperti hidrometeor, litometeor, fotometeor, dan elektrometeor.
Sifat-sifat cuaca yang umum adalah sebagai berikut:
- Cepat berubah dan tidak stabil. Cuaca dapat berubah dalam waktu singkat, bahkan dalam hitungan menit atau jam. Hal ini disebabkan oleh pergerakan massa udara yang dipengaruhi oleh gaya-gaya fisika, seperti gaya Coriolis, gaya sentrifugal, gaya gesekan, dan gaya tekanan. Perubahan cuaca dapat berupa perubahan suhu, kelembapan, tekanan, angin, awan, dan hujan.
- Suhu rata-rata tinggi. Cuaca di daerah tropis, seperti Indonesia, cenderung memiliki suhu rata-rata yang tinggi sepanjang tahun. Hal ini disebabkan oleh posisi geografis Indonesia yang berada di dekat khatulistiwa, sehingga mendapat sinar matahari yang cukup intens. Suhu rata-rata di Indonesia berkisar antara 25-30 derajat Celcius.
- Mempunyai curah hujan besar sepanjang tahun. Cuaca di Indonesia juga ditandai oleh curah hujan yang besar sepanjang tahun. Hal ini disebabkan oleh kelembapan udara yang tinggi akibat penguapan air laut yang luas. Kelembapan udara yang tinggi menyebabkan terbentuknya awan-awan yang dapat menghasilkan hujan. Curah hujan rata-rata di Indonesia berkisar antara 2000-3000 mm per tahun.
- Angin basah bertiup sepanjang tahun. Cuaca di Indonesia juga dipengaruhi oleh angin muson, yaitu angin yang bertiup secara periodik dari arah tertentu. Angin muson di Indonesia berasal dari Samudra Hindia dan Samudra Pasifik, sehingga membawa kelembapan yang tinggi. Angin muson ini bertiup sepanjang tahun, tetapi arahnya berubah setiap enam bulan sekali. Angin muson barat bertiup dari November hingga Maret, sedangkan angin muson timur bertiup dari April hingga Oktober.
- Arah angin berganti, berlawanan, setiap setengah tahun. Cuaca di Indonesia juga ditentukan oleh arah angin yang berganti setiap setengah tahun. Hal ini disebabkan oleh perbedaan tekanan udara antara benua Asia dan Australia. Ketika benua Asia mengalami musim dingin, tekanan udaranya tinggi, sehingga menimbulkan angin yang bertiup ke arah selatan. Ketika benua Australia mengalami musim panas, tekanan udaranya rendah, sehingga menimbulkan angin yang bertiup ke arah utara. Perubahan arah angin ini memengaruhi pola hujan di Indonesia.