Menu Tutup

Siklus Batuan Penyusun Litosfer: Proses, Jenis, dan Contoh Soal

Pengertian Litosfer

Litosfer berasal dari kata lithos yang berarti batu dan sphere yang berarti lapisan. Jadi, litosfer adalah lapisan Bumi yang tersusun oleh batu-batuan. Litosfer merupakan bagian dari kerak Bumi yang memiliki ketebalan sekitar 50-100 km. Litosfer terdiri dari dua bagian, yaitu lapisan SiAl (Silium Alumunium) dan lapisan SiMa (Silium Magnesium). Lapisan SiAl selalu berada di atas lapisan SiMa karena memiliki berat jenis yang lebih kecil12.

Litosfer juga merupakan lapisan yang kuat dan kaku yang terletak di atas astenosfer, yaitu lapisan yang lemah dan plastis. Astenosfer merupakan sumber magma yang dapat menembus litosfer melalui celah-celah atau retakan-retakan. Litosfer juga dapat turun ke astenosfer akibat gaya regang atau gaya tekan23.

Litosfer terpecah-pecah menjadi beberapa lempeng tektonik yang dapat bergerak satu sama lain akibat konveksi mantel. Pergerakan lempeng tektonik ini dapat menyebabkan fenomena geologis seperti gempa bumi, gunung berapi, pegunungan, palung laut, dan sebagainya2.

Jenis-Jenis Batuan Penyusun Litosfer

Batuan penyusun litosfer dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf. Setiap jenis batuan memiliki karakteristik dan proses pembentukan yang berbeda.

Batuan Beku

Batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari magma atau lava yang membeku atau mengkristal menjadi padat. Magma adalah cairan panas yang berasal dari dalam Bumi, sedangkan lava adalah magma yang keluar ke permukaan Bumi melalui gunung berapi14.

Ciri-ciri batuan beku adalah:

  • Homogen dan kompak
  • Tidak terdapat pelapisan
  • Tidak mengandung fosil
  • Tersusun atas kristal-kristal

Berdasarkan tempat pembekuannya, batuan beku dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Batuan beku dalam (plutonik/tubir), yaitu batuan yang membeku di dalam dapur magma secara perlahan-lahan sehingga memiliki kristal-kristal besar. Contoh: granit, diorit, gabro.
  • Batuan beku luar (leleran/ekstrusiva), yaitu batuan yang membeku di permukaan Bumi secara cepat sehingga memiliki kristal-kristal kecil atau tidak tampak. Contoh: andesit, basalt, riolit.
  • Batuan beku korok/gang (intrusif), yaitu batuan yang membeku di antara lapisan-lapisan litosfer sehingga memiliki kristal-kristal sedang. Contoh: pegmatit, porfiri.

Batuan Sedimen

Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk dari endapan-endapan bahan-bahan yang tererosi, terangkut, dan terendapkan di permukaan Bumi. Endapan-endapan ini dapat berasal dari batuan beku, batuan sedimen, atau batuan metamorf yang mengalami pelapukan dan pengikisan oleh air, angin, es, atau makhluk hidup14.

Ciri-ciri batuan sedimen adalah:

  • Tidak homogen dan tidak kompak
  • Terdapat pelapisan
  • Mengandung fosil
  • Tersusun atas butir-butir

Berdasarkan asal bahan penyusunnya, batuan sedimen dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Batuan sedimen klastik (mekanik), yaitu batuan yang terbentuk dari endapan-endapan butiran batuan yang terikat oleh semen alami. Contoh: konglomerat, breksi, batu pasir, batu lempung.
  • Batuan sedimen non-klastik (kimia), yaitu batuan yang terbentuk dari endapan-endapan zat-zat yang larut dalam air yang mengendap dan mengkristal. Contoh: gamping, dolomit, gipsum, halit.
  • Batuan sedimen organik (biogenik), yaitu batuan yang terbentuk dari endapan-endapan sisa-sisa makhluk hidup yang mengalami penguraian atau pengawetan. Contoh: batu bara, gambut, kalkarenit, kalkarudit.

Batuan Metamorf

Batuan metamorf adalah batuan yang terbentuk dari perubahan bentuk dan susunan mineral batuan beku, batuan sedimen, atau batuan metamorf lainnya akibat tekanan dan suhu tinggi di dalam Bumi. Proses perubahan ini disebut metamorfosis14.

Ciri-ciri batuan metamorf adalah:

  • Homogen dan kompak
  • Tidak terdapat pelapisan
  • Tidak mengandung fosil
  • Tersusun atas kristal-kristal

Berdasarkan jenis tekanan yang dialaminya, batuan metamorf dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

  • Batuan metamorf dinamis (regional), yaitu batuan yang terbentuk akibat tekanan arah yang tidak sama (tekanan diferensial) yang menyebabkan rekahan-rekahan atau lipatan-lipatan pada batuan. Contoh: sekis, filit, skolopendrit.
  • Batuan metamorf termal (kontak), yaitu batuan yang terbentuk akibat tekanan arah yang sama (tekanan hidrostatik) dan suhu tinggi dari magma yang menyebabkan perubahan mineral pada batuan. Contoh: marmer, kuarsit, hornfels.

Siklus Batuan Penyusun Litosfer

Siklus batuan penyusun litosfer adalah proses perubahan jenis batuan yang terjadi secara berulang-ulang akibat faktor-faktor geologis seperti vulkanisme, erosi, sedimentasi, metamorfosis, dan peleburan. Siklus ini dapat dimulai dari jenis batuan apapun dan berakhir pada jenis batuan yang sama atau berbeda56.

Siklus batuan penyusun litosfer dapat dijelaskan sebagai berikut:

Tahap Pembentukan Batuan Beku

Tahap ini dimulai dari magma yang berasal dari astenosfer atau mantel Bumi. Magma ini dapat naik ke permukaan Bumi melalui celah-celah atau retakan-retakan pada litosfer akibat pergerakan lempeng tektonik. Magma ini kemudian akan membeku atau mengkristal menjadi padat dan membentuk batuan beku. Proses pembekuan magma dapat terjadi di dalam Bumi (batuan beku dalam), di permukaan Bumi (batuan beku luar), atau di antara lapisan-lapisan litosfer (batuan beku korok).

Tahap Pembentukan Batuan Sedimen

Tahap ini dimulai dari batuan beku yang mengalami pelapukan dan pengikisan oleh air, angin, es, atau makhluk hidup. Butiran-butiran hasil erosi ini kemudian akan terangkut dan terendapkan di permukaan Bumi. Endapan-endapan ini kemudian akan mengalami litifikasi, yaitu proses pengerasan menjadi batuan sedimen akibat tekanan, suhu, dan semen alami. Proses litifikasi dapat terjadi di dasar laut, sungai, danau, padang pasir, rawa, atau tempat lainnya.

Tahap Pembentukan Batuan Metamorf

Tahap ini dimulai dari batuan beku atau batuan sedimen yang mengalami perubahan bentuk dan susunan mineral akibat tekanan dan suhu tinggi di dalam Bumi. Tekanan dan suhu tinggi ini dapat berasal dari magma, lempeng tektonik, atau gaya tektonik lainnya. Perubahan ini menyebabkan batuan menjadi lebih padat, keras, dan berstruktur kristal. Proses perubahan ini disebut metamorfosis.

Tahap Pembentukan Magma

Tahap ini dimulai dari batuan metamorf yang mengalami peleburan akibat tekanan dan suhu yang sangat tinggi di dalam Bumi. Peleburan ini menghasilkan cairan panas yang disebut magma. Magma ini kemudian dapat naik kembali ke permukaan Bumi melalui celah-celah atau retakan-retakan pada litosfer dan membentuk batuan beku. Dengan demikian, siklus batuan penyusun litosfer berulang kembali.

Sumber:
(1) Batuan Penyusun Litosfer Bumi dan Siklusnya | idschool. https://idschool.net/sma/jenis-batuan-penyusun-litosfer-bumi-dan-siklusnya/.
(2) Litosfer – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Litosfer.
(3) Litosfer: Pengertian, Bentuk, Perubahaan, Susunan dan Teori. https://triyanagroup.co.id/materi-litosfer.
(4) Gambarlah dan jelaskan siklus batuan penyusun lito… – Roboguru. https://roboguru.ruangguru.com/forum/gambarlah-dan-jelaskan-siklus-batuan-penyusun-litosfer-atau-kulit-bumi-_FRM-XSZ8QNA8.
(5) Pengertian Litosfer, Struktur Lapisan, dan Jenis Batuan Penyusunnya. https://tirto.id/pengertian-litosfer-struktur-lapisan-dan-jenis-batuan-penyusunnya-gbEi.
(6) Batuan Beku, Sedimen, Metamorf adalah Batuan Penyusun Litosfer – Tirto.ID. https://tirto.id/batuan-beku-sedimen-metamorf-adalah-batuan-penyusun-litosfer-gceE.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya