Menu Tutup

Sistem Imun Manusia

Sistem imun manusia adalah sistem pertahanan atau kekebalan tubuh yang berperan dalam mengenal, menghancurkan benda-benda asing atau sel abnormal yang merugikan tubuh . Sistem imun tidak memiliki tempat khusus dalam tubuh manusia dan tidak dikontrol oleh organ pusat, seperti otak. Sistem imun terdiri dari organ, sel, dan protein yang bekerja sama untuk melindungi tubuh dari infeksi dan penyakit.

Komponen Sistem Imun Manusia

Komponen utama yang berperan sebagai sistem imun manusia adalah:

– Sel darah putih: mengalir dalam darah dan pembuluh limfatik

– Kelenjar getah bening: kelenjar kecil berbentuk kacang yang berada di seluruh tubuh, terutama di leher, ketiak, selangkangan, dan perut. Mereka terhubung melalui pembuluh limfatik

– Limpa: organ seukuran kepalan tangan yang terletak di rongga perut (perut)

– Amandel dan kelenjar gondok: gerbang masuknya patogen ke dalam tubuh

– Timus: dua lobus yang bergabung di depan batang tenggorokan (trakea) di belakang tulang dada, tempat sel darah putih (limfosit) matang

– Sumsum tulang: jaringan lunak di rongga tulang yang menghasilkan sel darah merah dan putih

– Kulit, selaput lendir, dan pertahanan lini pertama lainnya

– Perut dan usus: tempat sel-sel kekebalan berkumpul dan bekerja

Mekanisme Sistem Imun Manusia

Sistem imun manusia dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu sistem imun bawaan dan sistem imun adaptif.

Sistem Imun Bawaan

Sistem imun bawaan adalah sistem imun yang sudah ada sejak lahir dan bekerja secara cepat dan umum untuk melawan patogen. Sistem imun bawaan meliputi:

– Penghalang permukaan: kulit dan selaput lendir yang mencegah masuknya patogen ke dalam tubuh

– Peradangan: proses yang meningkatkan aliran darah dan sel-sel kekebalan ke area yang terinfeksi atau cedera untuk memperbaiki jaringan dan membunuh patogen

– Sistem komplemen: protein yang beredar dalam darah dan cairan tubuh lainnya yang dapat membantu fagosit menghancurkan patogen atau membentuk lubang pada membran patogen

– Komponen seluler: sel-sel darah putih yang dapat menelan (fagosit), mempresentasikan (sel dendritik), membunuh (sel pembunuh alami), melepaskan zat kimia (sel mast), atau melepaskan granula (granulosit) untuk melawan patogen

– Sel limfoid bawaan: sel-sel darah putih yang memiliki reseptor spesifik untuk beberapa jenis patogen dan dapat memproduksi antibodi atau sitokin untuk melawan infeksi

Sistem Imun Adaptif

Sistem imun adaptif adalah sistem imun yang berkembang sepanjang hidup seseorang sebagai respons terhadap paparan patogen. Sistem imun adaptif memiliki kemampuan untuk mengenali patogen secara spesifik dan membentuk memori imun untuk melawan patogen yang sama di masa depan dengan lebih efektif. Sistem imun adaptif meliputi:

– Imunitas diperantarai sel: jenis imunitas yang melibatkan sel-sel darah putih yang disebut sel T, yang dapat membunuh sel-sel yang terinfeksi virus, bakteri, atau sel abnormal, seperti sel kanker. Sel T dapat dibagi menjadi beberapa jenis, seperti sel T sitotoksik, sel T pembantu, dan sel T gamma delta

– Imunitas humoral: jenis imunitas yang melibatkan sel-sel darah putih yang disebut sel B, yang dapat memproduksi antibodi untuk menempel pada patogen dan menandainya untuk dihancurkan oleh sistem imun bawaan atau mencegah patogen masuk ke dalam sel

Gangguan pada Sistem Imun Manusia

Sistem imun manusia dapat mengalami gangguan atau kelainan yang menyebabkan fungsi pertahanannya menurun atau berlebihan. Beberapa gangguan pada sistem imun manusia adalah:

– Imunodefisiensi: kondisi di mana sistem imun tidak dapat bekerja dengan baik sehingga tubuh mudah terinfeksi. Imunodefisiensi dapat bersifat bawaan (primer) atau didapat (sekunder) akibat faktor genetik, infeksi, obat-obatan, atau penyakit lain

– Autoimunitas: kondisi di mana sistem imun salah mengenali jaringan tubuh sendiri sebagai benda asing dan menyerangnya. Autoimunitas dapat menyebabkan penyakit seperti lupus, diabetes tipe 1, rheumatoid arthritis, dan sklerosis multipel

– Hipersensitivitas: kondisi di mana sistem imun bereaksi berlebihan terhadap zat-zat yang sebenarnya tidak berbahaya, seperti debu, serbuk sari, makanan, atau obat-obatan. Hipersensitivitas dapat menyebabkan reaksi alergi atau anafilaksis

Cara Menjaga Sistem Imun Manusia

Sistem imun manusia dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti hormon, vitamin D, tidur, nutrisi, dan perbaikan jaringan. Oleh karena itu, untuk menjaga sistem imun tetap sehat dan optimal, kita perlu melakukan beberapa hal berikut:

– Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi yang mengandung vitamin C, vitamin E, seng, selenium, dan probiotik

– Berolahraga secara teratur dan sesuai kemampuan

– Menghindari stres dan mengelola emosi dengan baik

– Tidur cukup dan berkualitas setiap malam

– Minum air putih yang cukup sesuai kebutuhan tubuh

– Menghindari rokok, alkohol, dan zat adiktif lainnya

– Menjaga kebersihan diri dan lingkungan

– Melakukan vaksinasi untuk mencegah penyakit tertentu.

 

Posted in Ragam

Artikel Lainnya