Saat menulis sebuah karya akademik, seperti makalah, esai, atau tesis, kita perlu mengutip sumber-sumber yang kita gunakan untuk mendukung argumen atau gagasan kita. Mengutip sumber-sumber yang relevan dan kredibel dapat meningkatkan kualitas dan kewibawaan karya kita, serta menghormati hak cipta dan kontribusi penulis asli. Namun, bagaimana cara mengutip sumber-sumber yang benar dan sesuai dengan standar akademik? Salah satu jawabannya adalah dengan menggunakan sistem sitasi MLA.
Apa itu sistem sitasi MLA?
Sistem sitasi MLA adalah sebuah metode untuk mengutip sumber-sumber yang digunakan dalam penulisan akademik, terutama di bidang bahasa dan sastra. Sistem ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1951 oleh Modern Language Association (MLA), sebuah organisasi profesional yang beranggotakan para ahli bahasa, sastra, dan budaya. Tujuan dari sistem sitasi MLA adalah untuk memberikan informasi yang cukup tentang sumber-sumber yang dikutip, sehingga pembaca dapat menemukan dan memeriksa sumber-sumber tersebut dengan mudah. Selain itu, sistem sitasi MLA juga membantu penulis untuk menghindari plagiarisme, yaitu mengambil karya orang lain tanpa memberikan penghargaan.
Sistem sitasi MLA terus berkembang seiring dengan perkembangan teknologi dan media. Versi terbaru dari sistem sitasi MLA adalah edisi ke-9, yang diterbitkan pada tahun 2021. Edisi ini mencakup berbagai jenis sumber, seperti buku, artikel jurnal, situs web, film, podcast, media sosial, dan lain-lain. Edisi ini juga menyederhanakan beberapa aturan dan pedoman yang ada di edisi sebelumnya, sehingga lebih mudah dipahami dan diaplikasikan oleh penulis.
Bagaimana format dasar sistem sitasi MLA?
Format dasar sistem sitasi MLA terdiri dari dua bagian: kutipan dalam teks dan daftar pustaka. Kutipan dalam teks adalah kutipan singkat yang diletakkan di dalam kurung setelah mengutip atau merangkum ide dari sumber tertentu. Kutipan dalam teks biasanya berisi nama penulis dan nomor halaman dari sumber yang dikutip. Contoh: (Smith 23). Daftar pustaka adalah daftar lengkap dari semua sumber yang dikutip dalam teks, yang diletakkan di akhir tulisan. Daftar pustaka diurutkan secara alfabetis berdasarkan nama penulis. Setiap entri daftar pustaka harus memiliki elemen-elemen berikut: nama penulis, judul karya, nama penerbit, tahun terbit, dan medium publikasi. Contoh: Smith, John. The Art of Writing. Penguin, 2023, Print.
Berikut adalah format umum untuk kutipan dalam teks dan daftar pustaka dalam sistem sitasi MLA:
- Kutipan dalam teks: (Nama Penulis Nomor Halaman).
- Daftar pustaka: Nama Penulis. Judul Karya. Nama Penerbit, Tahun Terbit, Medium Publikasi.
Bagaimana contoh sistem sitasi MLA untuk berbagai jenis sumber?
Berikut adalah beberapa contoh sistem sitasi MLA untuk berbagai jenis sumber:
- Buku dengan satu penulis: Lee, Harper. To Kill a Mockingbird. Grand Central, 1960, Print.
- Buku dengan dua penulis: Gilbert, Sandra, and Susan Gubar. The Madwoman in the Attic. Yale UP, 1979, Print.
- Buku dengan tiga atau lebih penulis: Jones, Robert, et al. The History of Literature. Oxford UP, 2021, Print.
- Buku dengan editor: Green, John, ed. The Best American Essays 2023. Houghton Mifflin, 2023, Print.
- Buku dengan edisi atau terjemahan: Kafka, Franz. The Trial. Translated by Breon Mitchell, Schocken, 1998, Print.
- Artikel jurnal: Smith, Jane. “The Role of Gender in Shakespeare’s Plays”. Shakespeare Quarterly, vol. 74, no. 2, 2023, pp. 123-145, JSTOR, .
- Situs web: Johnson, Mark. “How to Write a Good Essay”. Writing Tips, 15 June 2023, . Accessed 20 July 2023.
- Film: The Godfather. Directed by Francis Ford Coppola, performances by Marlon Brando, Al Pacino, and Robert De Niro, Paramount, 1972, DVD.
Untuk sumber tanpa penulis, gunakan judul karya sebagai pengganti nama penulis. Contoh: Encyclopedia of Indonesia. 3rd ed., Britannica, 2020, Print. Untuk lebih lengkapnya, silakan lihat panduan resmi sistem sitasi MLA.
Bagaimana mengutip sumber dalam teks dengan sistem sitasi MLA?
Mengutip sumber dalam teks dengan sistem sitasi MLA adalah cara untuk memberitahu pembaca bahwa kita menggunakan informasi atau ide dari sumber tertentu. Kutipan dalam teks juga membantu pembaca untuk menemukan sumber yang kita kutip di daftar pustaka. Ada beberapa aturan dan pedoman yang harus diikuti saat mengutip sumber dalam teks dengan sistem sitasi MLA, antara lain:
- Gunakan kurung untuk menulis kutipan dalam teks. Contoh: (Smith 23).
- Tulis nama penulis dan nomor halaman dari sumber yang dikutip. Jika nama penulis sudah disebutkan sebelumnya dalam teks, cukup tulis nomor halamannya saja. Contoh: Smith argues that “writing is an art” (23).
- Jika sumber yang dikutip tidak memiliki penulis, gunakan judul karya atau kata kunci yang relevan sebagai pengganti nama penulis. Contoh: (“Writing Tips” 15).
- Jika sumber yang dikutip tidak memiliki nomor halaman, tulis nama penulis saja. Jika sumber tersebut adalah situs web, film, atau media lain yang memiliki bagian-bagian yang dapat diidentifikasi, seperti bab, adegan, atau paragraf, tulis nama bagian tersebut setelah nama penulis. Contoh: (Johnson, “How to Write a Good Essay”).
- Jika mengutip lebih dari satu sumber dalam satu kurung, pisahkan sumber-sumber tersebut dengan koma. Contoh: (Lee 60, Gilbert and Gubar 45, Jones et al. 12).
- Jika mengutip sumber yang sama secara berurutan, tidak perlu menulis nama penulis lagi, cukup tulis nomor halaman atau bagian yang berbeda. Contoh: (23) (25) (27).
- Jika mengutip sumber yang bersifat umum atau tidak spesifik, tidak perlu menulis kutipan dalam teks, cukup tulis sumber tersebut di daftar pustaka. Contoh: Buku ensiklopedia, kamus, atau almanak.
Bagaimana membuat daftar pustaka dengan sistem sitasi MLA?
Membuat daftar pustaka dengan sistem sitasi MLA adalah cara untuk memberikan informasi lengkap tentang sumber-sumber yang kita kutip dalam teks. Daftar pustaka juga membantu pembaca untuk menemukan dan memeriksa sumber-sumber tersebut dengan lebih mudah. Ada beberapa aturan dan pedoman yang harus diikuti saat membuat daftar pustaka dengan sistem sitasi MLA, antara lain:
- Letakkan daftar pustaka di akhir tulisan, di halaman terpisah dengan judul “Works Cited”.
- Urutkan entri daftar pustaka secara alfabetis berdasarkan nama penulis. Jika sumber tidak memiliki penulis, urutkan berdasarkan judul karya.
- Gunakan indentasi gantung untuk setiap baris setelah baris pertama dari setiap entri. Jarak indentasi adalah 0,5 inci atau 1,27 cm.
- Gunakan huruf kapital untuk kata pertama, kata terakhir, dan kata penting dalam judul karya. Jangan gunakan huruf kapital untuk kata sambung, kata depan, atau artikel, kecuali jika kata tersebut berada di awal atau akhir judul.
- Gunakan tanda kutip untuk judul karya yang merupakan bagian dari karya yang lebih besar, seperti artikel jurnal, bab buku, atau puisi. Gunakan huruf miring untuk judul karya yang mandiri, seperti buku, jurnal, atau film.
- Tulis nama penulis dengan format nama belakang, nama depan. Jika ada lebih dari satu penulis, tulis nama penulis pertama dengan format tersebut, dan nama penulis berikutnya dengan format nama depan nama belakang. Jika ada lebih dari tiga penulis, tulis nama penulis pertama, diikuti dengan et al.
- Tulis nama penerbit dengan singkat dan jelas. Jangan tulis kata-kata seperti Company, Incorporated, atau Limited, kecuali jika kata-kata tersebut merupakan bagian dari nama penerbit. Jika ada lebih dari satu penerbit, pisahkan nama-nama penerbit dengan koma.
- Tulis tahun terbit dengan empat digit angka. Jika sumber tidak memiliki tahun terbit, tulis n.d. yang berarti no date.
- Tulis medium publikasi dengan singkat dan jelas. Beberapa contoh medium publikasi adalah Print, Web, DVD, CD, atau Podcast. Jika sumber memiliki lebih dari satu medium publikasi, tulis semua medium yang relevan, dipisahkan dengan koma.
- Jika sumber berasal dari internet, tulis URL atau alamat situs web dari sumber tersebut, diawali dengan http:// atau https://. Jika sumber berasal dari basis data online, tulis nama basis data, diikuti dengan URL atau DOI (Digital Object Identifier) dari sumber tersebut. Jika sumber berasal dari media sosial, tulis nama pengguna, diikuti dengan @, dan nama platform media sosial.
Bagaimana menangani situasi-situasi khusus dalam sistem sitasi MLA?
Dalam sistem sitasi MLA, ada beberapa situasi-situasi khusus yang mungkin memerlukan penyesuaian atau penambahan informasi dalam kutipan dalam teks atau daftar pustaka. Berikut adalah beberapa contoh situasi-situasi khusus tersebut, beserta cara menanganinya:
- Sumber dengan lebih dari satu edisi: Jika sumber yang dikutip memiliki lebih dari satu edisi, tulis nomor edisi setelah judul karya, diikuti dengan kata ed. Contoh: Orwell, George. Animal Farm. 2nd ed., Penguin, 1989, Print.
- Sumber dengan lebih dari satu terjemahan: Jika sumber yang dikutip memiliki lebih dari satu terjemahan, tulis nama penerjemah setelah judul karya, diikuti dengan kata Translated by. Contoh: Dostoyevsky, Fyodor. Crime and Punishment. Translated by Richard Pevear and Larissa Volokhonsky, Vintage, 1993, Print.
- Sumber dengan lebih dari satu tanggal: Jika sumber yang dikutip memiliki lebih dari satu tanggal, seperti tanggal publikasi, tanggal akses, atau tanggal pembuatan, tulis semua tanggal yang relevan, dipisahkan dengan koma. Contoh: Smith, John. “The Future of Education”. The New Yorker, 15 Jan. 2023, . Accessed 10 Feb. 2023.
- Sumber dengan lebih dari satu lokasi: Jika sumber yang dikutip memiliki lebih dari satu lokasi, seperti kota, negara, atau wilayah, tulis semua lokasi yang relevan, dipisahkan dengan koma. Contoh: Lee, Harper. To Kill a Mockingbird. New York, London, Toronto, HarperCollins, 1960, Print.
- Sumber dengan penulis anonim: Jika sumber yang dikutip tidak memiliki penulis, atau penulisnya tidak diketahui, tulis kata Anonymous sebagai pengganti nama penulis. Contoh: Anonymous. Beowulf. Translated by Seamus Heaney, Norton, 2000, Print.
- Sumber dengan penulis organisasi: Jika sumber yang dikutip ditulis oleh sebuah organisasi, lembaga, atau badan resmi, tulis nama organisasi tersebut sebagai nama penulis. Contoh: World Health Organization. Global Health Report 2023. WHO, 2023, Web.
- Sumber dengan penulis yang sama: Jika mengutip lebih dari satu sumber yang ditulis oleh penulis yang sama, tulis nama penulis tersebut di kutipan dalam teks, diikuti dengan judul karya yang dikutip, dipisahkan dengan koma. Contoh: (Smith, The Art of Writing 23) (Smith, “The Role of Gender in Shakespeare’s Plays” 125).
- Sumber dengan judul yang sama: Jika mengutip lebih dari satu sumber yang memiliki judul yang sama, tulis judul karya tersebut di kutipan dalam teks, diikuti dengan nama penulis, penerbit, atau tahun terbit yang berbeda, dipisahkan dengan koma. Contoh: (“Writing Tips”, Johnson 15) (“Writing Tips”, Writing Center, 2023).
Demikianlah beberapa aturan dan pedoman tentang sistem sitasi MLA, beserta contoh-contohnya. Sistem sitasi MLA adalah salah satu cara untuk mengutip sumber-sumber yang digunakan dalam penulisan akademik dengan baik dan benar. Dengan menggunakan sistem sitasi MLA, kita dapat memberikan informasi yang lengkap dan akurat tentang sumber-sumber yang kita kutip, sehingga pembaca dapat menemukan dan memeriksa sumber-sumber tersebut dengan mudah. Selain itu, sistem sitasi MLA juga membantu kita untuk menghindari plagiarisme, yaitu mengambil karya orang lain tanpa memberikan penghargaan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda yang ingin menulis karya akademik dengan sistem sitasi MLA.