Menu Tutup

Sosialisasi Sekunder: Proses Pembentukan Identitas di Luar Keluarga

Sosialisasi merupakan proses yang sangat fundamental dalam kehidupan manusia. Melalui proses ini, individu mempelajari nilai-nilai, norma, dan perilaku yang berlaku di masyarakat. Sosialisasi primer, yang umumnya terjadi dalam keluarga, merupakan tahap awal dalam proses ini. Namun, kehidupan manusia tidak hanya terbatas pada lingkup keluarga. Individu juga berinteraksi dengan berbagai kelompok sosial di luar keluarga. Di sinilah peran sosialisasi sekunder menjadi sangat penting.

Memahami Sosialisasi Sekunder

Sosialisasi sekunder adalah proses lanjutan setelah sosialisasi primer yang memperkenalkan individu pada berbagai peran dan identitas sosial di luar keluarga. Jika sosialisasi primer lebih fokus pada pembentukan kepribadian dasar, sosialisasi sekunder membantu individu untuk menyesuaikan diri dengan berbagai lingkungan sosial yang lebih luas, seperti sekolah, tempat kerja, kelompok teman sebaya, dan komunitas masyarakat.

Ciri-ciri Sosialisasi Sekunder:

  • Formal: Proses sosialisasi berlangsung secara lebih formal dan terstruktur, misalnya melalui pendidikan formal di sekolah atau pelatihan di tempat kerja.
  • Spesifik: Sosialisasi diarahkan pada peran dan identitas sosial yang spesifik, seperti menjadi seorang siswa, pekerja, atau anggota organisasi tertentu.
  • Agen Sosialisasi Beragam: Agen sosialisasi tidak hanya terbatas pada keluarga, tetapi juga mencakup guru, atasan, teman sebaya, media massa, dan tokoh publik.
  • Peran Kelompok: Kelompok sosial memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk identitas dan perilaku individu.

Proses Sosialisasi Sekunder

Sosialisasi sekunder melibatkan beberapa proses yang saling terkait, yaitu:

  • Desosialisasi: Proses melepas peran dan identitas sosial yang lama untuk mempersiapkan diri memasuki peran dan identitas sosial yang baru. Misalnya, seorang siswa yang lulus SMA perlu melepaskan identitas sebagai siswa dan bersiap menjadi mahasiswa atau pekerja.
  • Resosialisasi: Proses mempelajari peran dan identitas sosial yang baru. Misalnya, seorang mahasiswa baru perlu belajar aturan dan norma yang berlaku di lingkungan perkuliahan.
  • Antisipatory Socialization: Proses belajar peran dan identitas sosial yang akan dimiliki di masa depan. Misalnya, seorang anak yang sering bermain dokter-dokteran sedang melakukan antisipatory socialization untuk peran sebagai seorang dokter.

Agen Sosialisasi Sekunder

Agen sosialisasi sekunder memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk identitas dan perilaku individu. Beberapa agen sosialisasi sekunder yang umum dijumpai adalah:

  • Sekolah: Sekolah merupakan agen sosialisasi sekunder yang sangat penting dalam membentuk nilai-nilai akademik, sosial, dan moral.
  • Tempat Kerja: Tempat kerja mengajarkan individu tentang etika kerja, hierarki, dan keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia profesional.
  • Kelompok Teman Sebaya: Kelompok teman sebaya memberikan pengaruh yang kuat pada perilaku dan gaya hidup individu, terutama pada masa remaja dan dewasa muda.
  • Media Massa: Media massa, seperti televisi, radio, dan internet, membentuk opini publik dan mempengaruhi sikap serta perilaku individu.
  • Organisasi Kemasyarakatan: Organisasi kemasyarakatan, seperti partai politik, organisasi keagamaan, dan kelompok sukarelawan, memberikan wadah bagi individu untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan politik.

Contoh Sosialisasi Sekunder

  • Seorang anak yang masuk sekolah dasar: Anak tersebut belajar aturan-aturan di kelas, berinteraksi dengan teman sebaya, dan mempelajari nilai-nilai akademik.
  • Seorang mahasiswa yang mengikuti organisasi kemahasiswaan: Mahasiswa tersebut belajar tentang kepemimpinan, kerja sama tim, dan nilai-nilai sosial.
  • Seorang karyawan yang mengikuti pelatihan kerja: Karyawan tersebut mempelajari keterampilan baru yang dibutuhkan untuk menjalankan tugasnya.

Kesimpulan

Sosialisasi sekunder merupakan proses yang sangat penting dalam membentuk identitas dan perilaku individu di luar keluarga. Melalui proses ini, individu belajar untuk menyesuaikan diri dengan berbagai lingkungan sosial yang lebih luas dan mengembangkan berbagai peran sosial. Pemahaman mengenai sosialisasi sekunder dapat membantu kita memahami bagaimana individu berinteraksi dengan masyarakat dan bagaimana masyarakat membentuk individu.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya