Menu Tutup

Tahapan-Tahapan Evaluasi Program, Apa Saja?

Evaluasi program adalah suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan dengan sengaja untuk melihat tingkat keberhasilan program1. Program sendiri dapat diartikan sebagai rencana yang berisi serangkaian kegiatan yang dilakukan secara terencana, sistematis, dan berkelanjutan untuk mencapai tujuan tertentu2. Evaluasi program dapat dilakukan pada berbagai bidang, termasuk pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, dan lain-lain.

Ada beberapa tujuan dari evaluasi program, antara lain:

  • Mengetahui sejauh mana program telah mencapai tujuan yang diharapkan.
  • Mengetahui kekuatan dan kelemahan program dalam hal proses, hasil, dampak, dan efektivitas.
  • Mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan program.
  • Memberikan umpan balik dan rekomendasi untuk perbaikan dan pengembangan program di masa depan.

Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, evaluasi program harus dilakukan dengan langkah-langkah yang sistematis dan logis. Berikut adalah tahapan-tahapan evaluasi program yang umum digunakan:

1. Menentukan ruang lingkup evaluasi

Langkah pertama adalah menentukan ruang lingkup evaluasi, yaitu apa saja yang akan dievaluasi dari program. Ruang lingkup evaluasi dapat mencakup aspek-aspek seperti:

  • Kebijakan program, yaitu dasar hukum, visi, misi, tujuan, sasaran, indikator, strategi, dan anggaran program.
  • Implementasi program, yaitu pelaksanaan kegiatan-kegiatan program sesuai dengan rencana kerja dan jadwal waktu.
  • Hasil program, yaitu output atau produk yang dihasilkan oleh program dalam bentuk kuantitatif atau kualitatif.
  • Dampak program, yaitu outcome atau manfaat yang dirasakan oleh sasaran atau penerima manfaat program dalam jangka pendek atau panjang.
  • Efektivitas program, yaitu perbandingan antara hasil dan dampak program dengan sumber daya yang digunakan.

2. Menentukan model evaluasi

Langkah kedua adalah menentukan model evaluasi, yaitu kerangka kerja atau pendekatan yang digunakan untuk melakukan evaluasi program. Model evaluasi dapat dipilih sesuai dengan tujuan, sifat, karakteristik, dan konteks program. Beberapa model evaluasi yang populer adalah:

  • Model CIPP (Context, Input, Process, Product), yang mengevaluasi empat komponen utama dari program, yaitu konteks (lingkungan dan kebutuhan program), input (sumber daya dan rencana program), proses (pelaksanaan dan pengelolaan program), dan produk (hasil dan dampak program).
  • Model Kirkpatrick (Reaction, Learning, Behavior, Results), yang mengevaluasi empat tingkat efektivitas dari program pelatihan atau pembelajaran, yaitu reaksi (tingkat kepuasan peserta terhadap program), pembelajaran (tingkat peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta akibat program), perilaku (tingkat perubahan perilaku peserta di tempat kerja akibat program), dan hasil (tingkat pencapaian tujuan organisasi akibat program).
  • Model Stake (Countenance), yang mengevaluasi dua aspek utama dari program, yaitu antecedents (faktor-faktor sebelum pelaksanaan program yang mempengaruhi desain dan implementasi program) dan transactions (interaksi antara pelaksana dan penerima manfaat program selama pelaksanaan program).

3. Menentukan metode pengumpulan data

Langkah ketiga adalah menentukan metode pengumpulan data, yaitu teknik-teknik yang digunakan untuk mengumpulkan informasi yang relevan dengan ruang lingkup dan model evaluasi. Metode pengumpulan data dapat bersifat kuantitatif atau kualitatif. Beberapa metode pengumpulan data yang umum digunakan adalah:

  • Kuesioner atau angket, yaitu alat ukur berupa pertanyaan tertulis yang disajikan kepada responden untuk mendapatkan tanggapan mereka terhadap aspek-aspek tertentu dari program.
  • Wawancara, yaitu alat ukur berupa pertanyaan lisan yang diajukan kepada responden secara langsung atau melalui media komunikasi untuk mendapatkan informasi mendalam terkait program.
  • Observasi, yaitu alat ukur berupa pengamatan langsung atau tidak langsung terhadap perilaku, aktivitas, atau situasi yang terkait dengan program.
  • Dokumentasi, yaitu alat ukur berupa pengumpulan dan analisis dokumen-dokumen yang berkaitan dengan program, seperti laporan, proposal, surat, jurnal, buku, dan lain-lain.
  • Tes atau ujian, yaitu alat ukur berupa soal-soal yang disajikan kepada peserta program untuk mengukur tingkat pengetahuan atau keterampilan mereka sebelum dan sesudah mengikuti program.

4. Menentukan teknik analisis data

Langkah keempat adalah menentukan teknik analisis data, yaitu prosedur-prosedur yang digunakan untuk mengolah dan menafsirkan data yang telah dikumpulkan. Teknik analisis data dapat bersifat deskriptif atau inferensial. Beberapa teknik analisis data yang umum digunakan adalah:

  • Statistik deskriptif, yaitu teknik analisis data yang digunakan untuk menyajikan dan merangkum data dalam bentuk tabel, grafik, diagram, atau ukuran-ukuran tendensi sentral (mean, median, modus) dan dispersi (varian, simpangan baku).
  • Statistik inferensial, yaitu teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis atau membuat kesimpulan umum tentang populasi berdasarkan sampel data dengan menggunakan uji parametrik (t-test, ANOVA, regresi) atau uji nonparametrik (chi-square, Mann-Whitney, Kruskal-Wallis).
  • Analisis kualitatif, yaitu teknik analisis data yang digunakan untuk mengkodekan, mengelompokkan, menghubungkan, dan menafsirkan data dalam bentuk kata-kata atau gambar dengan menggunakan metode-metode seperti grounded theory, fenomenologi, etnografi, atau studi kasus.

5. Menyusun laporan evaluasi

Langkah kelima adalah menyusun laporan evaluasi, yaitu dokumen tertulis yang berisi hasil dan temuan dari evaluasi program. Laporan evaluasi harus disusun dengan cara yang sistematis, logis, jelas, dan objektif. Laporan evaluasi biasanya terdiri dari beberapa bagian, antara lain:

  • Pendahuluan, yaitu bagian yang berisi latar belakang masalah, tujuan evaluasi, ruang lingkup evaluasi, model evaluasi, dan metodologi evaluasi.
  • Hasil evaluasi, yaitu bagian yang berisi hasil analisis data sesuai dengan ruang lingkup dan model evaluasi yang dipilih.
  • Pembahasan evaluasi, yaitu bagian yang berisi interpretasi dan implikasi dari hasil evaluasi terhadap program.
  • Simpulan dan saran evaluasi, yaitu bagian yang berisi ringkasan dari hasil dan pembahasan evaluasi serta rekomendasi untuk perbaikan dan pengembangan program di masa depan.

Sumber:

(1) Evaluasi Program Pendidikan : Pengertian, Tujuan & Langkah. https://serupa.id/evaluasi-program-pendidikan-pengertian-tujuan-langkah/.

(2) Pengertian, Tujuan Dan Model-Model Evaluasi Program – WAWASANPENDIDIKAN. https://www.wawasanpendidikan.com/2019/11/evaluasi-program-pengertian-tujuan-dan-model-model-evaluasi-program.html.

(3) Konsep Evaluasi Program Pembelajaran – Perpustakaan UT. https://pustaka.ut.ac.id/lib/wp-content/uploads/pdfmk/TPEN4309-M1.pdf.

Posted in Ragam

Artikel Lainnya