Hujan buatan adalah salah satu teknologi modifikasi cuaca yang bertujuan untuk mempercepat atau meningkatkan terjadinya hujan di suatu daerah. Hujan buatan biasanya dilakukan untuk mengatasi masalah kekeringan, kabut asap, kebakaran hutan, atau pengisian air waduk. Hujan buatan tidak dapat diartikan secara harfiah sebagai membuat hujan, melainkan memberikan rangsangan ke dalam awan agar proses pembentukan hujan lebih cepat dan efektif.
Cara Membuat Hujan Buatan Untuk membuat hujan buatan, diperlukan beberapa persiapan, seperti koordinasi dengan pihak terkait, pemilihan lokasi dan waktu yang tepat, serta modifikasi pesawat agar bisa menghantarkan bahan kimia ke awan. Bahan kimia yang digunakan untuk hujan buatan adalah zat glasiogenik dan zat higroskopis. Zat glasiogenik adalah zat yang dapat membantu pembentukan kristal es di dalam awan, seperti perak iodida atau argentium iodida. Zat higroskopis adalah zat yang dapat menarik uap air dan membentuk butir air, seperti garam, kalsium klorida, atau urea.
Proses terjadinya hujan buatan melalui beberapa tahap, yaitu:
- Penaburan zat glasiogenik ke awan yang berpotensi hujan. Zat glasiogenik ditaburkan pada ketinggian 4.000-7.000 kaki dengan mempertimbangkan faktor arah dan kecepatan angin. Zat glasiogenik akan bereaksi dengan uap air di dalam awan dan membentuk kristal es yang lebih besar dan berat. Kristal es ini akan jatuh ke bawah dan melewati lapisan udara yang lebih hangat, sehingga mencair menjadi butir air.
- Penaburan zat higroskopis ke awan yang sudah mengandung kristal es. Zat higroskopis ditaburkan pada ketinggian yang lebih rendah dari zat glasiogenik, yaitu sekitar 2.000-3.000 kaki. Zat higroskopis akan menyerap uap air di sekitarnya dan membentuk butir air yang lebih besar dan berat. Butir air ini akan bertabrakan dengan kristal es yang jatuh dari atas dan membentuk butir air yang lebih besar lagi. Butir air yang besar dan berat ini akan jatuh ke permukaan bumi sebagai hujan.
- Penaburan larutan bahan kimia ke awan yang sudah mengandung butir air. Larutan bahan kimia yang digunakan adalah campuran air, urea, dan amonium nitrat. Larutan ini ditaburkan pada ketinggian yang sama dengan zat higroskopis. Larutan ini akan mendorong butir air yang ada di dalam awan untuk bertumbukan dan bergabung menjadi butir air yang lebih besar dan berat. Butir air yang besar dan berat ini akan jatuh ke permukaan bumi sebagai hujan.
Manfaat dan Kerugian Hujan Buatan Hujan buatan memiliki beberapa manfaat, antara lain:
- Mengatasi kekeringan yang berdampak pada pertanian, irigasi, dan ketersediaan air bersih.
- Mengatasi masalah kabut asap yang berdampak pada kesehatan, transportasi, dan pariwisata.
- Mengatasi masalah kebakaran hutan yang berdampak pada lingkungan, biodiversitas, dan iklim.
- Membantu pengisian air waduk atau danau yang berfungsi untuk pembangkit listrik tenaga air, penampungan air, atau wisata.
Hujan buatan juga memiliki beberapa kerugian, antara lain:
- Jika tidak diperhitungkan takarannya, bahan kimia yang digunakan untuk hujan buatan bisa menimbulkan hujan asam yang berbahaya bagi makhluk hidup dan lingkungan.
- Bisa menimbulkan pencemaran tanah, karena hujan buatan biasanya mengandung garam dalam jumlah yang banyak.
- Bisa menimbulkan banjir jika tidak tepat sasaran atau terjadi hujan lebat yang berkepanjangan.
- Bisa mengubah siklus hidrologi yang akan membahayakan pasokan air tanah di musim kemarau.
- Bisa menimbulkan kerugian materi yang cukup besar jika hujan turun dari hasil hujan buatan yang tidak tepat sasaran.
Sumber:
(1) Hujan Buatan: Proses dan Manfaatnya – Kompas.com. https://www.kompas.com/
(2) Modifikasi Cuaca: Apa Itu Hujan Buatan, Cara Membuat dan Sejarahnya di …. https://www.kompas.tv/
(3) Hujan Buatan – Pengertian, Cara & Proses Terjadinya, Manfaat & Kerugian. https://rimbakita.com/hujan-buatan/.